
Hummm beruntung sih Rafa jadi kakak laki-laki Dinda dqn adik laki-laki kakak Dea, harapan kami semua semoga ayah mertua berjodoh dengan tante Riska, aku mau lihat betapa menderitanya bu Anjani sqat tahu ayah mertua mendapatkan istri yang sangat baik dan kaya, aku pengen setelah semua aset di ambil bu Anjani jangan di penjarah dulu biarkan dia tersiksa batin karena menyaksikan kebahagiaan ayah mertua.
Ayah mertua dan ayah lanjut ngobrol sedangkan aku Gama, mas Tahir dan Rafa berjalan mendekati pengawal untuk mengecek apakah makanan semua sudah selesai belum, memang ini masih setegah tujuh sih belum jam delapan juga tapi aku saja yang tidak tahan pengen makan.
"Pak masih lama ya?" Tanyaku pada pak Wan dan chef yang lagi sibuk memangang.
"Maaf Tuan muda tinggal sedikit lagi" ujar chef. Aku tersenyum dan kembali ke tempat dudukku dimana ayah Edy dan dan ayah mertua berada, mereka lagi asyik ngobrol aku yakin mereka ngobrol soal perusahaan ayah mertua.
"Jadi bagaimana besan besok kita mulai bergerak atau bagaimana, jangan tunggu lama-lama kasian karyawan lagi gantung pekerjaan dan gaji mereka saya yakin mantan istri besan tidak akan berikan gaji pada karyawan, karena dia tidak tahu ambil uang dari mana lagi kalau soal balik nama semua sertifikat nanti saya bantu besan" ujar ayah Edy
"Baik besan besok saya akan menyuruh pihak bank ke kediaman Winata untuk menyitah semua sisa harta yang ada rumah mobil dan lainnya. Kalau soal ganti nama semua sertifikat besan tidak perlu kuatir karena sudah ada notaris yang handle melakukannya karena saya sudah perna memanggil mereka ke tempat saya." Ujar ayah mertua.
"Terus bagaimana dengan rencana besan mendatagi orang ke rumah itu padahal besan tahu seperti apa mantan istri besan". Tanya ayah kepada ayah mertua. Akhirnya ayah mertua mulai menjelaskan kepada ayah Edy rencananya seperti apa.
"Saya mengundang pihak bank dan notaris datang dan kami sudah buat rencana kedepannya besan."
saya sengaja kerja sama dengan pihak bank untuk menarik semua aset, yang belum di ganti atas nama Dinda. Dari semua bisnis masih ada restoran, hotel di tambah apertemen ada juga rumah makan di dekat pusat kota hanya bisnis itu yang masih menjadi atas nama saya, jadi saya sengaja membuat perusahaan krisis agar semua aset segaja disita oleh bank. Dan ganti atas nama Dea karena Dinda sudah dapat banyak Aset jadi yang lain diberikan kepada Dea kalau Lexza dan perempuan itu tidak dapat apa-apa kalau adik saya sudah dapat bagiannya juga".
Aku hanya mendengar dan menyimak dulu setekah selesai ayah mertua bicara baru aku bisa sambung karena menurut aku rencana ayah mertua bagus juga.
__ADS_1
"Saya rencana biarkan pihak bank datang ke kediaman Winata untuk menyitah semua aset yang ada, meraka harus mengatakan kalau perusahaan memiliki hutang triliun di bank jadi tidak cukup hanya untuk jual aset perusahaan,...jadi mobil rumah semua harus di sita bahkan orang yang ada dirumah juga harus secepatnya keluar dari rumah itu.
Nah setelah semua aset sudah di sita disitu saya menyuruh pihak bank untuk memblokir semua kartu atm Anjani dan Lexza dan uangnya harus dibekukan karena semua uang itu adalah hak milik kedua putry ku, bukannya saya tidak mau memberikan Lexza harta tapi saya muak dengan sikapnya dan apakah besan sudah tahu kalau Lexza itu adalah anak kandung dari kakak angkat besan Admaja."
Hummm untung ayah sudah tahu juga jadi bisa dengan tenang menangapinya kalau tidak bisa bahaya.
