
Saat aku mendengar pak Erik mengatakan kalau ia akan memecat pak Zaka aku langsung mencegahnya, karena selama ini pak Erik belum melihat seperti apa pak Zaka memperlakukan karwayan baru di kelompokya. Jadi biarkan pak Erik melihat sendiri.
"Jangan langsung pecat dia pak Erik. Tunggu nanti pada saat semua karyawan bersiap pergi pak Erik sengaja tunggu di gerbang depan, tapi jangan sampai pak Zaka tahu biar pak Erik menyaksikan sendiri seperti apa kinerja pak Zaka."
"Baik Tuan muda! maafkan kesalahan saya, mungkin selama ini saya lebih perhatikan yang jabatan lebih tinggi dari pada yang di bawah ternyata saya salah."
"Tidak masalah pak Erik yang penting kita sudah tahu"
"Tuan muda ada hal penting yang akan saya sampaikan ke Tuan muda karena sekarang Tuan besar sudah tidak mengatur perusahaan ini lagi, jadi segalah sesuatu menyangkut perusahaan akan saya sampaikan kepada Tuan muda"
"Apa itu pak Erik"
"Ini menyangkut pengajuan kerja sama perusahaan Winata grup dengan perusahaan Adinata grup Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?.karena tadi saya terimah telpon dari sekretaris nyonya Anjani menanyakan soal perihal kerja sama"
"Oh ok pak Erik, begini pak Erik siapkan semua surat kerja sama kita dengan perusahaan Winata grup dan tanamkan saham sebesar lima puluh lima parsen di perusahaan itu. Kalau bisa eman puluh parsen juga tidak masalah karena dengan begitu kita gampang mengambilh alih perusahaan itu secepatnya. Jadi pak Erik setujuih aja dan buat janji untuk tanda tangan kontrak kerja sama"
"Baik Tuan muda, tapi masih ada satu lagi. Ini saol proposal yang di kirim oleh pak Kenedy dan ibu Lexza Tuan muda, mereka mengajukan tiga miliyar apakah kita menyanggupinya."
"Kalau soal itu nanti aja sekarang yang membuat kita fokus adalah kerja sama kita dengan perusahaan Winata grup"
Tunggu saja balasan dariku nyonya Anjani yang terhormat, mari kita bermain.
Setelah selesai aku bertemu dengan pak Erik, sekarang pak Erik sudah kembali ke ruangannya namun karena aku lapar sehingga pak Erik mengirimkan aku makanan sekalian kopi, memang pak Erik luar biasa tahu aja kebiasaanku.
Karena aku merasa capek karna harus manjat untuk bersihkan kaca jadi agak sedikit capek haaha agak manja jadinya, padahal sebelum kerja disini aku kerja sebagai kuli bangunan. Astaga ingat kuli bangunan baru aku teringat kembali sahabatku Andy. Aku harus bawah dia kerja disini, lagian dia lulusan S1 Luar negeri tapi anenya kenapa anak itu mau ya kerja kuli kayak aku juga.
__ADS_1
Ah...apa bedahnya sama aku dulu waktu lari dari rumah, bukannya cari kerja di kantor tapi justru kerja sebagai kuli. Tapi apapun pekerjaan kita mau kuli mau kantor tidak ada bedahnya yang bedanya adalaj sebutan namanya, semua pekerjaan itu baik bukan dalam arti kita kerja sebagai kuli jadi rendah. Justru kerjaan kuli itu yang sangat luar biasa hebatnya mereka susah paya cari uang hanya demi sesuap nasi tidak merasa lelah.
Besok sebelum aku pergi ke kantor aku singah dulu ke tempat Andy bekerja aku ajak dia merja sebagai karyawan biasa jika nanti bagus aku naikan.
Tidak terasa sekarang sudah sore, semua karyawan pada membereskan barang-barangnya dan bersiap pulang. Begitu juga dengan aku dan ob yang lainnya sedangkan pak satpam yang ada didepan gerbang juga mulai ganti shift.
Saat aku menglangka keluar dari loby tiba-tiba tanganku di tarik oleh pak Zaka. Buat aku terkejut karena aku senjaga melambatkan kepulanganku agar aku mau melihat reaksi pak Zaka.
