Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
228


__ADS_3

Seketika bu Anjani terdiam padahal awalnya tersenyum kini wajahnya berubah jadi masam, tapi biasa namanya bu Anjani banyak cara dia lakukan untuk mengambil simpati.


"Ah..nak Dava bisa saja kamu anak kandung Tuan Adinata dan nyonya Adinata mana mungkin mereka marah, lagian ini belum jam istirahat juga, ingat nak Dava istrimu adalah putry kesayangan ibu jadi tolonglah ibu mau melepaskam Rindu dengan putry ibu"


"Kenapa tidak bisa nyonya, didalam keluarga istriku kesayangan semua orang, dan maaf nyonya perkataan anda harus di ralat karena saya Dava Adinata tidak menikah dengan putry anda karena kami tidak selevel dengan anda, sekarang mau bicara pekerjaan atau saya mengusir nyonya keluar dari sini, nyonya jangan banyak halu karena kita tidak ada hubungan."


"Ya, sudah kalau begitu ibu datang kesini mau minta tolong sama nak Dava, untuk menyuntik dana ke perusahaan Winata grup tolong bantu ibu nak selamatkan perusahaan ibu, tapi ibu yang tetap menjadi di rektur di perusahaan Winata grup. Apa salahnya kamu membantu ibu mertua kamu lagian ibu lakukan semua ini untuk kebahagiaan Dinda."


"Hahahaha....bukankah dana dari perusahaan ini sudah tujuh puluh parsen ya di perusahaan Winata grup, jadi kalau saya menambah tiga pulah lagi berarti fiks seratus parsen dan perusahaan menjadi milik saya, itu artinya saya akan ganti direktur baru yang saya percaya dan semua aset akan disita oleh bank. Karena harus banyar hutang perusahaan jadi untuk apa saya harus menjadikan anda direktur dalam satu minggu anda tidak mendapatkan investor maka perusahaan akan saya akuisisi."


"Ha..tega-teganya kamu bicara begitu ya Dava kamu lupa ha...aku ini siapa? aku ini mertua kamu yang sudah melahirkan istri kamu dan merawat dia dari kecil kamu tidak tahu balas budi ya, setidaknya kamu berikan aku lima miliyar untuk kompesasi karena sudah menikahi putry ku dan pas resepsi juga tidak mengundang aku, kamu orang kaya di negara ini masa untuk mertua saja kamu pelit sekali, selama kamu tinggal di rumah kamu makan makan enak"


"Hahaha...tidak salah tuh nyonya memangnya selama kami tinggal di kediaman keluarga Winata apa yang sudah anda berikan kepada kami, bukankah hanya hinaan yang kami dapat jadi untuk apa kami harus berbakti kepada anda, jika anda saja bukan ibu yang baik untuk anak melainkan ibu kejam, anda lupa nyonya seperti apa anda memperlakukan suami saya anda menghinanya dan bahkan mengusirnya anda juga sampai memfitnanya.


Oh ya, sepertinya anda lupa dengan setiap perkataan anda waktu masih disana, ya aku maklum karena faktor umur sih, jangan lupa nyonya kalau anda perna mengakui di depan bayak irang bahkan viral dimana-mana kalau aku ini adalah pembantu anda di kediaman anda dan suami aku adalah tukang kebun jika anda lupa biar aku ingatkan."

__ADS_1


"Dinda kamu anak kurang ajar ya tidak tahu balas budi ibu susa paya melahirkan kamu dan membesarkan kamu, tapi justru setelah kamu menikah dan kaya raya kamu justru lupa dengan ibu kamu yang sudah berikan kasih sayang penuh kepada kamu. Dan soal kejadian itu sudah lama juga karena ibu belum tahu kalau suami kamu itu orang kaya, jadi ibu malu tapi sekarang semua orang tahu kalau mantu ibu orang kaya siapa yang tidak mau mengakui."


"Apa....kasih sayang? tidak salah ya nyonya, bukankah anda berikan kasih sayang anda kepada Lexza putry kandung Tuan Admaja"


Bu Anjani syok mendengar uncapan Dinda barusan menyebut nama Admaja, mungkin bu Anjani tidak percaya kalau ternyata Dinda tahu siapa ayah kandung Lexza.


