
Maya yang sudah merekam semua langsung mengirim Video itu ke pak Erik setelah itu Maya langsung menghapus video tadi, Maya juga sambil hubungi pak Erik, saat Maya hendak pergi ke dapur untuk bicara dengan pak Erik tak segaja tangan Maya menyengol vas bunga yang ada di sampingnya.
Brakkkkk...
Orang yang ada diruang tengah terkejut mendengar barang jatuh. Mereka bergegas kesana ternyata mereka mendapati Maya yang sedang memunggut pecahan vas bunga itu dengan santai dan tersenyum tidak ada rasa takut sama sekali, bu Anjani yang melihat vas bunga kesayangannya pecah langsung murka dan berikan satu tamparan mengenai tepat di pipi Maya membuat Maya hampir terjatuh tapi bukannya sedih justru Maya menatap bu Anjani dengan tatapan mengejek.
"Kurang ajar dasar pembantu sialan ngapain kamu disini ha...sampai menjatuhkan vas kesayangan aku. Kamu nguping pembicaraan kami l, ya? Berani sekali manusia rendahan seperti kamu mengintip seorang bos."
"Maaf, nyonya. Saya tidak sengaja, karena tadi saya datang kesini untuk menyampaikan kalau makanan sudah siap"
Plakkkkk...!
"Maaf...maaf murahan kamu itu..jangan banyak Alasan kamu. Atau jangan-jangan dari tadi kamu merekam pembicaraan kami tadi jawab, awas kalau berani kamu macam-macam aku tidak segan mengurungmu di ruang bawah tanah kalau tidak aku akan menghabisimu"
Bu Anjani, mendekati Maya dan tak segan tangan bu Anjani menarik rambut Maya dengan kuat biarpun menahan sakit tapi l Maya hanya diam saja dan menatap bu Anjani dengan tajam, karena
Memang kalau soal mulut kotor dan tampar menampar bu Anjani jagonya padahal dia sudah kena tembak juga tapi belum tobat.
__ADS_1
"Hahaha....nyonya Anjani yang terhormat memang saya ini orang miskin...tapi saya masih punya harga diri katanya anda adalah wanita terhormat dan menjunjung tinggi harga diri. Tapi setelah saya tinggal disini saya tidak menemukan hal itu dalam diri anda nyonya. Tadi nyonya bilang apa ? mau masukan saya kedalam ruang bawah tanah atau mau membunuh saya hahaha. Silakan nyony karena jika itu terjadi tempat anda juga bukan disini tapi di penjara...anda pikir selama ini saya tidak tahu apa yang anda lakukan nyonya"?
"Semua bukti ada sama saya bahkan rekamanan anda memukul nona Dinda juga ada, apakah anda mau saya hubungi polisi sekarang jangan anda pikir saya takut...biarpun uang anda banyak tapi anda tidak akan menang jika sudah di kantor polisi banyak sekali kesalahan anda."
Seketika wajah bu Anjani pias gak tahu harus bicara apalagi, katanya perempuan pemberani kok baru di ancam sedikit saja oleh art justru nyalinya ciut bagaimana sih.
Dengan kondisi seperti ini paman Gibran dan bibi Lya punya kesempatan untuk menjadi kompor menyalahkan api.
"Hahaha...Maya silakan saja kalau mau lapor saya mendukungmu memang perempuan ular ini harus dikasih pelajaran agar dia bisa menyadari kesalahannya sebelum terlambat. Lagian sudah tidak punya apa-apa juga masih angku dan egois nanti pas mati mayatnya tidak ada yang mau sholatkan."
"Hahaha...betul mas, manusia seperti ini harus di kasih pelajaran heran juga kenapa waktu itu sih penembak gak sekalian saja menghabisi nyawanya. Tapi masih biarkan dia hidup, coba langsung mati kan kita sudah gak pusing lagi menghadapi perempuan angkuh ini...semoga Tuan Adinata tidak mau menyuntik dana biar perusahaan bangkrut dan di akuisisi oleh perusahaan Dava...aduh gak kebayang menantu yang dulu di hina sekarang menjadi kaya raya..anak gadis yang dulu disiksa oleh ibunya sendiri seperti iblis sekarang sangat disayangi oleh mertuanya sakit sekali gak di undang dan gak di akui."
