Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
172


__ADS_3

Ternyata dompet yang di ambil dari dalam tas perempuam itu uangnya tidak banyak di dalam hanya sekitar sepuluh juta, awalnya Admaja kesal tapi setelah di periksa yang membuat Admaja terkejut dan kegirangan ternyata didalam anak dompet itu ada sepasang perhiasan lengkap suratnya juga ada didalam.


Sepertinya perempuan itu baru saja membeli perhiasan itu dan saat Admaja mengecek harganya ternyata memang benar perhiasan itu sangat mahal kisaran meliyaran rupia. Hal itu membuat Admaja senang dan akhirnya langsung pulang ke markas dia gak lanjut pergi mencari target baru lagi tapi sebelumnya Admaja pergi menjual perhiasan itu dulu untuk mendapatkan uangnya.


"Wah....ini lumayan lah bisa pakek satu bulan kalau habis baru cari lagi."


Admaja juga sangat licik dengan modal foto undangan itu dia sengaja pesan undangan parsis seperti itu untuk mengirim anak buahnya ke acara Tuan Adinata.


"Hahahaha....sudah jadi undangannya mampus kamu tua bangka aku akan membuat kamu malu didepan semua tamu undangan, baguslah dengan modal undangan palsu ini anak bua ku bisa maauk keluar dengan bebas.


*********


Admaja kembali tersadar dari lamunannya dia mengingat kembali awal dari rencanannya ternyata semua tidak berjalan sesuai dengan rancanan awalnya Admaja pikir dia berhasil kebuli Tuan Adinata dan Dava ternyata dirinya yang gagal total bahkan uang yang dia dapatkan dari hasil copet perempuan itu habis, membuatnya pusing dan stres. Karena apa yang di harapakan tidak sesuai dengan ekspetasinya.


Dan sekarang dia kembil berencana untuk pergi mencari uang yang banyak dengan cara mencopet asal ada uang.


"Aji...Aji....sini kalian semua" teriak Admaja.


"Siap bos ada yang bisa kami bantu bos"

__ADS_1


"Sekarang kalian ceritakan kenapa kalian tidak berhasil dan bahkan Yayat meninggal dan yang lain masuk penjara. Apa saja yang kalian lakukan disana ha...saya sudah bayar kalian sangat mahal tapi parcuma saja kerja kalian tidak ada yang becus selalu gagal"


"Maaf bos ternyata bukan hanya banyak pengawal bos, tapi juga banyak polisi bahkan teman-teman Tuan muda Dava semua hebat-hebat dalam belah diri bos tapi soal Yayat dia berhadapan langsung dengan Tuan muda Dava. Hanya berapa kali tendangan dan pukulan dari Tuan Dava langsung jatuh ke tanah dan belati yang di bawa oleh Yayat untuk menusuk Tuan muda yang kena dada Yayat bos, saya melihat sendiri karena saya tidak bisa mendekat kalau saya mendekat berarti saya juga pasti mati"


Pukkkkkkk....bisa tidak kamu itu tidak perlu panggil anak igusan itu Tuan muda, karena sebentar lagi saya yang akan menguasai seluruh harta Adinata hahaahha".


"Ampun bos"


"Baiklah kalau itu saya bisa menerima alasan kamu tapi alasan apa yang mau kamu sampaikan kepada saya soal pengawal yang masuk penjara bukankah mereka berdua yang membawa peledak kenapa mereka bisa tidak melakukan justru mereka yang tertangkap bagaimana saya bisa membebaskan mereka."?


"Kalau soal itu bos mereka berdua hendak melemparkan peledakan itu ke tengah-tengah para tamu undangan karena di situ juga panggung pelaminan, Tuan Dava...eh maksud saya anak itu dan semua keluarganya juga berkumpul disana jadi mereka pikir tidak ada yang memperhatikan mereka. Dan juga mereka semangat karena satu kali meledak saja bisa hangus tempat itu tapi sayangnya saat mereka mau melakukan ada pengawal yang mendekati mereka dan menghalaginya akhirnya pengawal itu yang luka parah dan setahu saya pengawal itu langsung dilarikan ke rumah sakit milik keluarga Adinata."


