
Setelah aku selesai membunuh kedua orang itu barulah aku telpon pengawal yang ada di bawah untuk membereskan kekacauan ini aku menyuruh seorang pelayan untuk memanggil manajer restoran karena aku pengen tahu kenapa manusia ini bisa bergabung dengan pelayan restoran masa restoran sebesar ini tidak ada keamanan.
Aku berdiri dan menatap semua pengunjung
Yang masih berdiri ketakutan karena kekacauan tadi kejadian ini menyebabkan beberepa meja dan tempat duduk rusak, dan ada yang sampai gemetaran ada anak kecil yang menangis histeris dari tadi karena takut.
"Hallo semuanya maaf para pengunjung atas ketidak nyamanan ini tapi saya harap jangan ada seorang pun di antara kalian yang berani menyebar luaskan kejadian tadi kalau di antara kalian berani melakukan itu saya tidak akan sengan memberikan kalian hukaman!" aku sengaja melakan itu karena tadi aku melihat beberapa orang yang mengambil video saat aku dengan pria itu bertarung.
"Pelayan...sini tolong panggilkan manajer restoran ini saya ingin bicara dengannya." panggilku
Aku membuang pandang untuk mencari keberadaan Ririn ternyata anak itu masih berdiri ditempatnya dari tadi....dengan wajah yang tengang mungkin karena dia terkejut baru pertama kali melihat aku seperti ini atau bagaimana.
"Wah...mbak tadi hebat sekali padahal penjahat ini sudah hitam tinggi besar wajahnya seram banget tapi coba lihat hanya berapa pukulan saja dari mbak cantik itu dia langsung tersungkur ke lantai, untung ada mbak itu kalau tidak kita bisa celaka, masih sendiri gak ya aku pengen menikahinya saja" ujar seorang pengunjung pria justru katanya mau nikahi aku kalau aku belum menikah haahah.
"Husss banyak ngomong..kamu gak lihat orang lagi ketakutan sampai gemetaran kamu justru sibuk dengan membicarakan menikahinya belum tentu juga dia mau sama kamu, kamu gak lihat dia sepertinya bukan orang sembarangan" ujar yang lain
"Kalau aku justru takut punya istri seperti mbak itu, karena takutnya saat kami berdua bertengkar dia berikan satu tendangan saja aku bisa mati di tempat, aku tidak mau mati konyol memang dia cantik dan jago dalam belah diri tapi kalau dia marah terus hajar saya aduh hanya bayangkan saja sudah ngeri apalagi itu terjadi."
"Tapi mbak itu sangat keren aku pengen seperti dia...bolehlah aku jadi muridnya."
__ADS_1
Aku mendengar banyak desas-desus terhadap diriku tapi aku diam saja, tidak lama kemudian datang ketiga pengawal aku jelaskan kepada mereka dan aku biarkan mereka mengurus kedua mayat itu, aku datang mendekati Ririn dan memeluknya ternyata badannya dingin hahaha sepertinya Ririn ketakutan, tapi bukannya dia bisa belah diri kenapa dia ketakutan ya tadi juga dia diam saja tidak ngapa-ngapain. Aku melihat dia menatap mata kosong kedepan jadi dia tidak menyadari kedatangan aku mendekat kesampingnya.
"Rin....kamu tidak apa-apa..."Aku menepuk pundaknya sampai dia berjingkrak anak ini kadang lucu bisa juga sampai segitunya.
"Astaga kakak, bisa gak kakak jangan buat Ririn terkejut. Apa kakak mau Ririn yang cantik dan imut ini cepat mati Ririn saja masih syok dengan aksi kakak tadi belum juga hilang kakak datang dengan tiba-tiba mengangetkanku tahu gak kakak. Kakak kok hebat dan keren banget sih aku baru tahu loh kalau kakak iparku sehebat ini tahu aku kayak gini tadi datang tidak perlu bawah pengawal."
