
Hari ini aku adalah hari pertama aku membawa Dinda istriku masuk ke kamar pribadiku. Ini sejarah baru bagiku kali ini seorang perempuam cantik berhasil masuk ke kamar pribadiku . Ya dia adalah istriku Dinda Andinita Adinata, aku tidak menyebut nama Winata didalam nama belakang istriku karena memang nama itu sudah aku hapus dari nama istriku.
Kalau seandainya hanya hinaan dari keluarga besarnya tidak masalah, tapi ini menyangkut nyawa istriku. Saat kami pulang dari rumah sakit ternyata semua pelayan dan pengawal menyambut kami, tidak sampai disitu pada saat kami berdua masuk kedalam rumah ternyata ayah dan ibu juga menyambut kami berdua. Seperti tamu besar dari luar padahal kami tadi sama-sama baru pulang dari rumah sakit.
"Selamat datang kembali putra ayah dan ibu. Dan selamat datang menjadi keluarga di tempat ini putry ibu dan ayah." ujar ayah dan ibu membuat aku terharu.
Maaf kedatangan kalian ibu dan ayah tidak membuat acara penyambutan kalian dengan baik, karena kondisi kita sama-sama baru pulang. Hanya ini yang ibu berikan sebagai hadia penyambutan kalian ya anak-anak ibu."
Aku melihat ayah dan ibu begitu sangat bahagia menyambut kepulangan kami bukan hanya ayah dan ibu didalam rumah tetapi tanpa kami ketahui semua keluarga besar hadir menybut kami.
"Sayang sana kalian mandi dulu setelah itu baru kita makan bersama, karena hari ini hari special untuk kita semua jadi kita makan siang bersama dari pelayan semua dan juga pengawal" tutur ibu.
Aku pikir memang sudah selesai acara penyambutannya namun pada saat kami masuk ke kamar kok ada yang ane pikirku. Namun aku tidak peduli, pas aku membuka pintu kamarku betapa terkejutnya aku melihat kamarku sangat indah dihiasi dengan banyak bunga mawar.
Bahkan diatas kasur juga di hiasi dengan kelopak bunga mawar. Dan di lantai masuk ke kamar di taburi dengan banyak kelopak bunga. Aku tersenyum bahagia apalagi melihat wajah cantik istriku yang memancarkan senyum termanisnya
Taraaaaaa...!
Kami di kenjutkan dengan semua keluarga besar berkumpul didalam kamarku ponakan dan sepupuku yang cantik dan ganteng, bibik dan paman, semua keluarga besar sudah kayak pesta kami hari ini jadi semua keluarga besar hadir.
Mereka semua berhambur memeluk aku dan Dinda membuat kami berdua hampir kehilangan nafas.
"Ya ampun nak istri kamu cantik sekali kayak bidadari, selama ini kamu kemana aja nak, bibik dan paman dan semua orang mencari kamu tapi tidak ketemu." celetuk bibik aku bisa melihat kekuatiran ada di wajahnya.
"Maafkan Dava ya bik dan semuanya Dava salah." ucapkku karena memang aku salah jadi pantas minta maaf.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak yang penting sekarang kamu sudah pulang jadi bibik senang, karena selama kamu pergi ibu kamu sakit-sakitan terus kasian dia mikirin kamu."
"Ya Tuhan aku merasa berdosa sekali terhadap ibuku. Maafkan anakmu ini ya bu." gumamku dalam hati.
"Mih....jangan banyak tanyak dulu lihat Kak Dava dengan kak cantik sudah kelelahan gara-gara pelukan kalian sangat kuat biarkan mereka bernafas dulu. Mih tidak mau kan kak Dava dan kak cantik kehabisan nafas dan masuk rumah sakit lagi hahaha" memang sepupuku yang satu ini kalau ngomong selalu benar.
Aduh untung juga sepupuku yang cantik ini bica membaca situasi jadi aku bisa bernafas lega.
Setelah drama panjang akhirnya kami semua menuju ke ruang makan untuk makan siang bersama karena memang aku juga sudah lapar. Apalagi aku melihat istriku seperti kelelahan awalnya mau mandi dulu akhirnya batal deh...gara-gara kejutan tadi, biarlah setelah selesai makan baru mandi dan langsung istirahat.
