
Setelah aku selesai bersiap , aku dan Dinda turun ke bawah ternyata kami berdua sudah terlambat, kebiasaam dari dulu sampai sekarang aku yang selalu terlambat hehehe... semua keluarga sudah berkumpul di meja makan aku dan Dinda hanya menyapah mereka dan langsung sarapan.
Hampir tiga puluh menit kamu semua sarapan, Setelah selesai sarapan kami semua kembali ke ruang tengah. Untuk duduk dulu sebentar saja baru kami berangkat, kalau Ririn langsung berangkat katanya ada keperluan.
"Ayah ada yang ingin Dava bicarakan tapi nanti saja, ayah buru-buru bukan? ke kantor?" Tanyaku.
"Iya nak tapi apa yang ingin kamu bicarakan sekarang juga bisa, kalau memang itu sangat penting tidak masalah." tanya ayah, tapi mana mungkin aku bicarakan sekarang aku ingin memberikan Dinda kejutan jadi tidak mungkin aku bicara di depan matanya. Nanti aja kalau sampai di kantor baru aku kabarin ayah lewat telpon saja atau kalau sempat aku mampir sebentar ke kantor ayah sebelum ke perusahaan.
"Nanti saja ayah, Dava mamoir nanti ke kantor ayah aja kalau sempat" ujarku.
"Ya sudah kalau begitu ayah berangkat ke kantor dulu soalnya ada meeting penting pagi ini, baru saja di kabarin oleh Criss. Dan Criss juga sudah datang jemput ayah di luar, Sayang aku pergi dulu ya jaga kesehatan jangan lupa minum obat." Ujar ayah pamit pada ibu sambil mengecup kening ibu, ya itu yang selalu di lakukan ayah terhadap ibu saat ayah bepergian entah ke kantor atau kemana. Dan Criss juga selalu datang jemput ayah walapun ada pengawal pribadi.
"Hati-hati mas" ujar ibu mencium punggung tangan ayah samb8l tersenyum.
Setelah ayah pergi, aku juga melakukan hal yang sama, aku pamit pada istriku dan semua keluarga termasuk ibu dan yang lain, kalau paman ikut dengan Gama ke perusahaan. Bibi dan Elsa dan yang lain berencana akan jalan-jalan ke mall.
"Sayang jaga putra putry kita ya, mas kerja dulu dan jangan kemana-mana kalau bukan mas yang menyuruh, harus banyak istirahat" ujarku.
__ADS_1
"Baik mas hati-hati di jalan Dinda tak kemana-mana kok kecuwali ada perintah dari Tuan muda tanpan." ujar Dinda mengodahku, aku langsung gegas keluar ternyata aku masih mendapati ayah nungguin aku di luar, aku pikir ayah sudah pergi ternyata ayah sengaja nunggu aku.
"Loh ayah! belum berangkat bukannya tadi katanya ayah ada meeting penting di perusahaan dan mana sekretaris Criss katanya sudah datang?" tanyaku.
"Iya memang ada tapi ayah sengaja nungguin kamu disini, ayah tahu kamu tidak ingin membicarakan masalah di depan Dinda dan yang lain bukan? Ada apa bicara lah kalau soal sekretaris Criss ayah juga sengaja menyuruhnya tidak perlu jemput nanti ayah pergi dengan pengawal pribadi aja" tanya
"Makasih ayah sudah mengerti, baiklah jadi begini ayah Dava ingin memberikan Dinda kejutan pasti Dinda sangat bahagia dengan kejutan ini, Dava juga ingin hidup tenang ayah jadi Dava ingin membasmi semua kejahatan disini sebelum Dava kembali ke markas untuk membasmi penjahat di hutan Dava ingin membuat suasana disini tenang dulu biar Dava pergi juga tenang."
Aku menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir, kejutan apa yang ingin aku lakukan, aku pikir ayah keberatan ternyata saat aku jelaskan semua ayah sangat setujuh, punya ayah pengertian begini enak banget." Jadi begitu ayah menurut ayah bagaimana ide Dava bagus tidak"? Tanyaku.
