
Ternyata benar saja baru saja aku selesai mandi dan bersiap pintu diketuk dari luar dibarengin dengan panggilan suara yang aku tahu parsis suara siapa itu, itu adalah suara mas Dava. Ternyata mas Dava sudah pulang baguslah.
Aku diam saja tapi pintu di ketuk terus membuat aku agak emosi jadi aku ambil hp dan mengirim pesan kepadanya untuk tidur saja kamar tamu karena masih ada pakiannya juga disana. Namun parcuma mas Dava tidak mau sehingga pintu di ketuk terus dari tadi.
Tok tok tok!
"Sayang tolong buka pintunya dong mas sudah pulang nih mas mau mandi tolong sayang jangan kunci mas diluar begini tadi itu hanya salah paham tolong sayang."
Aku tidak menghiraukan Aku gak tahu kenapa emosiku tidak stabil begini mungkin karena aku PMS kali ya makanya bawaan marah mulu.
Karena aku capek di panggil terus akhirnya aku bukakan pintu.
Glekkkk.
"Sayang kok tumben kamu mengunci pintunya kenapa? mas sudah menunggu dari tadi loh disini mas mau mandi."
"Aku memang sengaja mengunci pintunya mas, aku mau mas tidur diluar malam ini tidak usa tidur dikamar ini ternyata kalau mas diluar enak-enakan sama perempuan lain padahal baru ditinggal sebentar saja ke toilet mata sudah jelalatan dangan perempuan itu apalagi aku gak ikut mas apa yang terjadi, sekarang mas tidak perlu masuk kekamar ini mas tidur ditempat lain"
"Loh sayang bukan begitu makanya dengarkan dulu penjelasan mas sayang itu tidak seperti yang kamu lihat dia itu yan....."
"Isshhhhh lebih baik mas diam dari pada ibu dengar aku tidak mandengar penjelasanmu mas.
Aku tidak peduli lebih baik mas pergi atau aku bilang sama ibu kalau mas tadi sama perempuan lain di restoran."
Biarpun aku sudah marah begitu mas Dava masih kekeh meminta maaf dan bilang kalau perempuan itu yang mengodahnya sayangnya aku tidak percaya karena memang aku tidak lihat kejadian dari awal aku hanya lihat saat mereka berpelukan.
Dengan kasar aku menutup kembali pintu kamar dengan kuat sehingga menimbulkan suara biarpun mas Dava memaksa masuk tapi parcuma gak bakal ku buka pintunya.
Akhirnya mas Dava nyerah dan pergi tidur ke kamar lain kirain tidur dikamar tamu yang lain ternyata mas Dava tidur sama Gama hahaha.
__ADS_1
*******
Saat aku melangkah pergi dari depan kamar tidurku karena Dinda istriku mengusir aku...karèna aku takut ibu atau ayah tahu kalau Dinda mengusir aku akhirnya setelah selesai mandi aku gegas ke ruang tengah karena semua sudah menunggu, sebelum kami makan ibu bertanya kenapa Dinda tidak bersamaku tapi aku alasan Dinda katanya masih kenyang makanya dia tidak mau makan.
Ibu percaya juga akhirnya kami semua makan setelah selesai makan kami kembali duduk diruang tengah sambil ngobrol aku pikir tidak ada yang tahu soal permasalahan aku dan Dinda namun tanpa sepengetahuan kami berdua ada ponakan bawel tidak sengaja mendengar pertengkaran kami.
Tapi sialnya ponakan perempuanku mungkin melihat aku dimarahin oleh Dinda didepan pintu jadi dia langsung melaporkan kepada semua orang yang ada di meja makan.
"Bibik, paman jangan percaya sama alasan kakak Dava dia bohong kalau kakak Dinda sudah kenyang, memangnya kakak Dinda makan apa sampai kenyang? Kakak Dinda gak turun karena mereka berantam tadi bik, paman kayaknya kakak Dava selingkuh deh bik soalnya tadi aku lihat sendiri kakak ipar mengusir kakak Dava dan aku mendengar katanya kakak Dava pelukan dengan perempuan lain sehingga kakak ipar marah.
Ya Tuhan....punya ponakan mulutnya lemes banget gak bisa jaga rahasia semua mata tertuju kepadaku terutama ibu dan ayah sudah kayak singa. Mampus aku mereka menatap nyalang ke aku seperti pencuri terkangkap basah jadi mau dintimidasi.
