
Pov Dea.
Aku adalah seorang kakak yang tidak berguna selama adikqu Dinda masih tinggal di kediaman keluarga Winata aku tidak perna berkata ramah kepadanya karena aku selalu mengikutk apa kata ibu. Memang semenjak ayah meninggal disitu hari yang paling terburuk yang aku rasakan bersama dengan Dinda, apalagi Dinda hatiku kadang teriris menyaksikan sendiri diperlakukan oleh ibu dan juga kakak Lexza jujur didalam rumah itu kami semua menjadi alat untuk ibu.
Itupun kecuwali ayah gak ada kalau ayah ada dirumah semuanya baik-baik saja tapi kalau ayah keluar kota kadang berminggu-minggu disitu kami semua di tekan dan di doktrin oleh ibu, tapi dari kami semua Dinda lah yang paling tidak mengindahkan semua nasehat ibu kecuwali ayah yang berbicara baru Dinda nurut tapi kalau ibu jangan harap Dinda mau menuruti semua kemauan ibu disitulah ibu dan Dinda mulai tidak sependapat.
Mungkin itu lantara dari kecil ibu tidak perna peduli sama Dinda aku juga sih sebenarnya kalau dengar cerita dari bibik yang merawat aku katanya aku dengan Dinda tidak bedah jauh kecuwali Lexza yang dapat kasih seyang penuh dari ibu.
Setelah kepergian ayah mulai kehidupan di rumah ini terasa seperti neraka karena sudah dikuasai sepenuhnya oleh ibu, jadi ibu mulai semena-mena terhadap kami bahkan ibu rencana menjodohkan Dinda dengan pria yang bernama imam.
Yang membuat aku ikut menghukum Dinda waktu itu karena aku tidak mau Dinda di jadikan mesin penghasil uang ibu. Karena secara tidak sengaja aku mendengar pembicaraan ibu dengan seseorang yang aku yakini itu adalah Imam. Kejadian itu sebelum Imam datang dan sampai Dinda di pukul terus di masukan kedalam kamar mandi.
Flashback.
__ADS_1
Jadi malam itu sekitar jam tujuh sehabis makan aku berencana masuk kekamar ibu karena ada yang ingin aku bicarakan dengan ibu, tapi saat aku sampai di depan pintu kamar ibu kebetulan kamar itu agak sedikit terbukan dan aku mendengar ibu bicara dengan seseorang bodohnya ibu kalau bicara rahasia begitu ya tutup pintu ini gak.
Aku diam-diam berdiri di balik pintu dan menguping pembicaraan ibu yang aku sangat yakini itu adalah pria yang bernama Imam.
"Kamu tenang saja pasti Dinda mau lagian untuk apa dia harus bertahan dengan laki-laki miskin tidak berguna itu hanya numpang disini, untung mereka tinggal disini karena amana dari suami saya kalau gak sudah saya usir tapi saya hanya usir anak miskin itu kalau Dinda tetap disini. Jadi nanti besok pagi-pagi kamu harus datang kesini karena suaminya sudah pergi jadi saya yakin pasti Dinda mau, tapi ingat kamu harus janji berikan saya dua miliyar itu diluar acara nikah kalian."
"Kalau itu gampang nyonya asal Dinda mau, kalau Dinda mau semua bisa teratasi tapi kalau Dinda tidak mau bagaimana nyonya apa yang harus saya lakukan, saya tidak mau tahu saya harus mendapatkan Dinda kalau tidak saya akan minta kembali apa yang sudah saya kasih ke nyonya."
"Husss....masih banyak cara kalau nanti saya sudah bicara baik-baik dengan Dinda tapi anak itu masih tidak mau, saya akan menyiksa dia apalagi saat ini tidak ada lagi yang akan membelahnya suaminya juga gak ada disini apalagi ayahnya sudah meninggal jadi siapa lagi yang akan membelahnya. Ada Dea tapi Dea itu hanya menurut saja dia tidak berani melawan."
"Ada cara lain kamu tenang saja saya banyak cara...nanti saya akan mengurungnya di kamar mandi kalau dia tidak mau menerima kamu sebagai suaminya, kamu pulang saja nanti besoknya saya sengaja bawah dia kehotel dan disana saya akan menjebak dia dengan minuman nah disitu kamu bisa pakek dia sesuka hati, nanti saya sengaja bawah orang untuk mengerebak kalian, kalau berita itu sampai di telinga suaminya yang dekil itu pasti suaminya langsung menceraikan dia dan kamu akan menikah dengannya."
Jujur aku benar-benar syok dengan rencana ibu dalam hatiku ibu macam apa dia bisa melakukan ini hanya demi kesenangan sendiri egois sekali aku yang masih setia berdiri dibalik pintu jadi emosi dan juga sedih, tapi aku masih setia mendengar percakapan mereka berdua aku mau tahu kelanjutannya.
__ADS_1
"Wah....jenius banget ide mu nyonya ini yang saya suka dari nyonya baiklah kalau seperti itu besok pagi saya datang kesana semoga rencana kita berhasil, tapi nyonya kenapa nyonya tidak menawarkan saya Dea atau Lexza begitu kenapa harus Dinda memang sih saya hanya mencintai Dinda saya suka dengannya".
"Iya dong siapa dulu nyonya Winata, kalau Dea jangan karena Dea sudah punya suami yang lumayan mapan jadi saya bisa memeras suaminya tanpa pengetahuan Dea dan Dea anak yang penurut, kalau Dinda sudah miskin suaminya anaknya juga pembangkang. Ya sudah saya tunggu ya kedatangan kamu besok jangan lupa datang pagi"
Ya Tuhan buruk sekali sifat ibu yang sudah melahirkan aku dan Dinda kenapa punya ibu seburuk ini, baiklah besok aku akan mengikuti permainan kalian aku harus ikut menyiksa Dinda biar dia merasa kalau di rumah ini tidak ada seorangpun yang membelahnya biar dia secepatnya pergi dari sini jangan sampai dia di nodai oleh pria bejat itu.
Awalnya aku berencana masuk ke kamar ibu aku urun karena aku sudah tidak semangat untuk bicara dengannya jadi selama ini ibu memeras suamiku juga tapi kenapa mas Tahir tidak bilang sama aku.
Singkat cerita semua rencana aku berjalan dengan lancar sedangkan rencana ibu berantakan, karena setelah menyiksa Dinda giliran besoknya mau di bawah oleh ibu ke hotel ternyata Dinda sudah kabur disitu aku merasa sangat legah tapi juga merasa salah.
Setelah Dinda keluar dari rumah dan kepergian ayah kehidupan dirumah ini sudah mulai kehilangan keharmonisan, pada akhirnya ibu kena tembakan, aku juga tidak tahu apa penyebabnya membuat orang bisa mengincar nyawah ibu tapi yang pasti ibu sudah melakukan kesalahan yang fatal sehingga menyebabkan semua ini terjadi.
waktu terus berjalan mulai deri kejadian penembakan itu hubungan aku dengan Dinda dan Dava mulai membaik namun hubungan aku dengan Lexza dan ibu semakin buruk, namun masih bisa kami saling menukar pikiran tapi puncak masalahnya adalah saat ibu keluar dari rumah sakit dan aku mengetahui semua kebusukan ibu. Memang selama ini aku sudah mencurigai ibu dalang di balik kematian ayah tapi aku selalu menepis itu semua.
__ADS_1
Setelah aku melihat dan mendengar dari mulut seorang pria bahwa ibu lah yang membuat ayah meninggal disitu hatiku semakin membenci ibu dan hubungan kami makin buruk