Sudah tradisi bagi kami jikalau sudah di meja makan tidak ada yang berani bicara, karena itu adalah waktunya makan, jadi semua keluarga besar sudah terbiasa dengan hal itu, jadi waktu kami makan hanya bunyi sendok dan pikir tidak ada bunyi lain. Pantang bagi ayah dan ibu kalau makan sambil bicara.
Kami semua duduk di meja besar dan panjang karena ruangan itu memang khusus untuk keluarga besar pada saat ada acara dan makan bersama.
Aku juga sangat bangga dengan istriku padahal ini pertama kali dia makan bersama dengan keluarga besar kami. tapi dia berlaku sangat baik tidak ada rasa canggung yang ia tunjukan. Itu yang membuat sepupu dan keponakan perempuanku berlomba-lomba mendekati Dinda apalagi Dinda wanita yang gampang sekali berbaur.
Setelah selesai makan kami semua keluarga besar berkumpul di ruang tengah sedangkan kami berdua pamit pergi mandi dulu. Kalau nanti setelah selesai mandi masih semangat turun kebawah berarti kami kembali berkumpul, namun jika tidak biarlah kami istirahat lagian keluarga besar juga mereka belum pulang secepat itu karena masih ada acara jadi nanti setelah selesai semua acara barulah mereka pulang.
"Paman, bibik kak sepupu semuanya, kami mandi dulu ya soalnya baru pulang dari rumah sakit jadi belum mandi hahah"
"Tidak apa-apa nak bawah mantu bibik kekamar biar mandi dulu terus istirahat aja kalian juga capek, kita masih lama disini nanti malam atau kapan aja kita bisa ngobrol sekarang kalian mandi dan istirahat."
Memang bibik paling tahu perasaanku hahah pas di rumah sakit tidak ada waktu untuk manjain istri jadi sekarang saatnya. Aku dan Dinda masuk kekamarku dan kami berdua langsung mandi bersama.
Hampir satu setegah jam kami mandi akhirnya selesai juga intinya bukan hanya mandi aja tapi yang jelas,...... aku manjain istriku apalagi sudah lama.
__ADS_1
aku mengangkat tubuh istriku keluar dari kamar mandi dan mendudukinnya di atas kursi didepan meja rias, karena aku tahu akan aku membawah Dinda kerumah jadi aku menyuruh Pak Erik untuk menyiapkan meja rias di kamarku khusus untuk istri tercintaku.
"Mas..ini meja rias punya mas? Memangnya mas suka merias terus kenapa banyak sekali make up yang mahal-mahal disini, ini punya siapa mas"?
"Sayang, mas tidak punya meja rias kok, hanya saja karena mas tahu kamu akan kesini jadi mas menyuruh pak Erik untuk menyiapkan semua ini, agar istriku nyaman."
"Oh kirain sebelum aku kesini sudah ada wanita lain masuk kekamar ini" tuturnya
Aduh ternyata istriku cemburu hahaha tapi aku senang itu tandanya dia sangat mencintaiku.
"Mas tidak perna membawah seorang gadis masuk kesini sayang kamu tang pertama dan yang terakhir juga" aku melihat dia tersenyum.
"Mas..aku lupa kalau aku tidak punya pakian, aku pakai baju mas aja ya, yang agak besar biar sampai di lutut."
Ya ampun istriku lucu dan imut banget sangat mengemaskan, melihat mukanya merah merona karena menahan malu.
"Kata siapa kamu tidak punya pakian sayang, itu lemari isinya punya kamu semua coba buka semoga kamu suka sayang"
Dinda gegas menghampiri lemari yang berdiri kokoh disudut kamar ia membukannya sambil membulatkan matanya, Dinda terkejut melihat isi lemarinya iya tidak percaya kalau semua itu untuknya.
"Mas, ini untuk siapa kenapa lemari sebesar ini penuh dengan pakian, ini bukan punya orangkan sayang"
Aku mendekatinya dan meneluknya dari belakang wangi sabun menyeruak dihidungku. Membuat jiwa laki-lakiku mulai meronta padahal tadi sudah berulang kali di kamar mandi saat mandi.
"Sayang semua ini milik kamu mas sediakan ini hanya untuk kamu seorang, mas tidak mau kamu hidup dengan mas tapi berkekuarangan, nanti kalau kamu belum puas besok kamu pergi ke mall untuk belanja sesuaka kamu, ada atm mas disana yang sudah di isi oleh ayah selama mas pergi jadi pesan ayah atm itu mas harus kasih kekamu"
__ADS_1