Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
304


__ADS_3

Bu Anjani menuding ayah mertua selingkuh darinya, apakah bu Anjani amnesia atau bagaimana ya kok dia tidak perna sadar diri, masih saja berpikir kalau ayah mertua yang selingkuh.


Tante Riska diam saja tidak sekalih pun membantah perkataan bu Anjani, menurutku memang parcuma juga sih menjawab perempuan tidak waras ini, mendingan memilih diam itu adalah jalan terbaik.. Tapi tidak dengan istriku kalau soal berhubungan langsung dengan bu Anjani istrikulah nomor satu menhawab.


Dinda tidak tinggal diam kalau dia merana orang yang dia sayang justru di tindas.


"Hehehe, hello nyonya Anjani rupanya siksaan yang anda dapat itu tidak membuat anda bertobat ya tapi justru anda makin lupa diri, ngaca dulu nyonya baru bicara jangan asal menunding orang hanya untuk menutup kebusukan anda, memang sih orang seperti anda sampai kapanpun tidak akan sadar. Nikmati aja sisa hidup anda di penjara nyonya, minta ampun sama Tuhan biar Tuhan mengampunimu. Hidup sudah begini masih mau berbuat dosa mungkin malaikat maut menjempmu baru lah anda bertobat apa bagaimana.


Dinda pikir dengan adanya anda diposisi ini anda sadar dan bertobat agar orang-orang yang dulu anda sakiti bisa maafkan anda tapi parcuma, wanita egois seperti anda tidak ada sadar."


" Kamu ya, bukannya belain ibu karena ayah kamu selingkuh dengan perempuan tidak jelas ini justru kamu menyalahkan ibu, atau kamu juga salah satu yang mendukung ayah kamu untuk selingkuh dengan perempuan rendahan ini. Apakah dia pantas bersanding dengan ayah kamu dan dia pantas menjadi ibu sambungmu"

__ADS_1


"Tutup mulut kotormu itu! Siapa yang mengijinkan anda menghina ibu Riska, ya bu Riska yang pantas bersanding dengan ayah dan ibu Riska juga yang pantas menjadi ibu sambung Dinda dan kakak Dea, yang tidak pantas itu adalah anda tidak ada hak anda untuk mengomentari kehidupan ayah lagi karena anda tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan ayah, tadi anda bilang apa? Mempersulit proses? Tidak salah tuh. Anda pikir yang anda lawan sekarang adalah anak igusan kemarin baru lahir jadi tidak bisa melakukan hal yang lebih menyedihkan dari pada ini, Dinda mohon berhenti menganggu ayah kalau Anda tidak mau hukuman anda makin berat di penjara.


Berani sekali anda bicara begitu dengan bu Riska, yang pantas di katakan rendahan itu bukan bu Riska tapi anda, suami mana yang tidak sakit hati menangkap basah wanita yang masih sah jadi istrinya bercinta dengan pengawal hahaah... Ternyata harga diri yang anda bangakan selama ini memiliki level paling rendah, katanya pengawal rendahan tapi heran mau puaskan hasrat dengan pengawal rendahan, makanya nyonya jangan suka memandang rendah orang, siapa pun dia hargai perjuangannya, sekali lagi anda bicara begitu dengan bu Riska Dinda hancurkan mulutmu."


Emosi istriku tidak stabil gara-gara bu Anjani memancing emosi Dinda, akhirnya emosinya meledak-ledak kayak bom tidak bisa di kontrol mungkin karena efek hormon mungkin, aku mengelus bahunnya dan memeluknya dari belakang biar Dinda tenang kalau ayah dan tante Riska dari tadi hanya diam apalagi tante Riskan justru dia santai saat bu Anjani katain perempuan rendahan


Kalau seandainya aku di posisi tante Riska juga lebih baik aku diam saja, karena satu tante Riska bukan selingkuh dengan ayah mertua, itu satu poin untuk tante Riskan yang kedua ini di kantor pengadilan jadi kalau di ladenin orang gila seperti bu Anjani tidak akan habisnya, kalau ayah mertua mau bicara tidak masalah menurutku ayah mertua juga harus menunjukan kepada tante Riska kalau ayah mertua bisa melindung tante Riska.


Hahaha....bu Anjani belum tahu siapa tante Riska pemilik WO dan MUA terbesar di kota ini, entah waktu kakak Dea dan Lexza menikah bu Anjani pakek jasa WO dari mana ya kok bu Anjani tidak kenal tante Riska.


"Anjani jangan menutup penghianatan kamu dengan kamu menuding aku berselingku karena aku tidak sebejat kamu, aku kenal dengan Riska baru dua minggu yang lalu Dava dan semua tahu dan baru satu minggu aku melamarnya, karena kita bukan suami istri lagi kamu sudah senang-senang dengan Ogen apa aku tidak bisa cari pasangan juga? Riska adalah wanita yang sangat baik dan perhatian kepada aku dan anak-anak yang tidak perna dapat dari kamu sebelumnya.

__ADS_1


Jadi maklum kalau Dinda dan Dea menyayangi Riska itu pantas, karena Riska juga menyayangi aku dan mereka berdua, maksud apa kamu bilang pelakor memangnya siapa suami kamu ngaca dulu Anjani, jangan asal bicara kamu dan Riska itu bedah level kamu menjebak aku dan memaksa aku menikahimu karena kamu hamil diluar nikah, dan kamu menikahiku bukan karena cinta tapi karena harta tapi setelah kamu dapat semua itu jadi kamu tidak tahu diri sudah miskin tukang selingku lagi.


Sedangkan Riska aku yang memang memintanya untuk menjadi istriku jadi kamu mau apa mau marah, tapi sepertinya kamu lupa dengan namanya ini waktu Lexza anak kamu menikah bukankah kamu yang pakek jaza WO Riska? Memang waktu Itu Riksa tidak langsung turun tangan tapi ada anak buahnya makanya kamu tidak mengenalnya dia bukan miskin seperti kamu miskin akhlak miskin juga harta.


Kalau kamu tidak tahu siapa sebenarnya calon istriku jangan asal bicara sembarangan takutnya nanti aku tidak segan menutup mulutmu, kamu belum puas dengan wajah kamu yang buruk rupa itu kenapa menutupi wajah kamu dengan cadar buka dong dan kenapa kamu merubah penampilan kamu dari terbukan jadi tertutup begini supaya menutupi semua borok yang ada di tubuh kamu ternyata kalau orang jahat itu susa meninggal ya.


Padalah waktu itu aku pikir kamu tidak akan melewati malam yang mencekam itu tapi kamu bisa juga melewatinya sampai sekarang, tapi aku senang sih kamu tidak meninggal jadi bisa menyaksikan hari bahagiaku dengan calon istriku dan kamu bisa kembali menanggung kesalahan kamu di sel tahanan."


"Tidak mas.... Sampai kapan pun aku tidak akan lerah kamu menikah dengan perempuan ini, kamu masih sah jadi suamiku mas, surat cerai itu hanya surat palsu, aku tidak akan biarkan kalian hidup tenang, jangan tinggalkan aku mas. Baiklah aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan aku di penjarah tapi mas janji tetap menunggu aku maa pokoknya jangan sampai mas menikah dengan perempuan itu aku tidak iklas."


Bu Anjani berteriak di luar dan pas juga pintu ruang sidang terbuka dan saatnya kami semua masuk kedalam bu Anjani masih di luar karena belum saatnya dia masuk setelah kami masuk dan parah hakim dan pengacara masuk dulu baru bu Anjani masuk.

__ADS_1


__ADS_2