Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
117


__ADS_3

Dea menoleh kebelakang karena ada yang menepuk pundaknya namun ternyata itu adalah Dinda dan Dava membuat Dea senyum bahagia Dea langsung memeluk Dinda, tapi dalam hati Dea sangat hancur saat Dea melihat Dinda pengen sekali Dea menangis disitu tapi sayang mereka masih diluar dan banyak sekali pengunjung padahal masih pagi sekitar jam sembilan lewat namanya juga restoran bintang lima jadi yang datang makan kesana harus orang-orang berkelas juga.


"Dik kamu bikin kanget kakak saja kalian dimana tadi kakak di luar tapi tidak melihat kalian"? Tanya Dea binggung karena memang dia baru saja masuk sedangkan tidak melihat mobil masuk tadi.


"Kakak saja yang tidak perhatikan samping kiri kanan tadi aku didalam mobil kakak pas lihat kakak aku memangil kakak tapi sudah terlanjur masuk kedalam makanya aku dan mas Dava nyusul kakak ternyata kakak berdiri disini, yuk masuk kedalam mas Dava sudah siapkan tempat untuk kita."


Aku melihat kakak Dea binggung mungkin karena kakak Dea tidak percaya kalau kami bisa ada di restoran ini sehingga kakak Dea menatap aku dan Dinda bergantian sambil tersenyum, memang kakak Dea sekarang sangat berubah benar-benar beruba, tapi aku melihat senyum kakak Dea seperti ada kesedihan mendalam di balik senyuman itu.


"Kakak ayuk masuk kakak menghalangi jalan tuh bagaimana kita mau lewat sedangkan kakak berdiri pas di tengah jalan hahah".padahal aku hanya bercanda karena jalannya masih luas membuat kakak Dea dan Dinda tertawa dan sempat menarik perhatian beberapa pengunjung menatap keara kami."


"Kamu ini ya Dav jalannya masih luas banget kamu bilang aku menghalangi jalan, yaudah kalian berdua duluan biar kakak dari belakang saja" ujar kakak Dea.


Dinda menarik tangan kakak Dea dan kami bertiga jalan beriringan masuk kedalam ruang vip yang sudah manajer siapakan, aku juga sudah pesan makanan terbaik di restoranku agar kakak Dea bisa menikmatinya.


Kami bertiga masuk kedalam ruangan ternyata manajer sudah menunggu disitu tapi sebelumnya aku sudah bilang ke manajer jangan perna manggil aku dengan sebutan Tuan muda kalau ada kakak Dea bersama kami, bukannya aku tidak mau kasih tahu siapa aku tapi biarlah kakak Dea tahu sendiri setelah kami melangsungkan resepsi kemungkinan nanti aku dan Dinda mengundang kakak Dea dan Tahir saja yang datang kalau yang lain tidak usa.


Mungkin manajer lupa jadi dia berikan hormat tapi untung dia belum berbicara kalau gak langsung ketahuan deh.

__ADS_1


Kami bertiga masuk kedalam ruang vip jadi kami dipersilahkan duduk namun sebelum kakak Dea bicara datang dua orang pelayan menyajikan semua makanan dan minuman yang sudah aku pesan, sebelumnya membuat kakak Dea terkejut karena mungkin pikirnya kita baru datang dan belum ada yang pesan makanan kenapa makan sudah tersajikan.


"Parmisi Tuan, nona." ujar pelayan dan langsung menata makanan ada di atas meja tapi kakak Dea belum berkomentar, setelah selesai pelayan itu pergi barulah kakak Dea bertanya mungkin karena kakak Dea penasaran.


"Dav, dik. Siapa yang pesan makanan sebanyak ini kita baru datang dan belum pesan apa-apa kok sudah di antar lihat makanannya banyak sekali dan sangat enak"?


