Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
153


__ADS_3

Betapa terkejut dan syoknya Dinda dan kakak Dea saat ayah membuka topengnya....mereka berdua bukannya maju untuk memeluk ayah tapi justru badan mereka berdua gemetaran dan mundur berapa langkah kebelakang sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.


Air mata mereka berdua lolos begitu saja tanpa perintah. Aku tahu seperti apa perasaan mereka berdua bahagia itu pasti, tapi mereka berdua tentu saja belum bisa percaya dengan apa yang mereka lihat kalau ayah yang selama ini mereka pikir sudah meninggal ternyata masih hidup dan saat ini ada dihadapan mereka.


"A...a..ayah ma..masih hidup." ujar Dinda dan kakak Dea.


"Ini benaran ayah kan aku gak mimpi" sambung Dinda


Ayah tersenyumnya merentangkan kedua tangannya ingin memeluk kedua putry cantiknya.


" Putry ayah sini ayah kangen sama kalian berdua...sini nak peluk ayah..biarpun kalian berdua sudah menikah tapi kalian tetap putry kecil ayah sampai kapanpun." ujar ayah terharu


Dinda dan kakak Dea berlari menghambur kepelukan ayah mertua Dinda dan kakak Dea menangis sejadi-jadinya dipelukam ayah mertua sambil memukul-mukul tubuh ayah mertua.


" Ayah jahat...ayah kemana saja selama ini ayah tahu hidup Dinda seperti tidak ada harapan saat tahu ayah telah tiada..ayah tahu betapa terpukulnya aku dan kakak Dea...kenapa ayah sekongkol dengan suamiku dan menyembunyikan hal besar ini dari kami bedua hiks...hikss..ayah jahat."


" Ternyata mimpi Dea tadi malam menunjukan kepada Dea kalau memang benar ayah masih hidup...tapi kenapa selama ini ayah tidak memberitahu aku dan adik ayah...ayah tahu..setelah kepergian ayah dan adik dari rumah, suasana rumah sekarang seperti neraka tidak ada kehidupan dan keharmonisan ayah dan adik ipar nakal ini harus bertanggung jawab. Hiks...hiks..


Brukkk.....belum selesai kakak Dea bicara justru jatuh pingsan..dengan singap ayah menahan tubuh kakak Dea jadi tidak sampai jatuh ke lantai.


"Kakak...bangun...kakak Dea jangan buat kita panik begini bangun ada ayah"pekik Dinda.


Ayah langsung mengangkat tubuh kakak dea kadalam kamar yang aku yakin itu kamar ayah soalnya luas dan mewah.

__ADS_1


Ayah membaringkan tubuh kakak Dea diatas ranjangnya dan memberikan minyak kayu putih agar kakak Dea cepat sadar karena hanya pingsan saja.


" Reno tolong ambilkan minyak kayu putih disana terus bawah kesini sekalian ambilkan air minum ya."


" Tidak perlu ayah biar Dinda saja yang ambil dimana minyaknya ayah, pak Reno disini saja" ujar istriku mungkin dia kasian sama pak Reno makananya istriku yang mau mengambilnya.


Dinda gegas pergi mengambil minyak kayu putih sekalian air hangat.


" Nak...bangun sayang jangan buat ayah kuatir begini melihat kondisi kamu..tadi bukannya kamu memanggil ayah untuk menolong kamu karena kamu pikir adik ipar kamu yang akan menjadikan kamu tumbal hahaha...sebesar itukah kasih sayang kamu kepada ayah sampai kamu dan adik kamu begitu terpuruk. Maafkan ayah yang belum bisa menjadi ayah yang baik untuk menjanga kalian tapi ada putra ayah yang sudah ayah utus untuk menjaga kalian berdua."


"Bukannya ayah tidak mau menemui kalian berdua tapi ayah belum siap untuk menjukan diri ayah kepada semua orang termasuk orang yang ingin menghilangkan nyawah ayah."


"Ayah ini minyak dan air hangatnya." Dinda langsung mengoleskan minyak ke hidup kakak Dea tidak lama kemudian kakak Dea membukan mata.


"Ayah..jangan tinggalkan Dea lagi..." pekik kakak Dea.