"Hy...kamu yang tutup mulut beracun mu janda tua... apa bedanya sama kamu bukankah mulut kotor kamu itu juga harus di ajarkan, biar tidak sembarangan mengeluarkan makian perempuan sialan. Woy....perempuan tua ngahulunya itu jangan ketingian takutnya kalau jatuh sakit loh, lihat saja nanti siapa yang bertekuk lutut kamu atau Dava awas loh menangis darah"
Bu Anjani yang tidak terimah dikatain janda tuan langsung murka.
"Plak....kurang ajar...siapa yang kamu maksud janda tua dan perempuan sialan" teriak bu Anjani berikan satu tamparan tepat di pipi bibi Lya karena bibi Lya tidak terimah di perlakukan begitu. Akhirnya bibi Lya mendekati bu Anjani dan menarik rambutnya dengan kuat, akhirnya mereka berdua aduh kekuatan sambil tarik menarik rambut, bibi Lya yang badannya agak sedikit berisi menang dan menjatuhkan bu Anjani di lantai.
__ADS_1
"Sialan kau Lya lepaskan aku...aku akan membunuhmu nanti, berani sekali kamu memoerlakukan aku seperti ini setelah suqmiku meninggal ya." Teriakan bu Anjani tapi tak dihiraukan oleh bibi Lya justru saat bibi Lya melihat bu Anjani berhasil di jatuhkan makin bernafsu untuk menghajarnya.
"Mati kau, rasakan itu hajar sayang hajar sampai babak belur tuh bibirnya itu pukul sampai hancur agar tidak sembarangan kalau bicara..." astaga paman Gibran bukannya melerai agar masalah selesai justru memanas-manasin gila memang.
Kalau paman Gibran manas-manasin, justru berbedah dengan Kenedy dan Lexsa terus Maya juga masih berdiri ditempat mereka bertiga hanya menonton tidak ada pergerakan untuk memisahkan kedua orang itu. Bahkan pengawal datang ingin memisahkan tapi justru Lexza dengan santainya, mengatakan kalau kedua orang itu lagi olaraga jadi jangan di ganggu.
"Pengawal ngapain kalian disini...kembali ke pekerjaan kalian biarkan mereka berdua disitu mereka lagi olahraga cari keringat"
Bukkkk....bukkkkk....
"Mampus kau perempuan sialan selama ini aku diam saja bukan berarti aku tidak bisa melawan kamu... Tapi aku sebagsi isyri mas Gibran sangat menghargai mas Evan makanya aku diam menerima perlakukan busukmu selama ini, tapi sekarang jangan harap aku mengalah. Aku akan buat kamu ingat seumur hidup, ingat masalah soal Dinda selama ini aku tidak perna memukul anak itu kalau kata-kata sekali-sekali saja . Aku akan menghajar kamu sampai kamu minta ampun baru aku lepaskan"
"Argha....Lexza, Kenedy. Kurang ajar kalian kenapa diam saja tidak menolong ibu. Kalian mau perempuan gila ini menghabisi ibu dulu ha....dasar sialan kalian semua...lepaskan aku.....sialannnnn. Aku akan laporkan kamu kepolisi soal penganiayayan terhadap aku lihat saja kamu akan membusuk dipenjara."
"Hahaha silakan saja kalau berani aku tantang kamu...lapor aja sana dan aku pastikan juga kamu ikut mendekam dipenjara atas dugaan pembunuhan berencana terhadap mas Evan dan penganiayayaan terhadap Dinda. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani menyentuh kamu kan? nah sekarang aku orangnya yang berani menghadapi kamu."
Ternyata kekuatan bibi Lya tidak bisa di ragukan lagi...wajah bu Anjani sudah tidak berbentuk apalagi rambut dan pakiannya sudah tak karuan padahal tadi sudah siap mau berangkat ke kantor. Karena harus pergi ke perusahaan Adinata grup harus urun karena kondisi bu Anjani tidak karuan apalagi bibi Lya mukul dari tadi bukan di badan namun di wajah dan bibir bu Anjani.
__ADS_1
Hahah jadi ngakak sendiri bisa-bisanya bibi Lya menghajar bu Anjani segitu parahnya.