Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
232


__ADS_3

Kami masuk kedalam restoran dan langsung cari tempat duduk, sengaja kami cari restoran lain tidak di restoran aku dan juga di restoran kakak Dea.


Setelah kami mendapatkan tempat duduk aku menuntun istriku dan kami langsung duduk, tapi belum pesan makanan karena masih menunggu kakak Dea dan Mas Tahir.


Dan benar saja tidak lama kemudian kedua orang yang kami tunggu datang .


"Hay dikku, maaf ya kakak terlambat karena masih menunggu mas Tahir untuk menjemput, karena tadi kakak tidak bawah mobil, bagaimana kabar dan honeymoon kalian dikku"? Tanya kakak Dea dan mas Tahir hampir bersamaan.


Dinda dan kakak Dea langsung berpelukan sedangkan aku salaman dengan mas Tahir. Kakak Dea dan Dinda melepaskan rinduh mereka.


"Tidak masalah kakak kami juga baru sampai kok, silahkan duduk, kalau soal kabar kami baik-baik saja kakak terus bagaimana dengan kabar kakak dan mas Tahir?" tanyaku setelah kami duduk.


"Kabar kami baik juga Dav, seperti yang kamu lihat saat ini hehehe" ujar kakak Dea.


"Ya, sudah kalau begitu lebih baik kita pesan makanan dulu, nanti kalau sudah selesai makan baru kita ngobrol lagi. Oh, ya kakak. Ini hadia dari paris untuk kakak Dea dan mas Tahir semoga kakak dan mas suka" ujar Dinda dan aku setuju dengan istriku karena jujur aku lapar gara-gara berdebat dengan perempuan sinting .


"Iya, kakak benar kata istriku kita makan dulu baru kita lanjut ngobrol lagi terus baru kalau kakak dan Mas Tahir mau buka oleh-oleh, tapi sepertinya masih lama juga makanannya datang"?

__ADS_1


"Astaga makasih banyak ya Dav, Dik Dinda, sudah belikan oleh-oleh untuk mas dan kakak kamu pasti mas suka tapi jujur sampai sekarang mas malu jika ketemu sama kalian berdua, mas merasa minder dan tidak pantas bergabung sama kalian disini karena mas dulu juga sudah jahat banget sama kalian, ternyata benar kata ayah Evan kamu wanita berhati lembut dik dan juga kamu Dav, kalau kamu mau membalaskan semua kejahatan yang perna mas lakukan silahkan mas siap." pinta mas Tahir


Aku tidak ada niatan untuk membalas perbuatannya, lagian mas Tahir berubah bukan karena tahu aku orang kaya, tapi karena memang kakak Dea dengan mas Tahir melakukan itu karena terpaksa dapat tekanan dari ibu Anjani, tapi sekarang baik kakak Dea maupun mas Tahir sudah berubah jadi untuk apa membalas mereka.


"Mas, yang berlalu biarlah berlalu yang penting sekarang kita saling menyayangi, jangan ada yang mengikuti jejak ibu, kakak Dea dan mas Tahir juga jangan mau di manfaatkan terus oleh ibu harus di lawan, kalau bu Anjani mengajarkan hal yang baik tidak masalah tapi kalau ia mengajarkan hal yang jahat untuk apa mengikuti jejaknya tidak perlu."


"Jujur mas merasa bersalah sama kalian berdua waktu masih tinggal dirumah, memang keluarga Adinatan adalah keluarga yang patut di contoh mas salut sama keluarga kalian Dav"


Tidak lama kemudian makanan datang dan langsung di hidangkan di atas meja setelah selesai di hidangkan kami langsung makan tanpa ada obralan sama sekali, namun saat kami makan tiba-tiba kami berempat di kagetkan dengan kedatangan seseorang mesra banget tapi untungnya mereka tidak melihat kami. Melihat itu kakak Dea langsung menghentikan makanannya aku lihat dia menahan emosinya.


Jangankan kakak Dea dan Dinda aku dan mas Tahir saja emosi dan jijik melihat apa yang ada didepan mata, ya Tuhan ini sepertinya bukan diri perempuan yang aku sering lihat begitu menyanjung harga diri dan kehormatannya. Tapi ternyata kalau diluar seperti ini kelakuannya.


