
Setelah kepergian kedua orang ituyang tidak bermoral kami kembali tenang dan berbincang diruang tengah membahas tentang kejadian tadi aku harap ini pertama dan terakhir kalinya bu Anjani dan Lexza datang ngangguin Dinda, karena besok ayah menyuruh aku masuk kantor jadi aku yakin semua karyawan pasti bertanya -tanya kenapa aku yang datang ke kantor.
Sejujurnya aku juga binggung dengan cara ayah mertua menyuruh Aku yang datang kesana entah apa maksud ayah mertua, padahal awalnya ayah mertua yang bilang kalau ayah mertua kembali bekerja, tapi setelah itu ayah mertua kembali telpon dan katanya aku aja yang ke perusahaa.
Sebenarnya aku kasian sama karyawan yang sampai sekarang masih bertahan di perusahaan Winata grup, mungkin itu adalah bentuk dari kebaikan ayah mertua kepada semua karyawan jadi biarpun mereka tidak dapat gaji mereka tetap bertahan. Memang dalam bulan ini mereka belum gajian tapi aku sengaja menahan mereka agar mereka tidak risegn dari perusahaan Winata karena mengingat perusahaan itu akan beroperasi kembali seperti dulu. Dan satu lagi sebenarnya tanpa bu Anjani ketahui kenapa semua penanam saham Winata grup menarik diri karena itu semua ula ayah, ayah yang sudah bicara dengan ayah mertua untuk meminta semua penanam saham tidak bekerja sama agar bu Anjani kelimpungan cari donatur.
Kata ayah mertua akan berikan kejutan tapi aku tidak tahu kejutan apa yang ayah mertua maksud, aku hanya ikut saja apa kata ayah mertua selagi semua yang dilakukan ayah mertua benar aku ikut saja.
Aku bicara dengan Dinda aku akan tranfer kembali uang yang ada di tabungannya ke perusahaan ayah mertua untuk menambah danah dan perkembangan perusahaan, lagian selama ini uang yang di kirim oleh ayah mertua tidak disentuh sama sekali oleh Dinda jangankan uang itu uang bulanan Dinda aja masih tebal di atm, jadi Dinda tidak membutuhkan uang itu saat ini karena yang lebih membutuhkan adalah perusahaannya.
"Sayang, tidak masalah kan kalau mas transfer kembali uang yang di atm sayang itu ke nomor rekening perusahaan ayah, untuk menambah modal sekalian bayar gaji karyawan yang masih bertahan sampai sekarang, karena semalam waktu sayang sudah tidur ayah telpon katanya besok mas harus ke perusahaan untuk kembali menangani perusahaan. Mas tidak tahu ayah datang atau tidak tapi kita lihat saja nanti
"Memangnya mas sudah siap mas? Karena Dinda yakin perempuan itu besok pasti dia masih datang ke perusahaan untuk mengambil apa yang perlu di ambil dan di jual agar di jadikan uang mas tahu sendiri"
"Mas selalu siap dong saya apa yang mas tidak bisa lakukan untuk kesayangan mas yang satu ini, kalau yang mas lakukan hanya untuk kebahagiaan kamu sayang mas akan lakukan, karena kamu adalah permata hati mas jadi mas lakukan apa saja demi membahagiakan istri tercinta mas, besok sayang tidak boleh kemana-mana lihat perutmu sayang sudah membuncit, mas tidak sabar ingin mengendong anak kita sayang sekalian dengan ibunya juga hehehe."
__ADS_1
Dinda memiringkan bibirnya saat aku jailin dia tapi kalau aku lihat di tersenyum cantik sekali istriku ini.
"Ya sudah mas, transfer aja lagian uang itu juga Dinda tidak perna pake. Uang yang mas kasih aja masih belum habis untuk apa Dinda pakek uang itu, lagian uang yang mas kirim ke atm Dinda tidak akan habis empat belas turunan hehehe"
"Dari mana kamu dapat kata itu sayang? memang ada empat belas turunan? Setahu mas yang ada tujuh turunan bukan empat belas" aku gemes banget dengan istriku sampai aku toel hidung mancungnya ternyata suka jail juga.