"Ka....kamu tahu dari mana nama ayah kandung Lexza Admaja nak....apakah kamu mengenalnya" tanya bu Anjani syok.


"Kenapa nyonya kanget karena aku tahu siapa nama ayah kandung Lexza, anak kesayangan anda itu. Jangankan saya tahu namanya saya juga sudah berhadapan langsung dengannya dan dia berjanji akan membunuhmu, aku sudah kasih alamat rumah anda biar dia datang menjemput anda dan kalian masuk neraka bersama. Bukankah ayah saya sudah anda bunuh jadi banyak kesempatan untuk anda kembali dengan dia"


Ya Tuhan bisa-bisanya Dinda bicara begitu, orangnya sudah meninggal kenapa Dinda bilang suruh Admaja datang jemput bu Anjani kerumah, hahah ada-ada aja istriku.


"Tidak Dav kamu tidak boleh memperlakukan ibu seperti ini, Dinda tolong ibu nak kalian berdua tidak boleh durhaka terhadap orang tua, karena ibu tidak mau jatuh miskin ibu sudah berusaha sejauh ini untuk mendapatkan semua ini, jadi ibu akan berusaha untuk mempertahankan hak ibu"


"Saya terimah dari Dinda nyonya, kalau Dinda mau bantu saya siap karena istri saya lah yang menentukan, saya ikut tapi kalau Dinda saja tidak mau untuk apa saya bantu tidak ada guna lagian mana orang-orang yang anda bangakan selama ini bukankah ada Lexza dan Kenedy yang akan membantu anda, atau selingkuhan anda yang justru memoroti anda bukan memberikan dana untuk anda"

__ADS_1


" Jaga ucapakan kamu ya Dav, selingkuhan apa yang kamu maksud? Ibu ini perempuan baik-baik jadi jangan sembarangan bicara. Baiklah kalau kalian belum mau membantu tidak masalah tapi nanti saya akan sering kesini, dan saya juga akan datang ke rumah kalian untukminta tolong langsung sama Tuan Adinata saya yakin Tuan Adinata pasti menolong saya."


Tumben hari ini apa yang merasukinya sehingga tidak ada makian dan bentakan dari mulutnya, justru dia santai saja tapi biarlah aku dengan Dinda juga tidak ingin lama berdebat dengannya. Karena luka kemarin saja belum sembuh menguras banyak tenaga hanya karena melawan penjahat itu jadi biarkan saja dia pergi.


Saat bu Anjani hendak pergi dia justru berbalik dan ingin memeluk Dinda, namun Dinda tetap saja menghindar...aku tahu bu Anjani sudah menahan emosi didalam hatinya tapi dia tidak bisa meluapkannya kepada kami berdua.


Bu Anjani masih berharap agar aku dan Dinda masih mau membantunya, kami akan tunggu drama panas selanjutnya karena hari ini tidak terlalu seru Baik Dinda mau pun aku bahkan bu Anjani saja tidak mau banyak berdepat jadi biarkan saja.


" Nyonya sopan ya, aku elergi di sentu oleh orang asing karena kulit aku sangat sensitif, jadi jangan sembarang saja mau memeluk orang, ibu ku saja saat mau peluk aku harus minta injin apalagi anda yang bukan siapa-siapa" maksud Dinda ibu adalah ibu mertua.


"Dinda.......aku ini ibu kamu" bentak bu Anjani.


"Cukup....anda bukan ibuku jadi cepat pergi dari sini" teriak Dinda.


"Kamu lihat saja nanti aku akan datang ke rumah mertuamu dan aduin semua kelakuan busuk mu terhadap ibu kandung sendiri."

__ADS_1


Setelah berkata demikian bu Anjani langsung keluar dari pintu dan berlalu pergi tanpa pamit, karena apa yang dia banyangkan tidak sesuai dengan ekspetasi. Biarkan saja dia datang kerumah biar ibu menghajarnya jangan salah ibu terlihat lembut dan baik begitu, tapi kalau ada anak-anaknya yang di hina orang, ibu tidak akan tinggal diam apalagi ibu dan ayah sudah tahu seperti apa perlakuan bu Anjani terhadap aku dan Dinda sewaktu masih tinggal di rumah ayah mertua.


Bu Anjani tidak akan lolos kalau berani datang kerumah silahkan saja jangan sampai pulang babak belur.


__ADS_2