"Nak ayah disini kenapa lihat kesitu ayah tidak kemana-mana kok ayah selalu ada bersama kalian mulai sekarang."


Dinda membantu kakak Dea bangun. Dan menyandarkan tubunya di ranjang.


" Kamu tidak apa-apa nak, apa yang sakit kalau mau ayah panggil dokter kesini"


" Ah gak usa ayah..Dea hanya kanget saja ternyata benar seperti mimpi Dea tadi malam kalau ayah memang masih hidup dan datang menolong Dea saat Dea mau dibunuh oleh perempuam iblis itu, saat itu Dea berteriak saat perempuan itu mau menikam belati yang ada di tangannya ke dada Dea tapi tiba-tiba ayah, Dava dan adik datang menolong Dea."

__ADS_1


Tenyata ikatan batin kakak Dea dan ayah kuat juga buktinya saat aku mau mengajak kakak dea ketemu dengan ayah malamnya mimpih ditolong oleh ayah.


Ayah kembali memeluk kedua putrynya dan mencium kening mereka berdua.


"Maafkan ayah ya nak...ayah membuat kalian berdua terpukul tapi ayah punya alasan kenapa ayah tidak bertemu dengan kalian berdua..ayah hanya beritahu suami kamu nak dan ayah mertua kamu juga tahu kalau ayah masih hidup tapi mereka tidak berani memberitahu kamu karena ayah yang minta. Jadi jangan marahin suamimu ya nak."


" Gak ayah awalnya Dinda marah karena mas Dava menyembunyikan hal besar ini dari Dinda dan kakak Dea tapi Dinda tahu ayah punya maksud tertentu, dinda sunggu bersyukur karena Tuhan masih mempertemukan kita ayah banyak hal juga yang ingin Dinda dan kakak Dea bicarakan dengan ayah soal semua harta yang ayah tinggalkan di rumah itu."


Jujur aku sangat bahagia melihat senyuman kebahagiaan terpancar di wajah kakak Dea dan Dinda...yang sebelumnya aku belum perna melihat kalau Dinda sering sih aku lihat tapi kalau kakak Dea baru kali ini.


Kakak Dea menatap aku sembari berkata." Dav makasih banyak ya selama ini kamu sudah menjanga ayah dengan baik, kamu adik ipar yang terbaik tapi kamu masih hutang jawaban sama aku Dav...jujur aku penasaran siapa kamu sebenarnya kenapa kamu di panggil Tuan muda dan tadi itu sebenarnya aku melihat mobil mengikuti kita loh sampai parkiran tapi dia parkir agak jauh dari kita siapa mereka dan siapa kamu sebenarnya."


Hahah benar filingku kakak Dea pasti akan bertanya soal jatih diriku, ini semua gara-gara pengawal itu tapi tidak masalah jika kakak Dea tahu siapa aku sebenarnya mungkin ini saatnya kakak Dea tahu.


" Kakak Dea yakin mau tahu siapa aku sebenarnya, atau mau tahu banget hehehe."


" Mau tahu banget Dav..jadi jangan mengalihkan pembicaraan karena aku benar-benar pengen tahu siapa kamu karena aku mulai curiga kalau kalian berdua juga menyembunyikan sesuatu dariku."


Astaga..kakak Dea mulai deh mengintimidasi aku dan Dinda...kakak Dea sangat penasaran siapa aku sebenarnya baiklah aku akan ceritakan siapa aku sebenarnya yang penting kakak Dea tidak ceritakan hal ini dulu ke bu Anjani lagian hubungan mereka sekarang juga tidak baik.


" Kakak Dea perna mendengar gak soal putra tunggal Tuan Adinata yang sampai sekarang masih disembunyikan dari publik"?tanyaku membuat kakak Dea menaikan kedua alisnya.


" Ya aku perna mendengar humor itu bahkan kalau seandainya aku belum menikah aku pengen ketemu dengannya untuk menjadikan dia suamiku tapi sayangnya aku sudah menikah dan belum tentu dia mau sama aku. Tapi aku sangat berharap sih jika aku tidak menikah dengannya sengaknya dia jadi ipar aku lah tapi sayangnya tidak berjodoh juga hahahaha"

__ADS_1


__ADS_2