Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
424


__ADS_3

Tepat jam sepuluh aku melangkah ke restoran perusahaan karena aku sudah janji dengan Tuan Adrak untuk ketemuan disana disana dan ternyata Tuan Adrak juga tidak keberatan, setelah aku sampai tidak selang lama Tuan Adrak juga sampai. Untung aku sudah fuluan sampai sebelum Tuan Adrak sampai kalau tidak aku jadi tidak enak dengan Tuan Adrak kalau sampai datang terlambat, padahal peryemuan di restoran perusahaan.


"Selamat pagi Tuan Dava maaf saya agak sedikit terlambat, karena tadi ada meeting penting." ujar Tuan Adrak sambil mengulurkan tangannya.


"Oh tidak masalah Tuan Adrak saya juga baru datang, silakan duduk Tuan" ujar ku


Aku sengaja pesan minuman untuk Tuan Adrak biar ngobrol sambil minum itu seru, tidak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan minum dan cemilan langsung meletakan di atas meja aku mempersilahkan Tuan Adrak minum. Aku tahu Ruan Adrak baru sampai jadi pasti haus.


"Maaf Tuan Dava saya belum pesan apa-apa kenapa ada minuman dan banyak makanan ada disini, saya baru saja sampai disini?" tanya Tuan Adrak.


"Silahkan menikmati Tuan Adrak saya yang pesan ini semua, seorang Tuan Adrak datang ke perusahaan saya masa saya tidak sungukan apa pun walaupun hanya minum, itu tidak mungkin bukan hehehe, apalagi Tuan Adrak baru aja sampai pasti haus " ujarku.


"Ah...makasih Tuan Dava, anda baik sekali anda memang tahu kalau saya belum minum karena selesai meeting saya langsung buru-buru kesini" ujar Tuan Adrak langsung mengambil minumnya dan minum sedikit.


"Jadi apa yang ingin Tuan Dava bicarakan, saya akan membantu asal sesuai dengan jalannya, karena ini baru pertama kali seorang Tuan muda Dava meminta bantuan saya jadi saya penasaran" tanya Tuan Adrak.


Aku mulai menjelaskan semuanya, dari aku di bandara dan ketemu Amora dan ibunya bahkan sampai ibunya lagi di rumah sakit bersama dengan anaknya, aku juga menjelaskan kalau ternyata mamanya Amora adalah istri pertama Tuan Maulana, sehingga aku ingin membantu wanita paru baya dan anaknya untuk mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik mereka, bukan tanpa alasan aku meninta Tuan Adrak masa aku tidak bisa melakukan sendiri dengan hal sekecil ini tapi masalahnya perusahaan Tuan Maulana bekerja sama dengan perusahaan Tuan Adrak jadi lebih gampang menghancurkannya.


Aku juga cerita semua kalau Tuan Maulana juga mencengah operasi istrinya tapi dia terlambat jadi semua sudah selesai.


"Jadi begitu ceritanya Tuan Adrak apakah Tuan bisa bantu untuk mengembalikan perusahaan itu kepada istri pertamanya? saya tidak punya maksud lain Tuan tapi saya paling benci seorang suami semena-mena terhadap istrinya, apa lagi dia juga menelantarkan putry nya demi wanita tidak jelas itu " ujarku membuat Tuan Adrak mangut-mangut.

__ADS_1


"Hmm kalau itu alasan Tuan Dava, saya siap membantu dan saya akan membuatnya bertekuk lutut dan memohon kepada istri dan anaknya, ternyata Maulana sombong itu punya dua istri pantas aja dia tidak punya belas kasihan terhadap perempuan karena putry nya sendiri saja di terlantarkan bajingan memang dia, sekarang dia juga lagi bermasalah dan perusahaannya juga dalam masalah besar karena videonya yang viral itu, saya tidak terimah begitu saja bajingan itu menampar putry saya jadi saya buat perhitungan dengannya.


Tuan muda percaya sama saya, berikan saya waktu tiga hari perusahaan itu kembali jadi milik istrinya, karena penanam saham terbesar di perusahaan itu adalah saya, jadi saya bisa membeli saham yang sisa sekalian dengan perusahaannya itu, kita lihat saja Tuan muda dia pasti akan menyesal" ujar Tuan Adrak dengan tegas.


"Ya saya percaya dengan Tuan Adrak saya akan tunggu kabar baik itu Tuan, saya hanya kasian aja sama ibu dan anak itu. Makasih karena Tuan sudah siap membantu saya" ujarku.


"Hahaha....Tuan Dava bisa aja, saya tidak membantu Tuan Dava tapi saya membantu ibu itu, jadi tujuan kita sama" ujar Tuan Adrak


Kami ngobrol-ngobrol tiba-tiba aku singung soal proyek yang sementara berjalan, ternyata Tuan Adrak juga ingin menanyakan hal yang sama.


"Tuan Dava bagaimana dengan pembangunan proyek yang ada di kota X sudah ada kemajuan"? Tanya Tuan Adrak.


"Syukur Tuan sudah berjalan lima puluh parsen, satu bulan lagi mungkin sudan selesai jadi Tuan Adrak tenang saja semua sesuai dengan ekspetasi, saya yang bertangung jawab dengan proyek yang sudah Tuan percayakan kepada saya Tuan." Ujarku.