"Nangung dong mas, kalau hanya tujuh turunan makanya tambah tujuh lagi biar empat belas itu baru pas mas" biarkan istriku yang imuts ini menang karena kalau berdebat dengannya tidak akan habis justru semakin kita berdebat dia semakin menantang.
"Ya, sudah mas transfer semua ya yang ada di atm ini" Dinda hanya ngangguk aja akhirnya aku tranfer ke nomor rekening perusahaan. Setelah selesai aku kembali menghubungi ayah mertua mengbari kalau aku sudah tranfes uang.
"Iya hallo nak ada apa"? tanya ayah mertua.
"Maaf ayah kalau Dava lancang tapi Dava mau bayar gaji karyawan ayah jadi tadi Dava sudah transfer uang ke rekening perusahaan sebesar empat ratus miliyar, waktu itu ayah transfer tiga ratus jadi Dava tambah seratus lagi untuk perkembangan perusahaan ayah."
"Nak ayah kan sudah bilang biarkan saja dulu uang itu karena ayah masih punya simpanan, tapi ya sudah lah kamu sudah transfer tidak apa-apa makasih ya nak, oh ya kalian lagi dimana nak? Ada dirumah atau dimana?"
__ADS_1
"Ini di rumah ayah lagi di kamar karena hari ini weekend jadi malas kemana-mana, ayah tidak kesini? Soalnya kakak Dea dan mas Tahir katanya sore main kesini."
Aku sengaja ajak ayah mertua kesini sekalian ajak tante Riska, kira-kira hubungan ayah mertua dan tante Riska sudah sejauh mana ya jadi kepo, aku tidak sabar melihat ayah mertua bahagia dengan tante Riska. Biarkan bu Anjani merasakan sakit karena dia yang menghianati ayah mertua.
"Oh, ya nak. Salam buat putry ayah ya, kalau ayah sekarang ada di rumah nak Rafa lagi main catur disini, nanti kalau masih sempat sore kami datang ya nak"
Wah....wah...luar biasa kerja ayah mertua secepat itu bisa mengambil hati seorang tante Riska dan Rafa, sebentar lagi aku sudah punya ibu mertua deh hehehe.
"Wah...jangan lama-lama ya ayah cepat bawah ibu baru kerumah hehehe" ayah mertua langsung terkekeh Aku berikan hp kepada Dinda untuk bicara dengan ayah mertua, kebetulan istri cantikku belum tidur dari tadi dia hanya lihatin aku bicara dengan ayah mertua ternyata setelah hp di ambil alih oleh Dinda langsung mengalihkan ke video call.
"Ayah..mana ibu baru Dinda dengan kakak Dea jangan lama-lama ya, ayah Dinda pengen ibu baru ayah ada dimana sekarang kok kayak Dinda kenal tempat itu ayah dan orang yang ada di samping ayah, loh ayah sama kakak Rafa disitu? Hebat ayah lanjutkan Dinda mau tidur dulu karena Dinda tidak mau ngangguin waktu ayah bersama ibu baru hehehe, oh ya Dinda lupa besok ayah ke kantor?"
"Astaga kamu ini ya nak sudah menikah juga sangat mengemaskan, ya sudah istirahat ya putry ayah jaga kesehatan dan kandungan kamu ya nak, ayah belum tahu besok ayah datang tidak tapi besok nak Dava yang keperusahaan sama Reno nanti"
Setelah selesai, Dinda kembalikan hpnya dan menyandarkan kepalanya di dada bidangku dan tertidur istriku, kadang unik kalau dia sudah ngantuk tidak sampai lima menik dia sudah tidur pules banget tapi coba kalau dia tidak ngantuk mau dia maksain pun tidak akan tidur sudah menutup matanya. Karena aku juga ngantuk akhirnya aku ikut berbaring di samping istriku dan tidur.
__ADS_1