Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
444


__ADS_3

Keesokan harinya aku membuka mataku ternyata Dinda sudah tidak ada di sampingku. Aku kira Dinda di kamar mandi ternyata saat aku mencarinya di kamar mandi Dinda tidak ada, aku juga masuk ke ruang kerja karena aku pikir Dinda ada disana namun sama tidak ada seketika membuat aku panik karena Dinda tidak perna begini, apalagi masih pagi-pagi begini kemana emangnya, aku lihat hp ada di meja kemana kok bisa hp tinggal, masih jam enam sudah bikin panik aja istriku ini.


Aku kembali berlari ke kamar si kembar dulu tapi tidak ada, karena aku tidak tahu mau ngapain akhirnya aku mencari sambil memanggil Dinda tapi tidak ada sahutan dimana pun, soalnya kebanyak setiap kamar di rumah ini mrmiliki kedap suara.


"Sayang.....Dinda kamu dimana...Dinda sayang kamu dimana sih kenapa hp kamu tinggal disini jangan bercanda deh, tidak seru tahu"? karena tidak ada jawaban aku berniat untuk menghubungi pak Erik kalau tidak asisten Arfan dan Asistrn Mawar.


Aku langsung mengambil hp dan menghubungi pak Erik dan asisten Arfan, menanyakan pengawal yang bawah dan yang menjaga gerbang Dinda keluar tidak? Walaupun aku yakin Dinda tidak keluar dari gerbang tapi rasa panik mu tidak bisa di hindari.


"Hallo pak Erik, tadi pak Erik lihat nona muda tidak, keluar dari gerbang? soalnya nona muda tidak ada di kamar dan semua ruangan ini sudah aku cari tapi tidak ada juga mau aku bubungi tapi hp tinggal disini, cepat cari nona muda di sekitar taman dan mana asisten Arfan tolong periksa semua yang di bawah. Cari di paviliun tempat latihan dan penjara bawah tanah " Ujarku panik.


"Siap Tuan muda saya akan gerakan pengawal untuk bantu cari, tapi tidak mungkin nona muda hilang Tuan, apalagi pergi meninggalkan Tuan muda itu tidak mungkin, lantaran nona muda sangat mencintai Tuan muda jadi tolong Tuan muda jangan panik, karena cinta mati itu tidak akan kemana nona muda pasti kembali sabar ya Tuan muda jangan panik" ujar pak Erik


Astaga ini pak Erik benar-benar deh aku lagi panik bukannya bantu nyari,in, justru bikin kesal aja deh kemana sih kamu sayang tidak biasa begini kamu pergi tanpa memberitahu mas, aku ingat tadi belum lihat gasebo siapa tahu Dinda ingin memcari suasana segar disana, lantaran gasebo menghadap ke arah matahari terbit, aku lari lagi ke gasebo tapi sama saja tidak ada, kalau mau pergi itu bilang kenapa sih sayang jangan bikin panik begini.


Semua panik ayah dan ibu juga ikut panik pengawal pada nyari,in pada berpencar ke mana-mana, ada yang ke paviliun ada juga ke penjarah bawah tanah, karena tidak ketemu juga beberapa pengawal bersama pak Erik, asisten Arfan dan asisten Mawar naik ke atas untuk bantu cari, ibu yang mendengar putry nya hilang juga ikut panik padahal baru jam enam.


Saat kami semua di landa kepanikan, perkataan asisten Mawar yang membuat kami agak sedikit tenang.


"Tuan muda maaf jika saya lancang apakah Tuan muda sudah mencari di ruangan vitnes, karena bisa jadi nona muda disana, kemarin nona muda srmpat bilang kalau tubuhnya agak sedikit gemut dan berlemak jadi nona muda mau menurunkan srdikit badan, saya curiga nona muda sekarang ada di ruang vitnes." ujar asisten Mawar benar juga, kami semua bergegas kesana...

__ADS_1


Astaga benar juga kenapa aku tidak berlikir kesitu ya seharusnya dari tadi aku sudah periksa kesana, bukannya dari tad juga asisten Mawar beritahu ini justru ikut panik juga.


Kami semua berlarih ke ruangan vitnes, satu kali tendangan pintu terbuka. Dan nampaklah Dinda sedang olaraga.


Brakkkk!


Pintu terbuka astaga dengan santainya istriku keasyikan ngejim, saat melihat kedatangan kami justru dengan santai dia bertanya ada apa sampai wajah kami panik. Dinda tidak tahu apa kalau kami panik mencarinya.


"Mas ada apa? kenapa kalian semua datang kesini kayak panik begitu? apa ada sesuatu terjadi? Atau mau ikut olaraga juga sini biar kita olaraga bersama lebih seru kalau Dinda sendirian tidak seru." tanya dengan santai pengawal saling pandang bahkan mereka senyum ngejek melihat kepanikan ku.


"Maaf nona muda, kami pikir nona muda sudah bosan hidup dengan Tuan muda, sehingga nona muda pergi meninggalkan Tuan muda, asal nona muda tahu betapa paniknya Tuan muda sampai mengemparkan penghuni di tempat ini semua ikut panik semua mencari nona muda, syukurlah nona muda tidak pergi meninggalkan Tuan muda...dasar memang kalau sudah bucin di tinggal sedikit aja panik mengemparkan dunia.


Sue deh pak Erik memang sangat berani kalau soal ngejek, ya jelas pak Erik berani lah karena ayah juga selama ini menganggap pak Erik anaknya, seharusnya aku panggilnya kakak tertua tapi dasarnya aja tidak mau. Tapi kalau soal ngeledek nomor satu hanya pak Erik yang berani seperti ini sama aku, yang lain sama sekali tidak berani.