"Kehebatan kakak tidak bisa di ragukan lagi pokoknya kakak sangat hebat aku salut banget sama kakak, kalau seandainya tadi itu Ririn sendiri mungkin Ririn sudah tidak bernyawa. Tadi Ririn videokan kakak soalnya seru Ririn mau dong kakak, nanti ajarin Ririn ya bukannya Ririn gak bisa belah diri sebenarnya Ririn bisa tapi tidak sehebat kakak."
"Oh ya kakak mana sih manajer itu dari tadi kita menunggu gak kunjung datang juga atau kita samperin saja kakak"
"Sabar dulu Rin jangan terburu-buru mungkin manajer masih sibuk"
Pengawal yang masih berusaha evakuasi pria yang berserangam pelayan restoran itu, sehingga pria yang hitam besar itu masih tergelatak di lantai dengan darah berserahkan dimana-mana. Aku heran dari tadi selama perkelahian aku dan kedua pria itu pihak restoran diam saja apa yang terjadi dengan orang-orang yang kerja disini mereka berlaku seoalah tidak terjadi sesuatu.
Apakah tidak ada laporan apa-apa ke manajer sehingga dari tadi belum nongol juga.
Aku gegas mendekati mayat orang itu dan nemeriksa kantong celana dan bajunya ternyata aku dapat sesuatu bentuknya seperti papan nama ukuran kecil tapi ada tulisannya Bos A.....aku mengambilnya dan aku perhatikan maksudnya bos A ini siapa apakah ayah Adinata atau siapa?
Ah nanti saja aku tanya sama ayah apa maksudnya ini. Aku cari lagi tapi sayangnya sudah tidak ada apa-apa lagi hp juga tidak bawah.
__ADS_1
Setelah selesai aku gegas menuju ke kasir restoran aku mau pastikan kalau manajer restoran ada.
"Parmisi mbak saya mau tanya manajer restoran ada dimana ya dari tadi saya menunggu disini tapi tidak kunjung datang, jangan sampai saya marah ya saya bisa loh dalam hitungan detik restoran ini hancur bahkan dengan mall ini sekalipun, tolong panggilkan manajer masa restoran sebesar ini membiarkan orang jahat masuk menjadi pelayan disini."
"Atau kalian mau saya hancurkan restoran ini sekarang juga jangan main-main dengan saya ya"
"Maaf nona sebentar lagi manajer datang."
Ada seorang pelayan datang mendekatiku dengan rasa takut dan menyampaikan kalau sebentar lagi manajer datang ane dari tadi di panggil kenapa baru sekarang mau datang mungkin mereka tunggu aku ngamuk dulu baru takut.
"Sudah dari tadi loh saya menyuruh kalian memanggil manajer kok susa sekali sampai mayat itu dievakuasi oleh pengawalku manajaer juga tidak kunjung datang heran deh..." pelayan itu hanya menunduk kepala tidak berani menatapku.
Tidak lama kemudia seorang pria berbadan tinggi putih berjalan tergesah-gesah mendekatiku dia langsung menunduk kepala dan berikan hormat.
"Maaf nona ada yang bisa saja bantu...maaf karena saya telat datang"
"Anda manajer di restoran ini, saya tidak mau basa-basi lagi saya mau tanya kenapa karyawan anda bisa kerja sama dengan penjahat, dan ingin mencelakai pengunjung kalau tadi saya kenapa-kenapa siapa yang bertanggung jawab...saya akan tuntut restoran ini dan jika saya mau saat ini juga saya akan menghancurkan restoran ini."
"Atau jangan-jangan kamu juga salah satu kelompok dari orang itu, anda harus jawab jujur sama saya, kamu di bayar berapa sama bos penjahat untuk melakukan ini, kamu mau jawab atau kamu mau saya seret ke polisi kalau kamu jawab aman tapi kalau tidak jangan salahkan aku membawah kalian semua ke kantor polisi karena sudah sekongkol dengan penjahat."
__ADS_1