Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
79:79


__ADS_3

Tuan Evan memandang Reno sambil tersenyum betapa takutnya Reno jika anak-anak panti asuhan tidak bisa sekolah karena gak ada uang. Padahal Reno belum menikah tapi sifat kepedulian itu sangat tinggi. Ia memiliki hati lembut dan kepedulian kepada anak-anak.


"Reno apa yang membuat kamu melakukan itu apakah hanya karena kamu kasihan sama mereka atau karena hal lain karena tidak semua orang melakukan itu hanya karena kasihan Reno." Tuan Evan.


"Ada rasa kasihan dan rasa peduli Tuan karena saya memposisikan diri saya ke mereka kalau seandainya saya adalah salah satu diantara mereka, betapa susanya mau makan juga susa mau sekolah juga berpikir karena kalau tidak dapat donasi dari orang terus mereka makan apa Tuan."


" Kalau pendiri panti itu orang kaya ya mungkin bedah cerita tapi kalau yang bangun panti itu adalah orang yang tidak memilik apa-apa juga tapi ia berani menampung mereka kenapa kita sebagai orang yang berkelebihan tidak mengulurkan tangan kita untuk memberkati mereka Tuan" ujar Reno


"Sebenarnya kita sama-sama lahir di dunia tapi mendapatkan nasib yang berbedah. Kita mendapatkan nasib baik yang di berkati Tuhan dengan berkecukupan tapi meraka tidak nah disinilah kita sebagai umat manusia saling membantu Tuan saya di bantu oleh Allah sehingga bisa mempertemukan saya dengan Tuan yang baik hati dan berikam saya gaji. Begitu juga mereka Tuan, Allah mempertemukan saya dengan mereka dan melalui saya Allah memberikan berkat untuk mereka"


Memang Reno hanya seorang pengawal tapi luar biasa hebatnya bisa berpikir sejauh itu, seharusnya dia masih sendiri jadi fokus pada diri sendiri bukan justru memikirkan kehidupan orang lain.


Reno sangat luar Biasa kepeduliannya, pantas aja dia semakin mendapatkan banyak rejeki karena suka berbagi dan menjadi donasi tetap di panti asuhan.


"Kamu memang sangat hebat Reno saya salut sama kamu kebaikan kamu itu sangat luar biasa sayangnya saya tidak punya anak perempuan lagi kalau gak dengan senang hati saya menerima kamu sebagai anak mantu."


"Lupakan saja Tuan anggap saja tidak perna ada rasa dalam hati ini, lagian nona Dinda juga sudah bahagia"


Drertttttt dretttt!


Tuan Evan dan Reno asyik bicara tiba-tiba hp Reno berdering, Reno langsung mengangkat setelah Reno melihat telpon itu dari siapa.

__ADS_1


"Hallo ada apa"? Tanya Reno.


"Halli bos gawat...gawat bos.." ujar anak buah Reno


"Hay gawat kenapa bicara itu yang benar"? Bentak Reno


"Gawat bos...dari tadi Tuan muda Dava dan nona Dinda datang kerumah sakit sepertinya mereka bermaksud datang jenguk Nyonya besar. Tapi justru di hadang oleh Tuan Kenedy dan nona Lexza jadi mereka bertengkar sampai Tuan Kenedy masuk rumah sakit karena Di hajar oleh Tuan muda Dava."


"Apa....kok bisa, ada videonya gak kalau ada kamu segerah kirim ya ke saya sama Tuan mau lihat dan tolong kamu Lindungi Tuan muda Dava dan nona Dinda jangan sampai mereka kenapa-kenapa" ujar Reno


"Aduh bos Tuan muda Dava dan nona Dinda tidak perlu di jaga atau di awasi juga sudah sangat hebat, bisa melindungi diri sendiri saya saja ngeri lihat kelihaian nona Dinda dalam memukul sadis sekaih."


"Ya sudah sekarang kamu kirim tuh videonya ok jangan banyak bicara dulu disitu saya butuh bukti bukan butuh omong kosong" ujar Reno


Reno langsung mengakhiri pangilannya dengan anak buahnya yang sudah ia utus untuk menjadi mata-mata ke rumah sakit.


"Ada masalah apa Reno tadi laporan dari siapa, sepertinya masalah sangat serius " tanya Tuan Evan penasaran.