"Hahahaha.....benar kata Erik, suami kamu ini nak sangat panik tadi, dia kira kamu hilang sampai membuat gempar seisi rumah tahunya kamu disini syukurlah, tadibayah juga tidak yakin ksmi hilang tapi karena melihat suami kamu panik sampai pengawal juga ikut panik, akhirnya ayah dan ibu juga ikutan panik." Ujar ayah


"Ayah .ibu maaf tadi Dinda hanya mau olaraga aja"ujar Dind


"Sayang...kamu bisa tidak kalau mau kemana bilang dulu? kamu bikin mas panik tahu tidak, kalau kamu kenapa-napa gimana? Tadi mas bangun nyari,in kamu di kamar mandi dan seluruh kamar lainnya kamu tidak ada, mas lupa kalau ada ruang vitnes disini " ujarku.

__ADS_1


"Ya Tuhan, mas....gimana Dinda mau kasih tahu mas sedangkan mas aja masih tidur pules banget jadi Dinda tidak tega banguni mas, lagian mas juga berlebihan deh paniknya memangnya Dinda mau kemana? Kalau seandainya Dinda keluar dari rumah palingan pengawal tahu atau asisten Mawar juga tahu hmmm, Dinda itu merasa tubuh Dinda semakin berisi makanya Dinda sengaja ngejim karena kalau siang dan sore tidak sempat makanya Dinda ngejim lagi biar setelah selesai langsung mandi pasti segar."


Semua pada tertawain aku gila memang aku mengusir mereka semua pergi apalagi pak Erik memang keterlaluan, suka kali ngledek hanya karena aku panik mereka menertawakan aku dasar.


"Sayang...lain kali jangan seperti ini lagi, kalau seandainya kamu bawah hp tidak mungkin mas sepanik tadi karena kamu bisa di hubungi, ini kamu tidak kelihatan hp aja tinggal siapa yang tidak panik cobak, jangan berpikir kalau sekarang tidak ada lagi kejahatan sayang, masih banyak kejahatan di luar sana mengincar kita tapi meraka tidak berani sehingga mereka cari waktu yang tepat, jadi sayang jangan bilang kalau tidak ada penjahat" ujarku.


"Iya maaf mas, Dinda kira mas tidak secepat itu bagun makanya Dinda meninggalkan hp karena Dinda juga rencana hanya satu jam aja ngejim nanti besok baru lanjut lagi, maaf ya mas. Dinda tidak tahu kalau cara Dinda membuat semua panik." ujar Dinda.


"Tidak apa-apa sayang, mas yang berlebihan soalnya mas takut terjadi apa-apa sama kamu, ya sudah kalau sayang mau lanjut latihan lanjut saja biar mas nunggu disini" ujarku tidak enak sama istriku karen aktifitasnya ternganggu oleh karena ulah ku.


"Tidak usa mas, sudah selesai kok, oh, ya mas biar Dinda ceritain semua tentang ibu ya kan, semalam Dinda belum cerita," ujar Dinda akhirnya Dinda mulai cerita apa yang di katakan bu Anjani dan apa yang terjadi dengan bu Anjani di lapaa selama ini.


"Oh, ya. Silahkan sayang mas jadi lupa." ujarku.


"Jadi sebenarnya kemarin itu sebelum Dinda ngajak kakak Dea ke lapas Dinda mimpi mas, Dinda mimpi ibu, seperti Dinda jalan-jalan di suatu tempat namun entah kenapa tiba-tiba Dinda sudah berdiri di pinggir tebing kalau Dinda bergeser sedikit saja Dinda akan terjatuh kebawah, namun saat keseimbangam Dinda tidak stabil dan hampir jatuh ke jurang ada tangan seseorang yang menamkapku akhirnya dia kembalu menarik ku ke tempat yang aman saat Dinda melihat ternta itu ibu dia tersenyum padaku dan bertanya aku tidak apa-apa aku hanya mengelengkan.


Sontak aku memanggilnya karena terkejut aku bilang ibu.....! Tapi dia yang hendak mau pergi berbalil dan berkata maaf....maafkan aku yang tidak pantas menjadi ibu mu, aku ibu yang jahat...aku ibu yang egois jadi aku tidak pantas di sebut sebagai ibu, tolong jaga diri kamu baik-baik ya kamu harus bahagia di tengah-tengah orang yang mengasihi kamu, maafkan aku nak....maafkan aku, ingat jangan mengulagi kesalahan kamu lagi kalau terjadi sesuatu sama kamu orang yang menyayangi kamu menderita. Jadi pulanglah sampaikan maafku pada mereka semua Setelah berkata demikain ibu berbalik badan dan melangkah ke arah tebing dan menjatuhkan dirinya kebawah sampai hancur tubuhnya berkeping keping."


Aku yang mendengar mimpi istriku merasa ngeri. Dinda juga melanjutkan kemarin dia ke lapas dan ibu Anjani sampai memohon dan bersujud di kakinya agar Dinda dan Dea mau memaafkan bu Anjani karena saat ini bu Anjani sakit, dan selama bu Anjani di lapas bu Anjani selalu dapat kekerasan fisik dari penghuni lapaa yang lain, aku yang mendengar kasian juga walaupun dulu bu Anjani jahat sama istriku dan aku, tapi kita sebagai manusia harus saling memaafkan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2