Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
184


__ADS_3

Setelah kedua wanita yang aku cintai selesai beli es krim mereka kembali menghampiri kami berdua aku dan Rafa dengan senang hati mereka memakan es krimnya aku mengelus kepala istriku sambil tersenyum bengitu juga Dinda. Aku melihat dia sangat bahagia memakan es krimnya. Dia menyodorkan satu untukku tapi aku bilang gak suka makan es namun karena istriku cemberut jadi aku gak mau dia sedih akhirnya aku menerimanya dan memakannya namun ternyata sangat enak.


"Enak loh sayang es krim nya kirain gak enak padahal enak juga pantas saja aku sering melihat orang makan, tapi justru aku cuek gak peduli namun saat ini rasanya sangat enak haahha.... Mungkin karens yabg beli-in istri cantik makanya enak, kasian orang kaya tapi gak perna makan es krim lucu juga."


"Memangnya enak kakak es krimnya tapi kakaknya saja yang tidak perna mau makan es krim, apalagi kalau sudah cair mana mau kakak sentuh katanya kayak apa gitu"


Astaga Ririn anak ini buka aib aku saja didepan istriku dan Rafa, tapi benar apa yang dikatakan Ririn aku tidak suka melihat es krim yang sudah cair, aku makan ini karena masih bekuh makanya aku mau, itupun karena istriku gambek kalau gak aku gak mau tapi justru enak.


"Iya enak dek es krimnya nanti aku suruh pelayan belanja biar banyak stok dirumah aku mau makan tapi yang beku"


"Oalah Tuan muda Dava, untuk apa beli lagi sedangkan banyak es krim dirumah, ngapain lagi beli makanya sekali-sekali Tuan muda buka kulkas hahaha....mana ada sejara Tuan muda buka kulkas harapan Ririn semoga saat kakak ipar hamil nanti kakak ipar harus ngidam masakan kakak Dava biar suruh kakak Dava masak sekalian aku juga mau cobak masakannya asin...manis atau hambar hahaha"


Gemas kali aku dengan anak ini ku toel kepalanya nyembelin banget jangan sampai hal itu terjadi, kalau soal masak aku bisa hanya saja tidak seenak masakan restoran karena waktu aku kulia sering masak sendiri, pakek pelayan hanya merapikan apertemen saja.


"Oh, ya kakak, kalian ngapain disini bukankah pengantin baru harus di kamar kenapa keluyuran"?


"Kakak, bosan di kamar makanya kakak ngajak kakak ipar kamu kesini, ternyata mau beli kalung hadia untuk ibu cantik banget loh dek kalung bermata biru tambah manik pinggir love."

__ADS_1


"Wah pasti bibi sangat suka, jadi kejutan untuk bibi kakak ipar terbaik"


Karena keasyikan gobrol, kami lupa waktu sekarang sudah pukul tiga sore jadi kami berencana pergi ke taman kota sekali-sekali menikmati suasana diluar sana dulu. Karena selama ini aktifitas seputar kantor dan rumah jadi jarang keluar untuk sekejar cari suasana baru bersama istri tercinta biar kali ini aku bersenang-senang dengannya lagian besok kami berangkat sore juga bukan pagi jadi masih ada waktu untuk istirahat.


"Yuk kita berangkat ke taman kota kebetulan tadi dari rumah aku rencana mau ngajak istriku kesana menikmati suasana malam hari diluar jadi kebetulan kalian kesana jadi sama saja kita berempat kesana."


Akhirnya kami berempat keluar dari mall dan masuk kedalam mobil masing-masing, Rafa dengan Ririn dan aku sama istri cantiku. Hari ini aku pengen bawa dia jalan-jalan keluar.


"Mas kamu senang gak setiap jalan-jalan ke taman kota mas suka gak jajan di gerobak yang jual di pingir jalan itu, mas perna gak makan begituan"? tanya Dinda.


Aku menaikan kedua Alis, kenapa istriku bertanya begitu apa dia meremekan aku, dia pikir karena aku orang kaya jadi tidak suka makan jajan di jalanan tapi musti makan di restoran mewah hahaha. Dia salah justru waktu pas aku nakal-nakalnya selain ke club aku juga sering nongkrong di taman kota dengan teman-teman bobrok ku tapi gak tahu sekarang sudah pada kemana aku tidak perna lagi ketemu dengan mereka.


"Sayang jangan meremekan mas kalau soal itu mas sudah merasakan semuanya bahkan makanan di jalanan itu rasanya tidak kalah enak dari restoran bintang lima, bedahnya dari harga kalau beli di gerobak pinggir jalan seenak apapun itu harganya paling tinggi dua puluh lima sampai tiga puluh cobak makan di restoran satu porsi kecil saja harga selagit pada hal rasanya sama"


"Iya mas benar karena dulu aku juga sering makan di taman kota bersama teman kulia Sabrina dan Tasya, tapi sayangnya sekarang justru mereka berdua di luar negeri ikut suaminya padahal banyak bisnis mereka disini semoga suatu saat kami di pertemukan kembali."


seperti inilah kondisi di ibu kota kalau jam segini sudah mulai macet, perkepanjang gak bisa di hindari tapi mau bagaimana lagi memang sudah seperti ini kondisinya kita tidak bisa menghindari.

__ADS_1


"Mas.."


"Iya, sayang, ada apa"?


"Aku jadi mikirin orang yang telpon tadi siang yang ya mas, kita harus lebih waspada lagi teruma kamu mas jangan sampai kita lengah. Cukup mbak Hawari jadi korban kebiadaban paman angkat mas itu, sepertinya kita tidak bisa main-main lagi deh mas kita harus selesaikan malasah ini secepat mungkin"


"Maaf istriku, sebenarnya aku tidak mau beritahu kamu karena aku tidak mau kamu terlibat dalam masalah ini, sebenarnya tanpa pengetahuan mu mas dan ayah terus pak Erik sudah rencana setelah pulang bulan madu kami langsung menyerang markas tempat musu tapi hanya kami yang lakukan kamu tidak perlu tahu" aku hanya bergumam dalam hati jangan sampai Dinda tahu.


Bukannya kami tidak mau beritahu istriku, tapi ibu melarang keras untuk melibatkan Dinda jadi ayah setuju biasa ibu sudah trauma dengan masalah begitu jadi ibu tidak mau Dinda kenap-kenapa, aku jadi bohong sama istriku.


"Sayang tidak peelu risaukan hal itu nanti baru kita pikirkan sekarang ini kita fokus dulu dengan bulan madu kita"


Setelah kami melewati macet akhirnya kami sampai di taman kota ternyata sudah sangat rame di penuhi dengan banyak pasangan muda-mudi, aku cari parkir susa karena semua parkir sudah ful untung sisa dua pas banget aku dengan Rafa setelah parkir kami berempat keluar dari dalam mobil.


Aku mengandeng tangan istriku dan kami berempat jalan bersama masuk kedalam taman, ternyata cari tempat juga susa banget untung saat kami masuk ada tiga pasangan mereka bangkit dari duduk mereka dan pergi akhirnya tempat mereka kami ambil ali.


"Yuk sayang kita duduk disana ada kosong tuh..".kami bergegas mendekati tempat duduk itu....tiba-tiba sepasang kekasih mereka menerobas dan menduduki tempat itu perempuan itu sangat seksi dan keliatan sudah agak tua dia membelakagi kami tapi kok kayak kenal ini orang tapi siapa ya. Oh, iya aku ingat. Baru aku mau berucap Dinda langsung bilang.

__ADS_1


"Mas itu bukannya....."?



__ADS_2