
Aku sangat bahagia mendengar kepulangan Rafa akhirnya aku punya teman yang kocak lagi.
Aku kembali menyimpan hp di atas meja kerja karena dari tadi aku pengen ke toilet gak jadi karena telpon dari Rafa.
Setelah aku selesai dari toilet aku kembali membuka semua file yang ada di leptop aku ingin memeriksa semua file yang masuk penghasilan dari perusahaan ini dalam satu bulan begitu juga file yang lain dan gmail dari beberapa perusahaan yang ingin kerja sama dengan perusahaan Adinata grup. Sekarang ini perusahaan Adinata grup tidak sembarangan menerima kerja sama dengan sebuah perusahaan, sebelum kerja sama harus tahu seperti apa perusahaan itu karena banyak perusahaan yang ingin berjalin kerja sama hanya berkedok saja padahal itu adalah musu yang akan menghancurkan kita secara perlahan.
Namun mata ini fokus dengan sebuah gmail yang menurut aku menarik perhatian, bukankah ini nama teman sekolahku dulu yang selalu teropsesi padaku. Ah ngapain kirim gmail ke aku.
Aku segerah membuka gmail dan mencari tahu akun sosial medianya dan ternyata benar ini perempuan itu yang dulu mengaku kalau aku adalah calon suaminya.
Untuk apa dia minta kerja sama dengan perusahaan ini jangan harap aku mau saat ini aku sudah punya istri cantik dan baik hati jago dalam segalanya dari pada aku babak belur karena di hajar lebih baik aku tidak perlu menerima kerja samanya karena aku tahu efek kedepannya.
Kalau niat dia minta kerja sama dengan perusahaan ini hanya karena ingin perusahaannya maju dan ingin menaikan popularitasnya saja tidak masalah, takutnya ada niatan terselung dalam meminta kerja sama, karena kalau sudah ada ikatan kerja sama aku gak mau nanti dengan alasan itu dia selalu cari kesempatan untuk mendekati aku bisa hancur semuanya.
Jangan sampai kali ini bukan aku lagi yang pergi sendiri dari rumah tapi diusir secara paksa oleh ayah dan ibu karena berani bermain api dengan anak perempuan mereka, hanya membayangkan saja sudah seram apalagi sampai ternjadi aduh ngeri.
"Pak Erik tolong kemari sebentar..." aku memanggil pak Erik
"Ada apa Tuan muda"
__ADS_1
"Tolong perusahaan atas nama Emelia ini jangan mau kerja sama dengannya langsung tolak saja ya pak"
"Memang kenapa Tuan muda sepertinya perusahaan ini memang masih kecil tapi kita bisa mendapatkan keuntung besar dari penawarannya saya sudah melihatnya Tuan."
Aku menatap pak Erik dengan tatapan intimidasi sehingga pak Erik langsung ciut.
"Baiklah kalau memang pak Erik mau kerja sama dengannya silahkan saja atur kerja sama dengannya, tapi kalau nanti istri ku ngamuk pak Erik lah yang bertanggung jawab nanti aku menyuruh istriku menghajar pak Erik sampai babak belur mau? aku tidak mau cari masalah dengan macan pak Erik soalnya Ceo perusahaan itu aku sangat mengenal siapa dia. Aku yakin dia minta kerja sama bukan karena ingin perusahaannya maju tapi ia memiliki niat terselubung jadi kalau pak Erik mau bertanggung jawab silahkan kalau aku gak"
Pak Erik menelan salivanya dengan kasar mendengar penjelasanku aku yakin pak Erik juga sama kayak aku gak mau cari perkara dengan istriku.
"Memangnya siapa dia Tuan muda kok Tuan muda tidak mau"?
"Pak Erik perempuan itu adalah Emelia yang dulu sangat teropsesi dengan ku sampai dia mengaku kalau aku ini calon suaminya, sepertinya dia belum menikah masih sendiri aku tidak mau Dinda marah karena masalah dengan perempuan gak jelas."
"Hahaha....ternyata Tuan muda sangat takut dengan nona muda juga ya...ya saya juga sangat takut sih sama nona muda...tapi jujur Tuan muda saya salut dengan ketegasan Tuan muda, itu adalah suami terbaik yang tahu jaga perasaan istrinya, saya akan konfirmasi kepada perusahaan itu untuk menolak."
Astaga pak Erik benar-benar deh aku yang ketakutan amukan istriku justru pak Erik mala tertawa ini yang namanya tertawa di atas penderitaan orang.
Tapi biarpun pak Erik tertawa dia juga memuji ku sih heheh....ya benar kata pak Erik sebenarnya aku tidak takut sama Dinda hanya saja aku sangat mencintai istriku jadi aku tidak mau ada perempuan lain yang datang menganggu rumah tanggah kami apalagi perempuan itu bisa dibilang masa lalu memang aku tidak perna menaruh hati dengannya hanya saja dia yang mengharapkan kalau aku suka dengannya.
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak mau tahu ya pak Erik..pak Erik harus bereskan secepat mungkin tolak saja tidak perlu basa-basi biar dia tahu kalau kita memang tidak mengiginkan kerja sama dengannya.
"Baik Tuan muda saya akan lakukan sesuai dengan apa yang tuan muda perintahkan"
Aku langsung kembali memeriksa file yang lain ternyata Penghasilan bulan ini naik drastis luar biasa sepertinya aku harus naikan gaji karyawan mereka sudah kerja keras selama ini, karena mereka juga perusahaan ini bisa jadi seperti ini, nanti aku harus bicarakan ini dengan pak Erik dan ayah.
Tahu kenapa aku harus bicara dengan pak Erik? Karena pak Erik adalah orang terpercaya di perusahaan ini pak Erik tahu segala sesuatu mengenai perusahaan Adinata grup jadi kalau sesuatu mengenai perusahaan aku dan ayah sebagai atasan tidak egois, kami juga harus menghormati pak Erik karena biarpun kita sebagai atasan kita juga harus menghormati bawahan kita, jangan kita hanya menuntut untuk di hormati tapi kita sebagai atasan tidak tahu menghormati bawahan kita.
Belajarlah mengorhati orang yang ada dibawah kita agar kita juga akan di hormati jangan pandang umurnya, karena biarpun anak kecil jika kita tidak bisa menghormatinya percayalah dia juga tidak akan mau menghormati kita.
Aku memeriksa semua file yang masuk dan juga gmail yang mengajukan kerja sama yang lain nanti saja kami bicarakan yang penting perusahaan atas nama Emelia sudah di tolak biar hatiku bisa tenang.
Sangkin sibuknya dengan pekerjaan tidak sadar sudah jam lima sore waduh waktu cepat sekali berputar padahal perasaan aku baru saja datang kok sudah mau pulang, aku bersiap bersama dengan pak Erik aku dengak pak Erik satu mobil saja mobil yang aku bawah tadi biar pengawal yang membawahnya pulang kalau gak tinggalkan di parkiran perusahaan juga tidak akan hilang.
"Pak Erik kita harus pulang cepat soalnya ada tamu mau datang kerumah takutnya mereka keburu sampai sedangkan. Kita masih disini."
"Tuan muda yakin jam segini kita cepat sampai dirumah, ini jam macet Tuan muda jadi palingan kita sampai dirumah sudah setengah tuju tapi semoga gak macet"
Aduh pak Erik buat aku jadi lemas tapi benar juga sih yang di katakan pak Erik ini jam macet.
__ADS_1