"Wah...ayah sangat setujuh dengan ide kamu baiklah nanti siang jam dua ayah dan Criss ke TKP, jangan lupa kabarin paman dan Gama terus yang lain kita ketemu disana saja." Ujar ayah.
Sedangkan aku dan asisten Arfan masuk kedalam mobil dan ikut dari belakang ayah, tadi setelah sarapan paman dan Gama langsung berangkat karena ada sedikit masalah di kantor, sedangkan Rafa pulang masih jam enam jadi tidak ikut sarapan.
"Asisten Arfan, nanti jam dua asisten Arfan pulang untuk jemput nona muda ya, tapi jangan beritahu nona muda di bawah kemana, kalau nona muda bertanya jawab saja Tuan muda yang menyuruh, nanti juga aku hubungi nona muda untuk beritahunya. Nanti kalau sudah jemput langsung antar nona muda ke TKP ya" ujarku
"Baik Tuan muda" ujar asisten Arfan, karena kami sibuk ngobrol jadi tidak terasa kami sudah sampai di loby perusahaan, aku di bukakan pintu mobil oleh asisten Arfan sedangkan pak Erik dan semua karyawan sudah menunggu di loby menyambut kedatanganku.
__ADS_1
Mereka memberikan hormat kepadaku, setelah selesai mereka semua bubar dan kembali ke tugas masing-masing, oh ya masih ingat kah para pembaca setia dengan awal mula aku masuk perusahaan, ketemu dengan kepala Ob pak Zaka sekarang pak Zaka sudah kembali ke posisi semula yaitu kepala Ob karena selain dia berubah kadang jika karyawan ob yang tidak masuk dia yang membereskan semuanya.
"Tuan muda, anak buah yang semalam saya kirim sudah kembali dan sesuai dengan perintah Tuan muda mereka sudah melakukan semuanya, begitu juga dengan perempuan itu dan ayah nya Tuan muda apa yang kita lakukan terhadap mereka" tanya pak Erik.
"Ikat ketiga orang itu terpisah dari yang lain dan tempatkan mereka di tempat lain jangan satukan mereka, ketiga orang itu berikan mereka tutup kepala dan sekap mereka, kalau yang lain sesuai dengan instruksiku semalam lakukan seperti itu." ujarku.
"Baik Tuan Muda saya akan melakukannya" ujar pak Etik kami berdua jalan bersama dan masuk kedalam lift dan naik ke tingkat atas dimana letak ruang kerja aku dan pak Erik.
Setelah sampai di ruangan aku mulai sibuk dengan pekerjaan, aku harus selesaikan pekerjaan ini sebelum jam dua agar aku dan pak Erik keluar juga sudah beres semua tidak ada yang harus aku pikirkan.
Saat aku sedang asyik tiba-tiba aku dapat telpon dari tahanan bahwa bu Anjani kabur dari lapas, kok bisa perempuan lemah seperti wanita Tuan itu bisa hilang, aku terkejut dong mendengarnya.
Drettttt drettttt....!
"Hallo ada yang bisa saya bantu pak" tanyaku karena aku sudah tahu telpon dari lapas.
"Hallo Tuan muda maaf jika kami dari pihak lapas memberikan kabar tidak enak, bahwa nyonya Anjani berhasil kabur dari lapar" ujar seorang petugas aku terkejut dong.
__ADS_1
"Loh kok bisa pak? Bagaimana ceritanya masa wanita lemah seperti itu bu Anjani bisa kabur gimana sih"
"Maaf Tuan muda, semua ini terjadi begitu cepat jadi kami juga panik, soalnya lapas wanita kebakaran jadi saat semua pintu sel di buka itu kesempatan untuk kabur, bukan hanya bu Anjani tapi dengan benerapa teman juga ikut kabur." ujar petugas membuat aku frustasi tadi baru rrncana sekarang ada masalah batu.