
Aku yang mendengar kalau Dinda istriku ingin kesalon pengen aku mengantarnya tapi masalahnya aku cepat pergi, ingin ketemu dengan ayah mertua karena masalah ini juga sangat penting jadi tidak apa-apa istriku tidak perlu pergi ke salon nanti aku telpon ibu untuk memanggil tukang salon rumah saja.
"Sayang maaf ya, mas tidak bisa antar kalau mas tidak sibuk tidak apa-apa mas antar kalian berdua ke salon untuk perawatan tapi kamu tenang saja nanti mas telpon ibu untuk memanggil salon ke rumah ada salon terbaik langanan ibu ada kok, ibu juga sering memanggilnya ke rumah, karena ibu tidak sempat pergi kesalon."
"Ya tidak apa-apa dong mas santai saja yang penting mas jaga diri baik-baik jangan sampai terjadi apa-apa jika nanti ada yang mencurigakan mas boleh hubungi aku jangan diam saja"
"Iya sayang kamu tenang ya, kamu juga harus jaga kesehatan kamu jangan sampai sakit. Ingat setelah selesai belanja terus makan dan langsung pulang jangan kemana-mana lagi."
"Haha iya bawel lama-lama suamiku lebih bawel dari pada perempuan gak bisa diam sudah berpa kali kata itu keluar mas, seharusnya mas juga begitu setelah selesai urusan mas harus cepat pulang bos Ob hahah. Tapi mas setelah selesai resepsi mas tidak bisa menyembunyikan status mas lagi sebagai Ob tapi sebagai Tuan muda Adinata grup. Aku yakin banyak yang akan mengincar keselamatanmu mas jadi nanti mulai dari sekarang juga aku akan mendampingi mas kemana pun pergi."
"Iya kamu benar sayang, tuh lihat Ririn sudah sampai disitu dia sudah menunggu kamu sayang ingat jangan kemana-mana."
Dinda langsung turun dari dalam mobil dan di sambut oleh Ririn yang sudah cengegesan karena dapat jajan hanya jangain kakak iparnya minta uang jajan, memang anak ini dari dulu tidak perna beruba setiap kali main kerumah selalu menguras isi atmku. Tapi aku sangat bahagia dia mau memintaku kalau sepupuku yang lain mana berani minta kecuwali aku yang inisiatif berikan uang kepada mereka. Kalau gak Jangan harap mereka minta entah mereka takut sama aku atau memang sudah banyak kali uang mereka bisa jadi.
Aku juga ikut turun sebentar Ririn dan Dinda mencium punggung tanganku dan mereka berdua sudah berlalu pergi tapi Ririn kembali menoleh dan agak menaikan sedikit suaranya berteriak kepadaku minta terimah kasih karena sudah berikan dia uang jajan.
__ADS_1
"Makasih uang jajannya kakak tanpan hati-hati di jalan ya" ujarnya
Saat mobil aku berlalu pergi tidak segaja aku menangkap seseorang dari kaca spion kok kayak orang yang tadi ya yang hampir saja kena tabrak di restoran kenapa dia ada disini, atau aku salah...ah mungkin hanya perasaanku saja lagian aku sudah melihat ketiga pengawal sudah berdiri mengikuti Ririn dan Dinda mereka pasti aman kalau pengawal yang lain mereka mengikuti aku.
Aduh...jadi lupa deh tadi rencana mau hubungi pak Reno untuk memberitahu kalau aku mau datang jadi lupa aku hubungi sekarang aja deh...atau gak usa ya biar aku datang saja lagian ayah juga pasti tidak kemana-mana, ayah keluar palingan malam kalau siang jarang jadi pasti ada di penginapannya.
Aku melajuh mobil dengan kecepatan agak sedikit tinggi karena aku pengen cepat sampai dan ketemu dengan ayah mertua terus setelah itu langsung ke kantor saja, ada banyak hal yang harus aku bicarakan dengan pak Erik karena sebentar lagi identis aku akan terbongkar jadi harus waspada jika nanti ada sarangan balik entah dari lawan bisnis atau dari musu yang sudah lama ingin nyawahku.
Aku memperhatikan dari kaca spion dan melihat mobil pengawal masih ada di belakangku berarti aman tidak terjadi apa-apa tapi yang aku kuatirkan adalah Dinda aku tahu Dinda bukan wanita yang lemah tapi aku juga harus waspada untuk menjaganya. Karena kalau terjadi apa-apa dengannya bukan hanya Ayah mertua yang marah tapi juga aku dapat kemurkaan dari ayah dan ibu aduh jadi merinding sendiri menjaga anak perempuan yang di sayang beginilah jadinya kayak hidup di tengah-tengah kumpulan singa haha.
Tidak sengaja aku melihat dari kaca spion ternyata masih ada mobil pengawal mengikutiku dan juga ada satu mobil lagi dari kejauhan melambung tinggi dengan kencang sekali lari mobil itu hampir sedikit menyengol mobil pengawal aku sudah bersiap setelah ia mendekati aku langsung membantik setir kesebelah kiri dan aku membiarkan mobil itu mendahului kami.
Gila benar tuh orang tidak takut mati atau bagaimana aku sudah sedikit kuatir jangan-jangan ini mobil musu kalau mobil musuh pasti dia berhenti setelah dia melewati kami atau bisa saja dia menghalagi jalan kami tapi kalau bukan mobil musuh berarti dia akan jalan terus bisa jadi karena memang ia terburu-buru sehingga pengemudinya mengemudikan dengan kecang begitu.
Namun mobil itu sudah tidak terlihat dimanapun berarti memang itu bukan musuh akhirnya aku melanjutkan perjalanan dan sampailah di parkiran dimana ayah mertua tinggal aku langsung parkir mobil dan gegas keluar bersama pengawal masuk kedalam lift, dan naik ke lantai atas dimana ayah mertua tinggal saat aku keluar dari lift ternyata pengawal dari ayah sudah mengetahui kedatanganku karena mereka melihat dari cctv jadi mereka sudah menunggu di depan pintu Lift.
__ADS_1
Saat Lift terbukan mereka langsung menunduk kepala beri hormat, " selamat datang Tuan muda silahkan masuk Tuan E Sudah menunggah" aku binggung Tuan siapa ternyata pas aku tanya itu inisial ayah makanya mereka sengaja pake huruf E saja bagus juga ide ayah.
Baru aku mau melangkah masuk tiba-tiba pak Reno muncul.
"Selamat datang Tuan muda silakan masuk Tuan sudah menunggu." Aku hanya tersenyum dengan setiap ucapan mereka karena biarpun aku tidak mengabari kalau aku berkunjung ke tempat ayah, mereka sudah tahu kuar biasa bukan.
Saat aku masuk ternyata benar ayah sudah menunggu ayah langsung bangkit dari duduknya dan memelukku.
"Kalian apa kabar nak Dinda baik-baik sajakan"? Tanya ayah mertua.
"Syukur ayah kami baik-baik saja, bagaimana dengan kabar ayah semua aman?" tanyaku.
"Ya seperti yang kamu lihat saat ini, ayah tahu jika kamu tiba-tiba datang kesini tanpa kasih kabar dan dengan mendadak begini pasti ada sesuatu hal yang sangat penting, sekarang katakan kabar apa nak yang kamu mau sampaikan untuk ayah"
"Iya ayah betul Dava datang kesini karena sangat terdesak ayah jadi Dava minta solusi dari ayah"
__ADS_1
Aku melihat ayah masih diam belum menjawab apa-apa mungkin ayah masih menunggu setelah aku selesai bicara.