Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
426


__ADS_3

Anak-anak yuks kita berangkat biar papi antar ke sekolah sekalian ke kantor, soalnya mami juga sibuk nanti aada acara di kantor jadi tidak bisa antar kalian"


"Siap papi ganteng, tunggu Gretta ambil tas dulu, kakak Grey tungguin Gretta jangan main pergi ajs " ujar Gretta.


Grey hanya geleng kepala melihat tingkah adiknya yang sangat manja padanya. Tapi sama orang lain sangat dingin, kalau sama anaknya kakak Dea dan Ririn terus anak Gama dia sangat baik.


Waktu begitu cepat berlalu, semua permasalahan dan polemik yang aku dan keluarga alami semua sudah selesai, urusan aku dengan perusahaan Tuan Maulana juga sudah di kembalikan ke pada putry dan istrinya atas bantuan Tuan Adrak. Sehingga Tuan Maulana di jobloskan ke penjara bersama selingkuhannya.


Sedangkan pemilik perusahaan yang perna menghianati ayah sudah diakuisi oleh perusaha-an Adinata, jadi aku merasa lega kehidupan kami saat ini sudah terasa indah....tidak ada lagi kejahatan yang datang menghampiri kami, ayah dan ibu juga sudah makin Tua, tidak terasa sudah tiga belas tahu kami lewati....Gretta dan Grey sudah besar mereka sudah sekolah di kelas satu SMP sebentar lagi mereka naik kelas du.


Sangat tidak terasa waktu begitj cepat berlalu, padahal kayak baru kemarin mami-nya melahirkan mereka berdua, masih harus di gendong, tapi sekarang kalau di gendong katanya sudah besar jadi tidak perlu gendong terus, ada rasa bahagia dan haru didalam hati ini. Aku dan Dinda sepakat untuk meluangkan waktu kami keluarga besar akan pergi berlibur.


Aku bahagi impian ku selama ini untuk mengantarkan anak kesekolah sudah tercapai, selama ini aku yang selalu antar kadang mami-nya juga antar, karena sekarang Dinda membuka sebuah perusahaan di bagian produk kecantikan jadi Dinda sangat sibuk sama seperti ku, tapi kami berdua sepakat untuk selalu menyempatkan waktu untuk Grey dan Gretta.


Sebenarnya bisa aku atau Dinda tidak perlu antar Grey dan Gretta ke sekolah karena ada pengawal yang bisa antar, begitu juga suster mereka yang selalu menemani mereka. Jujur aku trauma dengan kejadian yang menimpah mbak Hawari sehingga aku dan Dinda tidak mau hal itu terjadi lagi, ayah dan ibu juga selalu ingatkan agar kami jangan membiarkan kedua cucunya pergi dengan susternya saja, kadang ibu yang mengantar mereka kalau aku dan Dinda benar-benar sangat sibuk.


Untung hari ini aku tidak ada meeting pagi di kantor jadi aku yang mengantar mereka, nanti kalau pulang sekalian aku dan Dinda jemput karena Grey dan Gretta ikut les tambahan jadi sore jam lima baru mereka pulang.


"Sayang...maaf ya mami tidak bisa antar kalian nak soalnya hari ini ada launcing produk baru mami , jadi banyak tamu dari luar datang untuk menyaksikan acara launcingnya, tidak apa-apa papi yang antar ya sayang? Mas tidak apa-apa bukan kalau Dinda tidak antar oh ya mas jadi ke perusahaan Dinda bukan?" tanya Dinda


"Tidak apa-apa mami, biar kami sama papi saja, mami hati-hati di jalan semoga produk mami laku hehehe, kalau banyak yang laku pasti uang jajan Gretta nambah" ujar Gertta.


"Ya ampun dik pikiranmu hanya uang aja, habiskan dulu semua uang jajan itu baru minta lagi sama mami, kakak lihat banyak uang mu dik"?

__ADS_1


"Ah kakak tidak seruh deh Gretta sengaja nabung uang Gretta karena ada yang ingin Gretta beli tanta minta dari mami dan papi, Gretta mau belajar untuk menabung" ujar Gretta, anak ku yang satu ini pintar sekali menabung, entah apa yang ingin dia beli.


" Iya sayang tidak apa-apa mas antar , tenang aja mas pasti datang setelah antar kedua anak kita mas langsung kesana, acara mulai jam sembilan bukan" tanya ku pada Dinda.


"Iya mas, Dinda tunggu ya suami Dinda yang sangat tanpan, soalnya ada artis yang akan menjadi iklan dari produk terbaru ini jadi mas harus datang untuk temani Dinda mas" ujar Dinda.


"Iya sayang tenang aja mas pasti datang ke sana tapi antar anak-anak dulu, hati-hati di jalan ya" ujarku.


Dinda mencium punggung tanganku dan juga pamit pada anak-anak lalu pergi, mulai dari Gretta dan Grey umur tiga tahun Dinda sudah mulai buka perusahaan baru, aku juga tidak menyangka secepat itu perusahaan kecantikan Dinda berkembang pesat, Dinda dapat dukungan sepenuh dari keluarga hal itu membuat Dinda sangat bahagia, tapi lebih luar biasanya lagi istriku biarpun dia sibuk Dinda tidak perna melupakan kewajibannya sebagai seorang istri, seorang ibu dan seorang anak, itu yang membuat aku sangat salut dengan istriku.


