Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
68:68


__ADS_3

Akhirnya malam itu Lexza dan Kenedy tidur di rumah sakit, keesokan harinya sementara bu Anjani menjalani operasi pengangkatan peluru. Sedangkan semua jagat raya dihebohkan dan gempar dengan beberapa stasius tv yang menayangkan berita tentang penembakan terjadi di kediaman keluarga Winata dan yang paling menangetkan adalah korbannya nyonya Anjani yang saat ini menjalani operasi pengangkatan peluru di rumah sakit.


Jelas saja berita ini membuat semua orang heboh karena pasti mereka tahu siapa itu keluarga Winata, keluarga terkaya nomor dua setelah keluarga Adinata. Apalagi selama ini Tuan Evan dan nyonya Anjani selalu tampil di publik jadi pasti semua orang mengenalnya.


Tak kalah heboh juga dengan semua penghuni di kediaman keluarga Winata mereka tercengang kenapa berita ini bisa tersebar luas, siapa yang berani melakukan ini semua padahal semalam hanya polisi yang datang Tidak ada wartawan selain polisk pikir mereka, padahal tanpa mereka sadari tadi malam seorang wartawan turut hadir.


Dea yang melihat berita itu terkejut begitu juga dengan Tahir mereka panik karena dengan berita ini reputasi sang ibu mulai hancur, apalagi kondisi perusahaan tidak baik-baik saja kalau nanti semua penanam saham tidak melanjutkan kerja sama bagaimana, kondisi sang ibu saja masih kritis.


"Aduh mas bagaimana ini apa yang harus kita lakukan mas, ini tidak bisa dibiarkan kalau tidak kita akan kena masalah bukan hanya reputasi ibu aja yang hancur tapi mas Kenedy juga bisa-bisa suara rakyat yang sudah terkumpul bisa lari mas" ujar Dea


"Terus apa yang harus kita lakukan sayang, kita tidak bisa menutup semua berita itu, kamu pikir itu gampang gak pake uang sayang, itu harus di bayar lagia siapa ya yang melakukan ini."


"Coba sayang buka tv dulu tadi kita hanya lihat di sosal media tapi di tv belum."


Dea langsung mengambil remote dan menghidupkan tv dan benar saja baru saja tv nyalah terpampang jelas foto bu Anjani yang di beritakan dengan hangat, ada banyak yang berasusmsi jika bu Anjani memiliki musu yang kuat ada juga komentar yang mengatakan kalau bu Anjani orang yang tinggi hati dan suka merendahkan rakyat kecil sehingga kena karma.


Banyak sekali gunjungan-ngujingan yang datang dari masyarakat yang sudah lama mengenal bu Anjani, apalagi banyak direksi yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Winata grup jadi mereka tahu seperti apa watak dan sifat congkak bu Anjani.


Bukan hanya Dea dan Tahir yang panik tapi juga Kenedy dan Lexza, apalagi Kenedy ia benar-benar syok mendengar berita itu karena akan berdampak buruk ke penilihan Presiden nanti, Lexza sampai tidak percaya dengan berita itu ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Astaga mas bagaimana ini kenapa berita ibu bisa tersebar luas begini lihat foto ibu terpampang dengan jelas di sana, bukankah tidak ada yang tahu masalah ini selain polisi mas? Kenapa bisa jadi begini sih, semalam Dea dangan Tahir ngapain aja sampai kecolongam begini."

__ADS_1


Diberita hari ini bukan hanya foto bu Anjani yang terpampang dilayar tv tapi juga foto kediaman keluarga Winata dan tempat dimana bu Anjani jatuh semua jelas di ekspos di berita.


Baik Lexza, Kenedy, Tahir dan Dea sudah syok berat mereka dengan beritz hari ini, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.