Admaja yang mendengar penjelesan dari pengawal seketika terdiam.


"Baiklah saya terimah penjelasan kamu tapi ingat kalian semua sekarang dengan adanya satu persatu teman kalian meninggal, kalian semakin berkurang sekarang tugas kalian pergi keluar berpencar dan cari anak-anak muda masih muda seperti kalian yang tidak punya pekerjaan tawari mereka dengan iming-iming bayar mahal asal mereka msu kerja sama."


"Setelah kalian dapat bawalah mereka kesini dan ajari mereka latihan belah diri agar mereka bisa bergabung dengan kelompok kita. Karena kalau kita meminta lagi ke bos besar saya yakin bos akan marah dan tidak akan kasih lahi"


"Kami harus pergi mencari kemana bos"?

__ADS_1


"Pukkkkk.....pakek otakmu masa itu saja kamu harus bertanya sama saya....anak muda jaman sekarang mereka mau dapat uang banyak itu dengan kerja apa saja...pergi ke pasar atau tempat nongkrong anak muda disitu pasti banyak"


"Ba-baik bos kami segera laksanakan seperti yang bos perintahkan kepada kami" ketua dari anak bua yang lain memberikan kode kepada yang lain untuk segerah pergi, akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Admaja yang masih duduk menaikan kedua kakinya ke atas meja sambil menyalahksn rokok dan menumpahkan sedikit minuman kedalam gelas dan meneguknya."


Sudah kejam memiliki ambisius yang tinggi lagi, gila benar tuh orang ambisius boleh tapi kecuwali itu hartanya ini gak harta orang justru dia incar gila tuh Admaja..


Sudah tidak punya apa-apa bukannya menikmati kehidupan yang masih tersisa dengan baik agar pada saat mati, dengan tenang ini justru makin menjadi keinginan untuk me guasai harta keluarga Adinata semakin membutakan mata batinnya.


"Biarpun aku selalu gagal dalam pertarungan tapi jangan kamu berpikir aku takut dan berhenti sampai disini saja, itu tidak mungkin terjadi karena seorang Admaja tidak akan mengalah dan membiarkan hidup kalian tenang. Kalau semua cara yang saya lakukan tidak berhasil berarti jalan satu-satunya adalah menculik salah satu anak gadis yang ada di keluarga Adinata."


Admaja pikir dengan adanya menculik ponakan atau sepupu perempuan Dava berhasil, Admaja gak tahu kalau semua keluarga Dava akan kembali ke negara masing-masing seperti yang dari luar negeri, sedangkan yang lain kembali ke luar kota mana ada yang tinggal bersama di rumah Adinta. Halunya ketinggian.


Setelah selesai rokok yang ada di tangan dan minuman gang ada di gelas itu Admaja mengambil hp nya dan memanggil seseorang.


"Hallo bos..."


"Ya Admaja ada apa kamu menghubungi saya apalagi yang kamu inginkan bukankah saya sudah memberikan anak buah kepada kamu, awas kalau berani anak buah saya kenapa-kenapa saya tidak segan menghabisi kamu, anak bua yang saya kirim itu memang tidak sehebat yang disini tapi ya, itu sesuai dengan bayaran kamu juga"


Belum juga Admaja menyampaikan apa yang ingin disampaikan nyalinya langsung ciut setelah mendengar amcaman dari bosnya.

__ADS_1


"Ah bos semua baik-baik saja saya mengerti bos saya telpon hanya mau menanyakan kabar saja bos, tapi sepertinya bos baik-baik saja kalau begitu saya matikan dulu ya bos"


Admaja sudah keringat dingin akhirnya Admaja langsung matikan telponnya dari pada nanti dia diinterogasi lagi sama orang yang di panggil bos.


__ADS_2