"Saya sudah tahu besan..tapi Admaja sudah meninggal saat dia menculik Elsa waktu itu dan untung datang pahlawan penyelamat kami kalau tidak kami bisa mati di tangan bajingan itu "
"Kalau seandainya mereka berdua jadi menikah mungkin besan dalam bahaya karena kedua penjahat itu berkumpul jadi apapun mereka bisa melakukan. Oh, ya besan saya tidak bisa lama-lama karena saya ada pekerjaan"
Aku dan ayah menaikan kedua alis kami kok pekerjaan tengah malam pasti ayah memiliki rencana ada apa ya?. Ayah mertua ceritakan semua kepada aku dan ayah wah...mantap juga tapi jangan sampai Dinda tahu.
"Kamu tenang saja nak Dinda tidak akan tahu" jawab ayah mertua.
Aku mau lihat bagaimana reaksi bu Anjani dan Lexza saat rumah disita dan semua atm di bekuk hehehe makan apa mereka nanti pasti mereka akan mengemis di jalan.
"Ayah...seharusnya bukan hanya atm bu Anjani dan Lexza yang di bekukan, tapi juga Ogen selingkuhannya itu karena semua dananya mengalir ke rekening Ogen kalau hanya bu Anjani Dava rasa sama saja karena uangnnya tidak sebanyak yang ada di atm Ogen." ujarku.
"Nah kalau ini saya setujuh dengan Dava besan pria itu juga harus dibekukkan atmnya biar uangnya bisa di ambil kembali" kali ini ayah sependapat denganku sedangkan ayah mertua juga setujuh saja.
__ADS_1
Untung ayah mertua orangnya suka mendengar kritik dan saran dari orang lain jadi bagus kalau tidak makin rinbet.
Saat kami asyik ngobrol Gama datang bersama Rafa dan mas Tahir katanya semua sudah tersedia, akhirnya kami makan bersama kali ini kami semua tidak makan di atas meja karena kami sangat rameh jadi kami bentangkan karpet di taman belakang didekat kolam untung bersih jadi kami semua melingkar dan makan bersama.
Tapi saat kami semua mulai makan ada yang menarik perhatian kami dari cara duduk kami saling berpasangan dengan susunan rapih ayah dan ibu, baru disusul aku dan Dinda setelah itu disampingku ayah mertua dan tante Riska lanjut kakak Dea dan mas Tahir barulah Ririn, Rafa dan Gama selenjutny pengawal dan semua pelayan.
Tapi bukan itu yang mencuri peehatian kami, kenapa ayah mertua dan tante Riska sama bahkan tidak segan tante Riska mengambil makanan untuk ayah mertua, hal itu membuat kami semua bahagia semoga tante Riska melepaskan masa jandanya dan ayah mertua melupakan kenangan pahitnya.
Tante Riska dan ayah mertua kayak pasang suami istri benaran padahal baru kenal.
Karena sementara makan tidak bisa bicara sehingga kami semua hanya saling lempar pandang saja tapi tidak berani buka suara.
"Mas banyak makan, Dinda tahu tadi mas sudah kelaparankan makan yang banyak makan biar tidak kelaparan lagi" ujar Dinda yang jelas hanya berbisik.
" Iya sayang kamu juga banyak makan, karena kalian ada dua orang yang makan kalau sayang belum puas biar mas bawah kekamar nanti untukmu saya kalau kamu lapar"
"Tidak perlu mas nanti badan Dinda makin gendut, cukup segini saja" ujar Dinda
Astaga istriku ada-ada aja deh makan saja mikirin gendut namanya juga orang hamil ya pasti badan gendutlah lavian mau dia gendut atau jelek aku tetap mencintainya jadi tidak perlu memikirkan tubuhnya asal bayi dan ibunya sehat sudah cukuo juga bagiku.
__ADS_1
Semua makan dengan lahap termasuk ayah mertua dan tante Riska mereka berdua kompak dan akrab baru sakali ketemu langsung akrab ya mantap juga jiwa muda ayah mertua langsung memikat hati wanita.