Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
295


__ADS_3

Pak Reno langsung membawah cambuk itu datang dan langsung menyerahkan ke tangan ayah mertua membuat bu Anjani mundur beberapa langkah kebelakang sambil berguarau tidak jelas.


"Nak Dava sama asisten Arfan dan Reno masuk saja ke kamar kalian menyaksikan saja dari kaca itu, jangan sampai kalian keluar dari dalam ayah ingin bermain dengan perempuan ini ayah mau dia meresakan penderitaan, ayah tidak mau kalian mengotori tangan kalian cukup aku saja, banyak dosa dan kesalahan yang sudah dia lakukan jadi tidak ada ampun untuk manusia seperti ini.


Dan kamu hukuman ini tidak seberapa setelah kamu ketemu dengan pujaan hatimu baru kamu tahu seperti apa hiddup di neraka. Yang aku lakukan kali ini hanya pembalasan kecil untuk mu atas apa yang sudah kamu lakukan terhadap putri-putriku Diinda dan Dea, khususnya Dinda, kamu sudah menyiksanya dan karena kamu dan juga putri haram kamu Lexza Dinda harus kehilangan cucuk pertamaku."


Brakkkkkkl!


"Jangan lari perempuan hina, kamu mau menghindar sampai dimana aku akan menghajarmu, bukankah waktu kamu ingin membunuhku kamu tidak punya hati juga, jadi sekarang jangan bahas soal hati karena aku tidak punya hati untuk perempuan iblis sepertimu."


Ayah mertua asli ngeri, ayah mertua bicara bukan diam di tempat tapi setiap ayah mertua bicara begitu juga tangannya mengayungkan cambuk itu untuk mencambuk bu Anjan, karena ruangannya luas jadi bu Anjani selalu menghindar tapi karena ayah mertua linca sehingga biarpun bu Anjani menghindar tetap kena. Membuat bu Anjani berteriak histeris mengaduh sakit sampai memohon untuk di lepaskan, tapi sayangnya ayah mertua sudah tersulut emosi jadi makin ngercar menghajarnya


"Mas..apa yang kamu lakukan tolong hentikan mas, jangan macam-macam mas, aku mohon apa salahku sehingga mas ingin menyiksa aku seperti ini, ingat mas aku adalah istrimu dan ibu dari anak-anak kamu tega mas melakukan ini terhadap aku mas." Teriak bu Anjani gemetaran.

__ADS_1


"Hahaha....memang hukuman seperti ini pas untuk wanita ja**ng seperti kamu, ternyata sampai detik ini kamu masih tidak tahu diri dan belum sadar biar aku menyadarkan kamu pembu**h. Kamu bukan istriku lagi tapi kamu hanya seorang perempuam yang menjijikan bagiku, ternyata selama ini aku membagi istri dengan pria lagi dasar perempuan rendahan. Jangan kamu bawah-bawah nama Dinda dan Dea karena aku tahu dari dulu kamu tidak perna menganggap mereka ada, kamu hanya mau memperalat mereka untuk menjadi mesin uang kamu"


Bukkkkk....bukkkkkk!


"Argrh......ampun mas...ampun, ampuni aku mas jangan menyiksa aku kayak gini, aku terpaksa melakukan itu mas karena aku ingin semua harta itu menjadi milik ku mas, aku tidak iklas mas memberikan semua harta itu kepada Dinda dan Dea mas tolong aku khilaf mas"


"Ha..ha..ha..ampun kamu bilang! Waktu kamu dan selingkuha kamu ingin membunuhku kamu berpikir tidak resikonya seperti apa, semua kebusukan kamu aku tahu, dari kamu selingkuh sampai kamu merencanakan pembunuhan atasku. Dan paling menyedihkan bagiku adalah kamu juga ingin melenyapkan Dinda dan Dea hanya karena harta. Hak apa kamu dengan harta milik keluarga Winata? Kamu tidak punya hak apapun masih beruntung aku memberikan apa yang kamu mau tapi justru kami makin serakah"