Siapa yang tidak sakit hati putry nya di hina dan di rendahkan bukan hanya itu saja tapi sampai di tampar, untung itu bukan Gretta yang di perlakukan begitu kalau berani ada yang mententuh putri ku aku tidak sengan mematahkan lehernya dan menghabisi dia tidak ada kata ampun.


Aku paham perasaan Tuan Adrak. Setelah aku selesai melakukan pertemuan dan Tuan Adrak aku kembali ke ruanganku karena masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan, jadi orang kayak juga tidak enak, karena orang yang sukses itu harus kerja keras kalau duduk diam dirumah dapat uang dari mana biar kasih makan istri anak.


Aku masuk kedalam ruangan tak lama kemudian pak Erik datang.


"Maaf Tuan muda, ada perusahaan baru yang sekarang agak sedikit maju baru saja mengirimkan file untuk minta kerja sama dengan kita, ada perjanjian yang sangat mengiurkan Tuan muda kalau di lihat banyak keuntungan dari perusahaan ini" ujar pak Erik.

__ADS_1


"Pak Erik sudah memeriksa file nya dengan detail belum jangan sampai kita masuk kedalam jebakan musuh kita, pak Erik jangan cepat tergiur dengan berkar hasil perjajian itu karena sekarang banyak sekali modus, cobak pak Erik kirim file nya ke aku biar aku cek dulu. Ujarku perusahaan mana sih yang minta kerja sama.


"Sudah Tuan muda saya sudah kirim coba Tuan muda cek dulu siapa tahu Tuan muda tertarik, tapi Tuan kalau saya biarpun penjanjian dengan keuntungan begitu besar pun saya tidak mau karena saya tahu siapa orangnya Tuan. Saya hanya tanya Tuan saja siapa tahu ada jawaban lain dari Tuan." ujar pak Erik.


Aku penasaran siapa yang mengirim file ini, setelah aku periksa ternyata perusahaan dari seorang penghinat, dasar penjilat dulu ayah susa payah membantunya ternyata menusuk ayah dari belakang sekarang dia ingin menjebak siapa lagi, oh aku punya ide bagaimana kalau aku kerja sama aja dengannya tapi aku menanam saham lebih besar dari semua, nah disitu aku menghancurkannya karena dia berani main-main dengan ku.


"Pak Erik masa pak Erik lupa dengan pemilik peeusahaan ini? Dulu ayah perna bantu dia saat perusaha-an dia di tipu habis-habisan oleh rekan kerjanya sehingga dia datang meminta bantuan sama ayah untuk membantunya, ternyata setelah perusahaan kembali bangikit rupanya dia berkhianat" ujarku.


"Iya Tuan muda saya sangat ingat karena waktu itu saya masih bersama Tuan besar, jadi maksud Tuan muda ingin kerja sama dengannya untul balas dendam, padahal Tuan besar sudah iklaskan semua itu dan tidak menuntut apapun". Tanya pak Erik.


"Hehehe pak Erik....pak Erik.....tidak ada yang gratis bagi seorang penghianat, ayah diam bukan berarti ayah tidak melakukan apapun diam-diam ayah mengirim penyusup ke perusahaannya untuk mencuri data pribadinya dan membocorkan, jadi ini kesempatan besar sekali kita hancurkan rata sampai di tanah." ujarku tersenyum, membuat Pak Erik tersenyum sedangkan sekretaris Dani dan asisten Arfan hanya diam saja mereka tidak tahu apa-apa karena mereka baru kerja disini.


Tunggu saja tua bangka aku akan menghancurkan kamu membalaskan sakit hati ayah ku kepadamu, kamu tahu betapa sakitnya hati ayahku saat kamu menipunya padahal ayah ku tulus membantu kamu tapi justru kamu menusuknya dari belakang.


"Sekretaris Dani siapkan berkas dan sebelum berikan kesini berikan dulu ke pak Erik untuk di periksa nanti baru antar kesini, dan nanti yang akan bertemu dengan manusia itu pak Erik dengan asisten Arfan saja, jangan aku sama sekretaris pak Erik" ujarku.


Ternyata pak Erik setujuh aku menyuruh asisten Arfan ikut pak Erik agar apa yang di bicarakan mereka di rekam oleh asisten Arfan, asisten Arfan juga siap untuk ikut pak Arik sedangkan sekretaris Dani akan menyiapkan semua berkas kerja sama dengan perusahaan itu.


Aku sengaja meminta sama pak Erik untuk meminta akan menanamkan saham di perusahaan tua bangka itu sebesar lima puluh parsen, itu sudah paling besar karena lima puluh parsen lagi palingan bagi-bagi untuk penanam saham lainnya.


"Baik Tuan muda saya akan melakukannya semoga semua bisa berjalan dengan baik, nanti saya juga akan bantu mempersiapkan kekurangan yang lain Tuan muda" ujar pak Erik.

__ADS_1


Setelah selesai kami bahas masalah ini, pak Erik kembali ke ruangannya begitu juga yang lain sekretaris Dani dan asisten Arfan kembali ke ruangan untuk melanutkan kembali pekerjaannya masing-masing, sedangkan aku juga kembali membuka leptop dan melanjutkan pekerjaan.


__ADS_2