Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
140


__ADS_3

Aku melihat ibu bukan seperti manusia lagi tapi kayak setan menatap nyalang ke aku itu yang membuatku sangat ketakutan. Ya Tuham kenapa engkau memberikan aku seorsng ibu yang kejam seperti ini..Tapi aku harus berani demi ayah dan Dinda jika aku pada akhirnya aku mati juga tidak masalah.


"Jadi benar ibu yang membunuh ayah dan juga ibu selama ini selingkuh dari ayah, ibu memang kejam perempuam macam apa kayak ibu berani menghianati suaminya sendiri."


Aku menatap ibu dengan tatapan sinis awalnya aku takut kini kekuatan dan keberanian itu dari mana aku tidak tahu yang jelas aku tidak akan diam jika dia ingin menghabisi nyawaku tidak masalah yang penting kami berdua mati sama-sama, aku berusaha bangkit dari tanah karena tadi dua kali dia menamparku sampai aku terduduk di tanah.


Namun saat aku berusaha bangun untuk menghajar perempuam gila itu justru ia menyuruh pengawalnya memengang tanganku, lucunya pengawal yang bersamanya saat ini bukan pengawal yang dirumah jadi pengawal ini dari mana kok aku gak kenal.


"Pengawal pengang dia jangan biarkan dia lolos karena saya tidak akan biarkan dia hidup, siapapun yang berani menghalangi jalanku saya akan menghabisinya biarpun itu anak kandungku sendiri, saya tidak peduli kamu dengar itu saya mau sebelum kamu pergi menemui ayah kamu, saya ingin bersenang-senang dengan kamu dulu buat kamu menderita baru saya mengirim kamu pergi menyusul ayah kamu itu ke neraka, setelah itu aku akan lakukan ini pada adik kamu Dinda biar kalian bertiga ketemu di neraka hahahaha"


Perempuan itu mendekatiku dan menyeyat belati itu di pipiku sebelah kiri seketika darah segar mengalir begitu saja, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena tanganku dipengang oleh pengawal kekuatan seorang wanita mana sanggup melawan pengawal yang tingi dan kekar badanya. Aku sudah berusaha memberontak tapi parcuma karena sampai habis tenagaku pun tidak akan berhasil.


Biarpun darah segar sudah mengalir dan aku sudah merasakan perih di pipiku tapi aku tetap kuat aku yakin ada pertolongan yang akan datang menolongku sebentar lagi.


Aku berteriak histeris didalam hatiku aku berdoa memanggil nama Allah dan memanggil ayah beserta Dinda aku berharap ada keajaiban untuk menolongku karena aku percaya ayah atau Dinda pasti datang.


Aku menatap sinis ke arah perempuan yang ada didepanku dan aku langsung membuang ludah tepat di wajahnya.


" Cuihhhh....Dasar perempuan hina memang kamu pantas disebut perempuan hina karena kamu tidak lebih dari seorang perempuan rendahan dijalanan sana, masih untung menikah dengam ayah sehingga ayah mengangkat derajat kamu dari gembel menjadi nyonya tapi ternyata kamu tidak lebih dari seekor ular"


"Silakan jika kamu mau membunuhku aku tidak takut tapi aku pastikan kamu akan mendekam di penjara seumur hidupmu, sebenarnya apa yang kamu inginkan sehingga kamu sampai terobsesi dan menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah, bukankah selama ini ayah sudah memenuhi kebutuhan kamu apapun yang kamu mau ayah sudah penuhnya kenapa kamu membunuh ayah."

__ADS_1


Dia maju dan dengan kuat ia mencengkram daguku dengan kuat sampai aku meringis kesakitan tapi memang sudah dirasuki iblis jadi dia tidak peduli.


"Haahha....kamu mau teriak kan memanggil ayah dan adik kamu itu silahkan teriak manggil mereka karena sampai matipun mereka tidak akan datang menolong kamu"!


plakkk....plak...


"Kamu mau tahu kenapa aku membunuhnya?.karena sebentar lagi kamu pergi menyusulnya, jadi biar aku memberitahumu kenapa aku membunuhnya. Karena saya ingin menguasai semua harta miliknya dan satu lagi saya juga sudah punya calon suami yang lebih kuat darinya, tapi karena kamu ikut campur dalam urusan saya makanya kamu juga harus dillenyapkan. Karena kamu juga salah satu yang akan mendapatkan hak waris. Ingat saya tidak mau berbagi karena memang tujuan saya menikah dengan ayah kamu itu karena harta bukan karena cinta jadi kamu juga harus lenyap dari dunia ini."


