
Yang membuat aku merasa lucu adalah saat Lexza tersungkur di tanah, bukannya kasian justru Ririn ngomporin dan berikan semangat untuk Dinda menghajar Lexza aku hanya mengeleng kepala melihat tingkah Ririn.
"Hayo kakak ipar hajar sampai babak belur jangan biarkan dia bernapas, biar mampus gergetan Ririn dengannya tahu tidak! kakak ipar mau Ririn bantu hajar tida?, kalau mau biar Ririn ikut bantu. Lancang sekali mau memukul kakak ipar tangan kecil itu sekali di pengang sama kakak ipar langsung patah juga masih punya nyali juga."
Sudah kayak pertandingan Ririn jadi suporternya, anak ini kayak bocah aja semangat empat lima memberikan dukungan untuk Dinda namun justru Ririn dapat tatapan tajam dari Lexza.
"Apa lihat-lihat ku congkel matamu baru tahu" ujar Ririn.
"Tutup mulutmu bajingan! kalau kamu tidak mau aku hancurkan" bentak Lexza.
"Kamu yang tutup mulut busuk mu! jangan bentak adik iparku kalau kamu tidak mau aku yang hancurkan mulutmu itu, karena kamu tidak pantas berbicara seperti itu terhadapnya siapa kamu ha! Siapa yang mengijinkan kamu membentaknya" ujar Dinda.
Lexza tercengang mendengar pembelaan Dinda terhadap Ririn mungkin Lexza tidak percaya kalau Dinda bisa melakukan ini terhadapnya.
"Kamu seperti kacang lupa kulit Dinda, kamu lupa kamu besar dan di lahirkan oleh siapa berani sekali kamu melakukan ini kepadaku, dasar manusi tidak tahu berterimah kasih, berani sekali kamu bilang rumahku adalah kuburan, kamu yang seharusnya dibunuh saja biar kamu tidak perlu hidup di dunia ini. Memang tidak salah juga sih dulu kamu diperlakukan seperti itu oleh ibu dan sampai kamu di siksa karena kamu manusia tidak tahu diri, tidak mau menolong keluarga saat dalam kesusahan. Seandainya ayah Evan masih hidup pasti dia sedih punya anak durhaka seperti kamu yang tidak membantu aku dan ibu."
Plaaakkkk!
__ADS_1
"Hahaha, bangun woi bangun! Cepat bagun dari mimpimu, sok-sok an mau ngancam membunuhku."
Lexza belum tahu kalau ayah mertua sudah tahu semua tentang kehidupanya dengan ibu Anjani, jadi dia pikir ayah mertua akan marah dengan sikap Dinda.
"Oh, ya. Kita lihat saja apakah ayah memarahi aku atau kalian bertiga yang ayah jobloskan kepenjara, karena sudah melakukan kejahatan kepadaku" ujar Dinda.
" Lihat saja nanti aku akan membalas semua perbuatan kalian, dasar manusia sombong mentang-mentang kamu sudah punya suami kaya jadi sombong kali kamu ya Dinda, aku hanya minta kamu rumah buat kami tinggal saja kamu tidak bisa berikan tapi dengan tidak punya hati nurani kamu bicara begitu sama aku, aku tidak akan terimah dasar bajingan."
Lexza berusaha bagun dan dengan secepat kilat Lexza melampas cangkir kaca bekas minuman Ririn, dan melempar dengan kencang ke arah Dinda namun Dinda menghindar tapi sayangnya cangkir itu meleset dan mengenai seorang wanita muda dengan pasangannya yang duduk membelakangi kami, mereka ada empat orang yang lagivasyik ngobrol karena dengan kencang di lempar sampai bocor kepala wanita mudah itu dan pecah cangkir itu,
"Argar..."!
"Hey!....kamu sudah bosan hidup ha!" Teriak pria itu melangkah mendekati Lexza tidak pakek tunggu lama, Lexza di tampar bolak-balik di pipinya tapi karena pria itu belum puas pria itu langsung nenyeret Lexza menjauh dari meja itu dan menghempaskan ke taman yang ada lantainya.