"Iya mas aku salah ampuni aku.... arhga....mas tolong hentikan aku bisa mati mas, Dava tolong bantu ibu nak hentikan ayah mertua kamu tolong Dava, mas cukup mas. Lagian mas juga tidak meninggalkan? buktinya mas ada disini dan memanipulasi kami semua kalau mas masih hidup itu artinya mas juga seorang pembohong. Seharusnya kamu pulang mas kerumah biar kita bicarakan dengan baik bunyak sembunyi kayak pemgecut " teriak bu Anjani


Dengan kondisi seperti ini baru berteriak meminta tolong tapi pas, menghina dan menyiksa istriku apa dia berpikir seperti ada menderitanya istriku. Darah segar sudah bertebaran dimana-mana. Dan lebih parahnya lagi bukannya bu Anjani diam saja justru dia berteriak memaki ayah mertua pengecut dan pembohong jelas ayah mertua makin marah dong dengan teriakan bu Anjani.


Brukkkkkl.....brukkkk!

__ADS_1


"Mati! Kamu perempuan sun***al jangan berteriak minta tolong karena disini tidak ada malaikat pelindung untukmu, kamu tahu yang ada hanya apa? Hanya malaikat pencabut nyawah tapi tidak secepat itu kamu ku biarkan meninggal, aku mau membuat kamu menderita dulu baru aku kirim kamu ke dua tempat kamu tinggal pilih ke neraka atau ke sel tahanan. Berkumpul bersama dengan pujaan hatimu."


"Mas....tolong ampuni aku jangan memperlakukan aku seperti ini aku mohon mas atas khilafku mas, aku salah aku akan bertobat mas tapi tolong lepaskan aku dan berikan aku satu kali kesempatan lagi untuk bertobat mas tolong Allah saja bisa mengampuni kesalahan umatnya masa mas tidak bisa."


Wah..bijak juga bu Anjani dengan kondisinya sudah tidak berdaya saja masih bicara begitu tiba-tiba jadi bu ustadzah menceramahi ayah mertua, sebenarnya di hati kecil ku sangat iba saat melihat bu Anjani disiksa sampai di cambuk berulang kali dia mengaduh kesakitan pengen aku hentikan ayah mertua, namun tiba-tiba kembali teringat dengan apa yang sudah dilakukan kepada ustri ku jadi aku urungkan niatku untuk membantu.


Biarkan saja agar ada titik jerah juga terhadap bu Anjani. Semua pakiannya sudah berubah warna dari baju warna abu-abu sekarang berubah menjadi merah pekat, bu Anjani juga sudah terduduk di ujung sofa tidak mau mendekati ayah mertua sambil menangis bu Anjani memohon kepada ayah mertua untuk melepaskannya tidak masalah bu Anjani tidak mendapatkan harta yang penting dia dibiarkan pergi dengan selamat.


Tapi hal itu justru mendapatkan tawa,an yang mengerikan dari ayah mertua membuat buluh kuduk ku berdiri tertawa ayah mertua sangat menyeramkan.


" Mas tolong lepaskan aku mas biarkan aku pergi aku janji tidak akan meminta harta gono-gini dari mas, dan aku juga tidak akan mau menjadi istri mas lagi seperti yang mas inginkan tapi tolong biarkan aku pergi mas jangan membunuhku aku mohon, aku juga tidak akan mengaduhkan hal ini kepada Dinda dan Dea kalau mas masih hidup tapi tidak mau bertemu dengan mereka."


"Ha...ha..ha..tidak perlu kamu mengancam aku Anjani karena itu parcuma anak-anak ku tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, aku tidak masalah jika kamu jahat sama aku karena mengiginkan hartaku silahkan ambil semuanya, tapi aku tidak bisa tinggal diam jika perempuan hina seperti kamu ingin menghabisi nyawah kedua putry ku, dan menyiksa mereka sangat miris mereka punya ibu yang tidak punya hati seperti kamu jadi untuk apa aku harus memberikan kamu kebebasan, justru ini adalah saat yang tepat untuk membunuhmu sekalian dengan kekasih kamu yang menjijikan itu jadi jangan harap kamu pergi dari sini sebelum kamu tidak bisa apa-apa"

__ADS_1


Bu Anjani sudah ketakutan tubuhnya sampai gemetaran karena melihat ayah mertua kembali mendekatinya.


__ADS_2