Aku yang mendengar penjelasan perempuan gila itu aku emosi aku tidak ingat lagi jika saat ini nyawaku terancam karena tangan dan kakiku di apit oleh pengawalnya.


"Dasar perempuan brengset mati saja kamu lenyap dari muka bumi ini dasar gembel, tidak tahu bersyukur kalau seandianya dulu anda tidak menikah dengan ayah aku anda mungkin masih jadi gembel. Enyah kau dari sini ******" teriak aku.


Plak....plak...masih melawan juga kamu ya anak sialan srekkkk....


"Argr....sialan kamu....kalau berani biarkan pengawalmu melepaskan ku biar kamu melawan aku jangan pakek kekuatan orang lain ******."


Kedua pipiku sudah mengalir darah....begitu juga dengan air mataku tidak henti-hentinya mengalir aku masih berharap ada pertolongan di titik terakhir napasku, biarpun aku sudah tidak bernyawa lagi setidaknya aku dikuburkan dengan layak dan pelaku akan mendapatkan hukuman.


"Hahaha....masih mau melawan lagi cobak teriak lagi biar saat ini juga nyawah kamu melayang sekali tikam didada kamu saja langsung mati kamu mati di tempat....masih berani ha...lihat tuh wajah kamu yang mulus itu sudah ada tanda disana makanya jadi anak itu nurut saja jangan banyak tingkah dan jangan mau jadi pahlawan kesiangan"


"Cuiiihh...lebih baik aku mati saja dari pada mengikuti wanita sialan seprti kamu yang tidak punya hati ingat ya apa yang anda tabur itu yang akan anda tuai jadi hari ini anda menyiksa aku disini dan membunuh ayahku tapi suatu saat Tuhan akan membalas semua perbuatan jahat kamu itu"

__ADS_1


"Jika anda mau membunuh aku silakan saja aku tidak takut mati tapi nanti arwaku akan datang untuk membawahmu ikut ke neraka, karena anak kandung sendiri berani kamu memperlakukan nya seperti ini apalagi orang lain pantas saja Dinda tidak mau mengikuti apa kata kamu, aku menyesal selalu menuruti apa kata kamu dulu"


"Pengawal ikat dia dan menjauh darinya saya mau bermain-main dengannya sebelum aku kirim dia ke neraka...anak tidak tahu diri berani sekalu melawan seorang Anjani..baiklah kalau memang kamu tidak mau mendengarkan perkataanku aku akan kabulkan permintaan kamu aku akan mengirim kamu pergi ke neraka."


Aku diikan dan dibiarkan di tergeletak ditanah. Saat ini aku sudah tidak punya kekuatan lagi jadi aku hanya diam tapi tetap berdoa dalam hati, perempuan itu berjalan mendekatiku di tangannya masih ada belati berlumuran darah.


Saat sampai dihadpaanku dengan wajah mengerikan ia mengangkat belatinya dan hendak menusuk di jantungku sambil berteriak mati kamu.


"Ya Allah....tolong aku."


"Stop Anjani....dasar perempuan ****** berani sekali kamu menyiksa putry saya....saya akan membunuhmu saat ini juga saya yang akan mengirim kamu ke neraka bukan anakku. Sekarang kamu yang berhadapan dengan saya jika malam ini saya mati berarti kamu juga pasti ikut mati bersamaku"


Bukkkk...bukkkk


"Argr....sialan siapa kamu..." teriak ibu


Awalnya aku menutup mata sudah siap menerima segalah resiko tapi aku mendengar suara teriakan seperti suara ayah seketika aku membuka mata dan betapa terkejutnya aku melihat ayah, Dinda dan Dava terus beberapa pengawal berdiri dihadapaku aku sangat bahagia.


Sedangkan aku melihat perempuan itu gemetaran beringsut mundur ke belakang.


"Ma...kas E...Even...mas masih hidup....kok bisa bukannya mas sudah mati....tidak....ini tidak mungkin."

__ADS_1


__ADS_2