Sampai pelipis Lexza berdarah kalau aku lihat seperti ini ada timbul rasa kasian tapi kadang menyembil banget sih jadi buat kesal. Kami masih diam dan memperhatikan apa yang akan dilakukan pria itu kepada Lexza, ternyata betapa terkejutnya kami pria itu benar-benar menyiksa Lexza ada seorang pria yang mungkin dia merasa ibah ada kasihan dengan apa yang di lakukan pria itu kepada Lexza, sehingga pria itu mendekat dan ingin menengahi tapi justru pria itu hampir kenah bogem dari.
"Stop!... aku tidak sengaja, aku tadi tidak berniat melempar istri anda aku hanya melepar perempuan itu tadi tapi meleset dan kena kepala istri kamu, lagian siapa suruh kepala istri kamu disitu berarti aku tidak salah dong, seharusnya kamu memukul perempuan itu karena dia yang melakukan itu bukan aku, kenapa kamu menyiksa aku, kamu tidak tahu siapa aku nanti kamu akan menyesal sudah berlaku kasar padaku." Sudah di siksa juga masih sombong biarkan saja pria itu menghajarnya sudah salah bukannya minta maaf justru menyalahkan Dinda.
__ADS_1
"plakkkk!"
"Enak aja kamu bilang begitu mau mati kamu, kamu yang melempar kamu yang menyalahkan istriku" ku bentak dan aku berikan satu tamparan di pipinya, Lexza dan pria itu kembali menghajar Lexza justru tidak mengindahkan perkataan Lexza.
"Bri sudah kasian dia ini seorang perempuan bro jangan main hakim sendiri, kalau ada masalah bisa bicarakan dengan baik-baik kasihan pacarmu bro dia anak orang. Tolong jangan kasar sama dia"
"Diam kamu!...siapa kamu ha! Aku tidak butuh ceramah murahan kamu, siapa yang kamu maksud istri? aku saja tidak kenal tapi kenapa dia melempar istri aku dengan cangkir sampai kepalanya luka kamu tidak lihat ha! Mata kamu buta, jangan ikut campur urusan ku siapa yang tidak marah jika istrinya di lempar sama orang asing sampai berdarah begitu" teriak pria itu sedangkan semua pengunjung sudah pada berkumpul melihat Lexza tidak henti-hentinya di hajar oleh pria itu.
"He...perempuan gila kamu siapa dan apa salah istriku sampai kamu melempar dia, kamu mau aku habisi kamu sekarang juga, aku saja tidak perna menyakiti istriku berani sekali kamu menyakitinya" ujar pria itu tapi dia kembali memperhatikan wajah Lexza jadi awalnya dia agak terkejut tapi setelah itu justru dia tertawah terbahak-bahak.
"Oh....aku baru tahu kalau ternyata anda adalah istri dari penjahat itu ya, yang gagal calon presiden ya, wah. .wah. mimpi apa aku hari ini ya bisa bertemu dengan keluarga penjahat seperti ini, belum puas ya suami kamu menyiksa adik kamu sendiri, oh ya aku juga lupa ternyata didalam video itu kamu dan ibu kamu juga turut adil ya menyiksa adik kamu.
Kasihan banget ya adik perempuan itu punya keluarga biadab dan jahat seperti kalian, dan aku baru menyadari kalau cangkir yang kamu lempar itu tidak semata kamu melempar ke istriku, tapi kamu melemparkan ke adik kamu yaitu nona muda yakan hebat sekali dirimu kakak tidak punya hati nurani berani mau menyiksa adiknya didepan umum.
Aku tidak peduli siapa kamu, mau kamu anak orang kaya, mau kamu siapa aku tidak peduli tapi aku mau kamu harus tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan terhadap istriku, kamu melukai istriku sedangkan kenal kamu aja tidak, sekarang kamu harus tanggung jawab atau kamu mau aku seret kamu ke polisi. Dan satu lagi jangan cobak-cobak melukai nona muda kalau tidak kamu juga berhadapan denganku.
Wah....siap kira-kira pria itu sehingga di mengenal Dinda...apakah pria dari masa lalu Dinda?
__ADS_1