"Ini Tuan laporan dari anak buah yang saya kirim untuk memata-matai keluarga Winata, dan juga mengetahui kondisi nyonya Winata Tuan dan ia melaporkan tadi kalau ternyata Tuan muda Dava dan nona Dinda mendatangi rumah sakit Tuan dan bukan hanya itu Tuan Kenedy di hajar sampai masuk rumah sakit". Ujar Reno melaporkan kepada Tuan Evan


"Hahaha seru dong pastinya saya sangat mengenal putry saya Dinda jadi dia sama seperti saya, mungkin dulu waktu dia masih tinggal di keluarga Winata dia masih memiliki hati untuk tidak meladeni setiap hinaan yang terlontar dari mulut mereka, tapi sekarang saatnya dia melakukan pembalasan seperti ayahnya, saya akan dipihaknya"

__ADS_1


"Saya mau melihat videonya karena pasti sebentar lagi akan ada berita yang viral, dimana-mana."


Tidak lama kemudia hp Reno berbuyi tanda anak notifikasih masuk, Reno sengerah membuka video itu dan menyerahkan ke Tuan Evan mereka berdua asyik nonton video itu sangat panjang durasinya hampir satu jam. Mereka menonton dari awal Dinda dan Dava datang sampai Kenedy masuk rumah sakit.


Tuan Evan yang menonton itu tertawa terbahak-bahak sampai Reno kanget dengan tawa Tuannya itu, ini sejarah dalam hidupnya seorang Tuan Evan bisa tertawa selepas itu, selama Reno mengabdi dengan Tuan Evan tidak pernah Reno melihat Tuan Evan sebahagia itu.


Tapi Reno juga diam-diam ia tersenyum melihat keberanian Dinda membalas Lexza dan Kenedy, memang sangat hebat tidak bisa diragukan lagi dengan seni belah diri yang di tekuni oleh Dinda dan Dava.


"Wah.....nona Dinda sangat hebat pria setinggi dan sekekar Tuan Kenedy bisa sekali tendang langsung tersungkur kayak tendang bola saja, kekuatan super dari mana nona Dinda miliki. saya makin kagum dengan nona Dinda tapi bukan untuk dimiliki cukup kagum dari jauh saja." gumam Reno dalam hati.


"Memang putryku sangat hebat Reno saya sangat puas dengan keberainanya, dia tidak takut sama sekali mau itu pria atau wanita dia hajar buktinya perempuan Sinting itu juga di hajar. Dan saya puas karena Dava dan Dinda sudah memberitahu tentang identitas perempuan itu, jadi kalau dia tidak percaya ya tinggal tes DNA gampang tapi saya yakin dia berpikir ulang sebelum dia melakukan itu takutnya dia tidak kuat menerima kenyataan pahit itu dan jatuh pingsan kan bahaya siapa yang menolongnya"


Tua Evan dan Reno lanjut menonton video itu sambil berkomentar kalau Reno meyayangkan sikap Kenedy dan Lexza yang terlihat terlalu ambisius mencari perkara, sehingga Tuan muda Dava dan Nona Dinda tidak dapat menahasan emosi mereka.


Dan Tuan Evan juga sama berpendapat tapi mereka fokus ke perlakuan Dea terhadap Dinda dan Dava hal itu membuat Tuan Evan terharu dan matanya berkaca-kaca karena memang itu harapan Tuan Evan kalau Dinda dan Dea harus saling menyayangi karena mereka berdua adalah anak kandung Tuan Evan.


Kalau soal Lexza sebentar lagi ia sudah angkat kaki dari keluarga Winata karena Lexza bukan bagian dari keluarga Winata, sebenarnya Tuan Evan juga menyayangi Lexza sama seperti ia menyayangi Dinda dan Dea tapi sayangnya sifat Lexza sangat bar-bar dan egois, itu yang membuat Tuan Evan tidak suka dengan sikap Lexza.


"Reno kamu bilang sama anak buah kamu terus pantau nona Dinda dengan Tuan muda Dava ya saya tahu mereka datang kesana punya maksud dan tujuan tertentu. Jadi mereka sudah siap membelah diri mereka bahkan pasti ada pengawal mereka di situ juga tapi mereka tidak mendekat karena di larang pasti oleh Dava dan Dinda"


"Jangan sampai anak-anak saya kenapa-kenapa kalau sampai itu terjadi saya tidak akan mengampuni orang yang berani mencelakai mereka." ujar Tuan Evan marah.

__ADS_1


"Baik Tuan" ujar Reno


__ADS_2