"Papi sudah ayok kita berangkat nanti Grey dan Gretta terlambat, pagi begini sangat macet soalnya" ujar Grey.


Kami bertiga di tambah dengan kedua suster langsung masuk kedalam mobil dan keluar dari gerbang, biarpun Grey dan Gretta sudah besar tapi masih ada suster karena aku ingin mereka di pantau 1x24 jam. Mobil mulai masuk jalan raya banyak kendaraan yang mulai lalu langan kesana kemari berlombah-lombah untuk pergi ke tempat tujuan, saat kami sibuk dengan pikiran masing-masing Grey mulai bicara.


Ada rasa sedih di hati ini mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Grey tapi ada rasa tersanjung karena di pujih ganteng oleh anak sendiri, Grey dan Gretta sudah mulai dewasa jadi sembunyikan juga sama saja karena lambat laun mereka pasti tahu, namun sementara waktu aku hanya beritahu mereka yang sepantasnya saja jangan cerita lebih dulu, mereka belum mengetahui semuanya.


"Apakah kamu pengen tahu nak siapa aunty Hawari? Aunty Hawari adalah kakak- nya papi jadi nenek dan kakek hanya melahirkan dua anak satu laki-laki dan satu perempuan sama kayak kalian berdua, hanya bedahnya kalian berdua kembar kalau papi dan Aunty Hawari tidak, jadi aunty Hawari meninggal karena sakit waktu masih sekolah" ujarku.


"Sedih ya papi, cobak aunty tjdak meninggal pasti dia sangat menyayangi Gretta dan juga cantik kayak Gretta, terus kenapa selama ini papi tidak perna pergi kemakan aunty pih, Gretta pengen lihat tempat aunty" sambung Gretta.


"Iya papi benar kata Gretta kenapa selama ini papi dan semua keluarga tidak perna ziara ke makam aunty" tanya Grey...


"Bukan tidak perna pergi Ziara sayang, tapi kalian sengaja tidak perna di ajak sama papi, mami kakek dan nenek, kalin belum tahu apa-apa makanya sengaja tidak di ajak sayang, tapi kalau kalian mau nanti papi dan mami akan ngajak kalian berdua kesana ya" ujarku.

__ADS_1


Sejak kapan ayah dan ibu membicarakan tentang mbak Hawari sampai Grey mendengarnya, tapi ya sudah semua sudah terlanjur jadi tidak masalah kalau kedua anak ku tahu siapa mbak Hawari.


Sebenarnya ada timbul kesedihan di hati ini setiap kali mengingat mbak Hawari, tapi mbak Hawari sudah bahagia di surga sudah puluhan tahun dia pergi. Karena aku sibuk dengan pertanyaan dari kedua anak ku jadi tidak terasa kami sudah sampai di depan gerbang sekolah.


Kedua anak ku Grey dan Gretta turun dari dalam mobil bersama kedua susternya, dan ada beberapa pengawal yang akan menjaga disini.


"Papi Grey dan Gretta masuk dulu ya, papi hati-hati di jalan" ujar Grey dan Gretta hampir bersama-an.


"Baik nak semangat belajar ya, nanti sore papi dan mami usahakan jemput kalian ya" ujarku, mereka berdua cium punggung tanganku dan mereka berlalu pergi masuk kedalam sekolah.


"Sus tolong jagain nona dan Tuan dengan baik ya jangan sampai mereka keluar dari gerbang tanpa pengetahuan kalian, pengawal tolong jangan kemana-mana tetap disini menunggu nona dan Tuan sampai keluar" ujarku.


"Baik Tuan." ujar mereka, aku langsung masuk kedalam mobil dan saat ini aku menuju ke perusahaan Dinda.


Selama perjalanan menujuh ke perusahaan istriku aku kembali memikirkan pertanyaan Grey tadi, katanya dia dengar dari ayah dan ibu tapi apa iya, ayah dan ibu kembali membahas masalah mbak Hawari, bukankah masalah sudah lama kenapa masih di bahas.?


"Tuan kita langsung ke perusahaan nona atau, singah jemana dulu" tanya asisten Arfan.


"Singah ke tokoh bunga dulu asisten Arfan ada yang ingin aku beli" ujarku aku ingin membelikan bunga untuk istriku, karena hari ini perusahaannya dan produk barunya launcing jadi aku ingin memberikan bunga yang cantik untuknya, pasti dia suka.


"Wah...so sweet banget Tuan muda berikan bunga untuk nona muda" ujar asisten Arfan.


"Ha....memangnya selama ini asisten Arfan tidak perna memberikan bunga untuk istri? Asisten Arfan istri itu sekali-sekali di kasih bunga pasti dia sangat bahagia karena dia merasa kita sebagai suami pekah dan memperhatikannya." ujatku.

__ADS_1


Jadi asisten Arfan juga sudah menikah bahkan sudah punya dua anak walaupun masih kecil mereka, tapi asisten Arfan tetap mau nekerja sebagai asisten ku aku senang karena asistrn Arfan orangnya humoris.


__ADS_2