"Maaf ya sayang, kalau mas tidak beritahu kamu iya dia adik sepepuku jadi waktu sayang datang kerumah itu dia ada sebenarnya tapi dia tidur di ruang tamu sengaja agar tidak menganggu kita sayang namun saat sayang pergi mas Turun ke kamar bawah dan disanalah mas kena tembak tapi untung tidak sampai mati. Mas saja binggung kesalahan apa yang sudah mas lakukan sehingga ada orang yang inginmenghabisi nyawa mas."


Sampai sekarang mas masih menyelidiki kasus penembakan itu, tapi orang itu apik banget cara mainnya jadi sama sekali tidak meninggalkan jejak, sehingga kata polisi sudah menutup kasus itu, jujur ya sayang mas rasa penembakan terjadi sama mas dan juga sama kamu itu adalah orang yang sama karena dia sangat pintar. Sebenarnya mas kecewa sama pihak kepolisian, kenapa mereka menyelidiki kasus saja susah banget bahkan mereka tidak mau melanjutkan penyelidikan, kalau seandainya mas mati bagaimana"?


Sepertinya orang itu adalah pembunuh bayaran kelas atas, siapapun yang memakai orang itu mas rasa bukan orang sembarangan sayang jadi kita harus hati-hati, oh ya, sayang. Mana uang yang mas minta dua miliyar itu sayang tidak jadi berikan soalnya mas langsung masuk rumah sakit. Ingat sayang sepertinya kita dalam incaran orang itu tapi dia tidak mau kita langsung mati, justru dia pengen kita merasakan penderitaan terlebih dulu."

__ADS_1


Aku dan yang lain saling pandang mendengar percakapan kedua manusia menjijikan itu, kakak Dea hendak bangun untuk menghampiri mereka tapi dengan sigap Dinda menarik tangan kakak Dea dan menyuruh kakak Dea Duduk.


"Kakak, kendalikan emosi kakak oky, lebih baik kakak hidupkan kamera kakak dan videokan mereka diam-diam kita dengarkan saja dulu percakapan mereka selanjutnya. Karena Dinda merasa mereka berdua bertemu disini tidak hanya sekedar makan, melainkan pasti ada tujuan tertentu mereka merencanakan sesuatu jadi diam dan dengarkan saja apa yang ingin mereka bicarakan."


Pintar dan sangat pintar istriku, aku sangat setuju dengannya kakak Dea menurut saja dan kembali duduk, kami kembali makan, kenapa mereka tidak melihat kami karena meja yang kami duduki itu membelakangi mereka.


"Tapi siapa ya mas, aku juga tidak tahu. Tidak mungkin mantan suamiku kan bangkit kembali dari kuburnya, dan membalaskan dendam kepada kita ajaib sekali kalau itu terjadi, dan soal uang yang mas minta aku lupa bawah karena brangkasnya aku belum buka, didalam banyak emas dan uang karena aku pikiran dengan kondisi mas jadi aku tidak fokus dengan barang itu, nanti besok saja aku antar sebentar aku pulang biar aku buka dulu brangkasnya.


Tapi mas sebenarnya mas benaran cintak tidak sama aku, aku rasa mas hanya mempermainkan aku saja, karena apa? Karena selama kita berhubungan mas selalu meminta aku uang bahkan aku sampai rela tidak peduli dengan keuangan perusaan sampai sudah mau bangkrut gara-gara mas minta belikan rumah dan segalanya, sekarang mas minta dua miliyar lagi untuk apa bukankah mas juga kerja"?


"Sayang, kok jamu bicara begitu sih, jelas aku mencintaimu lah dan soal semua uang yang kamu kasih aku sudah siapkan hadia special untukmu nanti."


"Oh, baiklah mas maaf ya tadi aku salah, sudah terlanjut menusuh kamu dan berpikir nacam-macam sama kamu"


"Baiklah sayang kamu yang terbaik, oh, ya perna tidak kamu pergi ziara ke makan suami kamu sayang" tanya Pria itu langsung di sambut tawa renyah oleh perempuam iblis itu aku yang geram sendiri pantas saja kakak Dea tadi pengen bangun.


"Hahaha....untuk apa? sudah tidak ada gunanya kali mas, sudah busuk didalam kuburan, aku yang membunuhnya kenapa aku harus mimunafik datang kesan. Sekarang ini yang aku pikirkan bagaimana caranya agar aku juga singkirkan kedua anak sialan itu Dea dan Dinda biar bisa menguasai seluruh harta yang masih tinggal ini kalau mereka berdua masih hidup, hidup aku tidak akan tenang."

__ADS_1


Kurang ajar kamu ya perempuam iblis berani sekali bicara begitu kita lihat saja nanti.


__ADS_2