"Mas lakukan sesuatu dulu napa, biar berita itu di hilangkan jangan sampai ibu sadar dan bisa melihat semuanya ini bisa gawat mas"


"Lexza kamu jangan hanya menyuruh tapi seharusnya kamu juga bertindak kamu tahu gak gara-gara berita ibu yang viral ini semua yang aku lakukan pasti sia-sia. Karena meraka kembali berpikir untuk memilih seorang Presiden. Kalau seperti ini reputasi mas akan buruk Lexza tapi bukan hanya mas kita semua. Siapa pun orang yang menyebarkan berita ini, ia punya maksud dan tujuan bisa jadi orang ini kalau bukan musu ibu, orang ini adalah lawan mas di pilpres sehingga ia sengaja mengacaukan semuanya."


"Aku yakin mas ini bukan ula lawan mas di pilpres tapi ini musu ibu, karena kalau ini dari lawanmu mas seharusnya kamu mas yang di jadi target celakai bukan ibu. Apalagi dia menembak pas di kamar ibu, itu artinya dia sudah tahu posisi kamar ibu." Ujar Lexza


Dan orang yang berani menviralkan berita ini juga sengaja menjatuhkan keluarga besar Winata, atau jangan-jangan Dinda ya mas, yang lalukan ini, secerakan waktu dia keluar dari sini dia mengancam kalau dia akan menghancurkan kita semua begitu juga suaminya itu."


"Mas gak lupakan cerita ibu dengan Dea yang mengatakan pernah ketemu dengan Dinda dan kembali mengancam"


Kenedy dan Lexza berdebat hebat namun tiba-tiba datang dua orang berserangam polisi menghampiri Lexza dan Kenedy membuat mereka berdua terkejut.


"Selamat pagi pak, buk."


"Selamat pagi pak"


"Jadi begini pak tadi malam kami menerima laporan terkait penembakan yang terjadi di kediaman keluarga Winata, dan korbanyanya adalah nyonya Winata sendiri, dan kami menerima berita kalau nyonya Winata mendapatkan perawatan disini benarkah seperti pak?" tanya pak Polisi

__ADS_1


Kenedy dan Lexza saling melempar pandangan karena bukan hanya polisi tapi juga banyak sekali wartawan yang sudah berkerumun masuk. Karena takut ternganggu didalam rumah sakit akhirnya Kenedy dan Lexza mengajak mereka keluar dari rumah sakit dan mereka di wawancarai di luar.


Ini kesempatan untuk Kenedy agar mengambil kembali simpati rakyat yang mulai bimbang dengannya.


Setelah sampai di luar langsung dihujani dengan banyak pertanyaan yang di lontarkan dari wartawan kepada kedua orang itu.


"Selamat pagi semuanya saya harap semua yang hadir disini harus tenang dan saya akan menjelaskan semua kronologinya" ujar Kenedy menenangkan para wartawan dan beberapa masyarakat di sekitarnya.


"Pak apakah bapak tahu motif apa yang menyebabkan penembakan ini terjadi." tanya wartawan A


"Apakah ini masih ada hubungannya dengan pencalonan Presiden pak" tanya wartawan B


"Apakah nyonya Winata memiliki musuh" tanya Sih C


Pertanyaan demi pertanyaan yang sudah di ajukan kepada Kenedy sehingga Kenedy kewalahan menjawaban.


"Baiklah saya akan menjawab, saya belum bisa memastikan bawah penembakan ini terjadi karena dilakukan oleh pihak lawan agar mereka ingin menjatuhkan saya, karena kalau mang benar saya yang diincar seharusnya saya yang kena tembakan bukan nyonya Winata, tapi saya yakin rakyat pintar dan pasti memilih yang terbaik."


"Yang kedua bisa saja penbakan terjadi pada nyonya Winata disebabkan karena memang nyonya Winata memiliki musuh yang kuat sehingga ini mengincar nyawahnya, jadi saat ini nyonya Winata belum bisa dimintai keterangan karena belum sadarkan diri. Saat ini nyonya Winata menjalani operasi pengangkatan peluru di lengan kirinya."


Kenedy menjawab seadanya saja ia juga malas meladeni banyak wartawan dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


__ADS_2