"Kakak saat ini aku lagi lapar jadi boleh tidak kita makan saja dulu tidak usa pikirkan siapa yang pesan yang penting mereka sudah antar itu artinya memang ini punya kita, tidak usa memikirkan pembayarannya karena ini makanan gratis untuk kakak haahha"


"Iya kakak benar kata mas Dava kita makan dulu soalnya kelihatan sekali kakak belum makan aku tahu tadi pagi kakak dari rumah gak makan jangan sampai kakak sakit cukup saja kita sakit karena kepergian ayah jangan sakit karena yang lain." ujar Dinda membuat Dea memantap mata adiknya itu dengan tatapan sedih tapi karena kakak Dea juga memang sudah lapar akhirnya kakak Dea bersabar untuk menyampaikan keinginannya.


"Haha kamu kok tahu dik kalau tadi kakak dari rumah gak makan, bagaimana mau makan melihat kondisi rumah saat ini saja sudah seperti neraka"? Tanya Dea.


"Kamu ini ya dik bikin ngakak saja"?


Akhirnya kami makan tanpa ada obralan di antara kami karena aku dan Dinda sudah terbiasa dirumah kalau makan tidak ada obralan di antara kami tunggu sampai selesai makan dulu baru kami mulai ngobrol.


Hampir dua puluh menit kami bertiga menikmati makanan yang sudah tersaji diatas meja padahal kami hanya bertiga, bukannya banyak makan kami hanya makan sedikit juga tapi pesannya banyak banget biasalah ya orang kayak jadi tidak masalah bagi kami hahahha...sombong kali.."

__ADS_1


Yang penting kami nyaman saat makan setelah selesai makan mulai lah Dinda bertanya pada kakak Dea kenapa kakak Dea minta ketemuan, karena jujur saja kalau bukan karenac kakak Dea yang ngajak. Kami tidak di ijinkan kemana-mana sama ayah dan ibu apalagi sudah mau hari H.


Tapi karena kakak Dea yang minta ketemuan dan juga katanya ini sangat penting menyangkut ayah mertua makanya aku dan Dinda minta injin sama ibu dan ayah untuk datang temui kakak Dea itupun harus penjangaan ketat.


"Kakak apa kabar dan apa yang mau kakak ceritakan ke Dinda dan mas Dava, sepertinya ini masalah sangat serius ya kakak"? Tanya Dinda.


"Kabar kakak sangat buruk dek saat ini di rumah kacau balau dibuat oleh nenek sihir itu sampai kakak muak melihatnya, sehingga tadi pagi memang kakak datang kesini tidak sarapan. Dan kakak datang kesini karena mamang kakak mau beritahu kalian berdua sesuatu. Tapi untukmu dik kakak harap kamu kuat jangan sama kayak kakak yang begitu rapuh."


"Ha memang kenapa dengan Nenek sir kakak kok bisa ada nenek sihir di sana sejak kapan kakak?" tanya Dinda membuat kakak Dea tertawa melihat kepolosan adiknya itu, aku paham siapa yang di maksud nenek sihir oleh kakak Dea pasti itu bu Anjani.


"Astaga dik kamu kenapa polos banget sih nenek sihir itu ibu, yang ngamuk kayak kesetanan sampai semua barang yang ada didalan rumah itu dihancurkan".


"Oalah kirain nenek sihir yang biasa naik sapu ijuk itu tahunya nenek sihir penghuni kediaman keluarga Winata."


Aku melihat interaksi Dinda dan kakak Dea membuat aku bahagia karena dulu mereka berdua kayak musu, tapi sekarang mereka berdua sudah membaik itu adalah suatu kebahagiaan untukku.


Karena memang hanya Dinda dan kakak Dea yang saudara kandung sedangkan Lexza itu anak bawaan. Jadi tidak perlu di pikirkan untuk apa di pikirkan juga sendangkan dia orang jahat begitu.

__ADS_1


"Jadi apa lah yang mau kakak kasih tahu kakak pasti ini sangat penting makanya kakak berani minta ketemuan."


"Iya dik ini soal kecalakaan yang minimpa ayah dik kakak sudah tahu semua tentang siapa pelakunya" ujar kakak Dea dengan mata mulai berkaca-kaca


__ADS_2