"He..mau kemana kamu anak baru."
"Ya aku mau pulanglah pak ini sudah jam pulang pak tidak lihat semua karyawan sudah pulang kenapa."
"Malam ini kamu yang menjaga disini mengantikan pekerjaan mereka, he kalian semua pulang saja biar dia yang menjaga gedung ini"
"Jangan pak nanti kalau Tuan Erik tahu gimana kami bisa di pecat, lagian inikan sudaj jam pulang kerja kenapa pak Zaka menahan dia disini kerjaannyakan sudah selesai." ujar seoaran satpam.
" Pak Zaka memangnya disini punya aturan begitu sehingga anda semena-mena dengan karyawan baru"
"Tidak usa banyak bicara lakukan saja"
Aku sudah berikan kode untuk pak Erik tidak lama kemudian pak Erik keluar.
"Ada apa ini kenapa kalian buat keributan disini, bukannya ini sudah jam pulang kenapa pak Dava belum pulang" ujar pak Erik sedangkan si buncit sudah keringat dingin mampus.
"Pak apakah seperti ini aturan yang berlaku di perusahaan ini, kalau masuk karyawan baru dia tidak bisa dapat jatah makan dan tidak bisa pulang karena harus mengantikan pekerjaan orang lain." ujarku
__ADS_1
"Siapa yang berani buat aturan seperti itu ha....biar saya pecat"
"Pak Zaka sendiri yang bilang tadi jatah makan saya di ambil, saya juga disuruh kerjakan pekerjaan orang lain. Dan tadi pas mau pulang saya justru di cegah dan saya dipaksa mengantikan pekerjaan mereka untuk menjaga malam disini apakah seperti itu aturan diperusahaan ini pak."
Mampus kamu pak tua, kamu sih cari masalah kenapa tidak kerjakan pekerjaan kamu aja, justru kamu mala menindas karyawan baru.
"Apa ituh benar pak Zaka yang di katakan oleh pak Dava, siapa yang memberikan perintah kepada anda untuk membuat aturan itu ha...kamu sudah bosan kerja disini sekarang kamu pulang dan besok tidak perlu datang lagi kesini."
Aku melihat pak Zaka berkeringat dingin sampai badannya gemetar. Biarkan saja sekali-kali kasih dia pelajaran.
"Ampun Tuan maafkan saya, tapi saya sengaja buat seperti itu agar bisa melihat seperti apa cara kerjanya, aku hanya ingin melatihnya Tuan ampuni saya, jangan pecat saya"
"Pintar juga sih buncit berkilah."
"Siapa yang nyuru kamu melakukan itu, perusahaan ini tidak membutuhkan manusia tidak bermoral seperti kamu yang semena-mena terhadap karyawan baru, atau jangan-jangan selama ini kamu memperlakukan karyawan yang lain seperti itu juga, jawab" bentak pak Erik.
"Maaf Tuan saya tidak akan mengulangi kesalahanku lagi tolong jangan pecat saya, nantk anak istri saya makan apa"
"Bukannya tadi kata pak Zaka tidak takut sama pak Erik kenapa sekarang justru gemetaran begitu, pak Zaka ini perusahaan bukan di rumahmu jadi suka-suka anda untuk mengatur orang." ujarku
"Sudah berapa lama kamu berbuat seperti ini terhadapa karyawan, ini perusahaan besar jadi jika orang bekerja disini harus memiliki kualitas dan attitude yang baik, saya salah memili kamu sebagai kepala ob. Sekarang kamu minta maaf sama pak Dava atau mau saya pecat sekarang juga"
"Pak Dava maafkan saya, saya sudah lancang sama pak Dava. Saya mengaku salah karena sudah membuat aturan yang tidak sesuai dengan aturan diperusahaan ini."
"Sekarang kamu pulang dan kamu dirumahkan selama satu minggu kalau kamu tidak mau mendingan kamu tidak usa datang untuk selamanya
__ADS_1
Biarpun pak Zaka sudah minta maaf bukan dalam arti masalah selesai, memang pak Zaka tidak di pecat tapi di turunkan sebagai ob biasa bukan kepala ob lagi. Dan dirumahkan selama satu minggu.