"Ada yang mau kamu jelaskan ke ayah dan ibu Dav, ayah tidak perna mengajarkan kamu menyakiti istrimu apa benar seperti yang di bilang Elsa.
"Siapa perempuan yang bersama kamu Dav jawab ibu kenapa kamu mempermainkan perasaan Dinda"?
Aku takut kena amukan dari ibu lebih baik aku jelaskan saja terlebih dulu dari pada aku di marahin. Tapi belim juga aku jelaskan sudah mendapatkan pernyataan dari ayah dan ibu dengan tatapan nyalang. Aku tidak selingkuh saja sudah begini apalagi aku benaran selingkuh bisa jadi nama aku langsung dkcoret dari kartu keluarga haha.
"Salah paham maksudnya bagaimana kalau hanya salah paham tidak mungkin Dinda semarah itu sampai mengusir kamu dari kamar, sekarang jelaskan ke ibu siapa perempuan itu, Dava ibu tidak perna mengajarkan kamu menyakiti hati orang lain apalagi istri kamu."
Loh kenapa jadi begini sih aduh hanya salah paham jadi makin panjang gara-gara anak ini.
"Baik bu aku jelaskan tapi tenang dulu ya bu"
Akhirnya aku jelaskan semua dari awal kepada mereka semua bahwa kejadian itu ada juga kakak Dea disitu tapi karena Dinda cemburu makanya dia marah.
"Hahaha... Kasian sekali kamu Dav berarti kamu libur dong malam ini sampai istrimu maafkan kamu haahha apes banget hidup kamu Dav" ujar bibik mengundang tawa semua orang yang ada di ruang tengah."
"Awas ya kalau kamu bohong ibu tidak sengan memarahi kamu, Rin tolong panggilkan pelayan untuk menyiapkan makanan dan antar ke kamar kakak ipar kamu pasti dia lagi lapar tapi marah sama suaminya makanya dia tidak mau turun".
__ADS_1
Baguslah setidaknya mereka percaya dengan penjelasanku, jadi sekarang yang aku hadapi hanya istriku yang cantik ini saja.
Aku meminta Gama untuk tidur bersamanya di satu kamar bukan karena tidak ada kamar kosong lagi tapi memang aku tidak mau tidur sendiri, untung Gama juga mau baguslah aku bisa ada teman dari pada sendirian di kamar.
Kami keluarga besar ngobrol diruang tengah sekarang sudah banyak keluarga lagi yang berdatangan, jadi rumah ini sudah banyak orang karena kekuarga dari luar kota ada yang sudah sampai ada juga yang masih dalam perjalanan kesini.
"Nak kamu tidur dimana...masih ada beberapa kamar kosong tuh...karena yang lain ada yang tidur di paviliaun" tanya ibu.
"Dava tidur sama Gama saja bu nanti besok juga Dinda pasti tidak marah lagi sama Dava".
"Ya semoga saja takutnya sampai sebulan Dinda suruh kamu berpuasa hahah...." astaga paman dan bibik cocok kalau soal ngejek mereka nomor satu, tapi bagaimanapun mereka tertap keluarga yang terbaik
Setelah obralan panjang akhirnya kami semua bubar dan masuk kekamar masing-masing untuk istirahat aku lihat pelayan dari tadi sudah antar makanan untuk Dinda jadi aku legah, tidak masalah aku tidur di kamar lain asal dia tidak pergi dari rumah dan juga mau makan aku senang.
Terpaksa malam ini aku tidur bersama Gama...untung Gama adik yang baik jadi dia tidak ngejek aku justru dia carikan aku solusi agar kakak iparnya cepat maafkan aku.
Sebelum aku dan Gama tidur kami berdua main Game di hp untuk menutup kegelisahan aku terhadap Dinda yang tidur sendirian.
"Gam kamu belum ngantuk ini sudah jam sepuluh loh, kamu bisa tidur jam berapa sih"?
"Ya tergantung kakak kalau main gamenya seru palingan jam dua belas tidurnya tapi kalau gsk seru ya jam segini juga aku sudah tidur kakak."
"Memang kakak biasa tidur jam berapa"?
"Paling lama itu jam sepuluh Gam, ini karena kita main game makanya aku belum tidur kalau gak sudah nyeyak."
"Hahah bilang saja kakak mikirin kakak ipar makanya sudah tidur"
Sih Gama tahu saja aku lagi mikirin Dinda istri kecilku itu.
__ADS_1
Akhirnya kami berdua tidur karena memang sudah ngantuk juga.