
Setelah selesai dari ruang bawah tanah kami bertiga langsung keluar dan menujuh ke aulah untuk memilih semua anak buah, yang akan aku bawah ke rumah menjadi pengawal Dinda dan kedua anak kembar.
Setelah kami sampai di aulah ternyata semua anak buah sudah berbaris rapi menunggu kedatangan kami, mereka sambil memberikan hormat karena tadi waktu kedatangan kami mereka tidak mengetahui sehingga tidak ada persiapan sama sekali. Ketua Heri berhasil memimpin anak buah menjadi anak buah yang taat dan sangat menghargainya seorang atasan aku salut dengan kepemimpinan ketua Heri.
Padahal ketua Heri juga masih muda belum terlalu tua tapi sudah meniadi seorang pemimpin yang hebat, dia berani memimpin begini banyak anak buah dua ratus tiga puluh anak buah bukan hal yang muda menjadi seorang pemimpin apalagi memimpin banyak sekali karakter. walaupun aku sebagai seorang bos di perusahaan tapi aku tidak sanggup memimpin banyak sekali anak buah.
"Selamat datang Tuan muda Dava, Tuan muda Gama dan asisten Arfan, suatu kehormatan bagi kami semua atas kunjungan istimewa dari Tuan muda Dava, Tuan muda Gama dan Asisten Arfan beserta pengawal lainnya, maaf jika penyambutan kami tidak menyenangkan hati Tuan muda karena kami tidak punya persiapan, jadi maafkan kelalaian kami semua Tuan muda." ujar seorang pemimpin barisan mereka.
Aku tersenyum mendengar penuturan seorang ketua barisan, aku tersanjung dengan penyambutan mereka padahal tadi sebagian sudah memberikan hormat kepada kami juga. Tapi justru sekarang mereka kembali memberikan hormat entah sudah berapa kali mereka berikam hormat berulang kali membuat aku tersenyum.
"Terimah kasih atas penyambutan. Terbaik yang kalian lakukan terhadap kami disini salam kenal buat kalian semua, seorang pelatih yang luar biasa aku salut dengan kalian semua, kalian harus berlatih lebih giat lagi karena nanti akan ada serangan besar dari luar dengan tiba-tiba kalian sudah siap kan?"
" Dan satu pesan lagi untuk kalian semua jika kalian sudah masuk ke kelompok ini jangan coba-coba menjadi penghianat karena jika di antara kalian ada yang berani melakukan hal itu, aku tidak segan menghabisinya bahkan bukan hanya orang tersebut tapi juga dengan keluarganya, disini kami membutuhkan pengawal yang jujur dan setia bukan penghianat aku membenci seorang penghianat, sebelum kalian semua masuk kesini pasti kalian sudah tahu bukan persyarat yang harus kalian ikuti namun jika kalian melangar akutaran itu maka kalian sudan tahi sangsinya." ujarku.
__ADS_1
Semua anak buah menunduk kepala dan memberikan hormat sambil berkata mohon ampun Tuan muda, kami siap mengabdi disini sampai akhir nafas hidup kami, jadi Tuan muda tidak perlu kuatir karena jika kami sudah masuk kesini itu artinya kami sudah siap untuk setia dan mengbdi di tempat ini" ujar semua anak buah.
Semoga apa yang mereka katakan itu bukan sekedar bualan karena kata ketua Heri ada anak buah yang sudah perna berkhianat disini, jadi aku sengaja berkata begitu biar mereka ingat dengan perjanjian saat mereka datang kesini. Karena aku tidak mau kejadian yang sudah-sudah kembali terjadi lagi sampai markas di serang.
"Silahkan Tuan muda memilih di antara semua ini siapa yang bisa membuat hati Tuan muda tertarik, saya tidal bisa memilih jadi Tuan muda lah yang memilih sendiri. Barisan depan adalah yang paling terbaik kalau barisan kedua mengikutk yang didepan yang ketiga masih junior jadi Tuan muda silahkan memilih siapa di antara mereka yang Tuan muda pilih." ujar Ketua Heri.
Akhirnya aku memilih lima belas orang dari dua ratus tiga puluh orang, aku memilih yang memiliki tinggih perawakan dan aku melihat dia pengawql yang berani dan tegas. Setelah aku selesai memelih aku kembali ke depan dan kembali bicara.
"Ketua Heri, aku sudah mendapat apa yang aku cari sudah lima belas anak buah aku dapatkan jadi aku tidak bisa lama-lama disini karena, sudah mulai malam sekarang sudah jam enam jadi kapan sampai di rumah sakit, secepatnya kita harus pulang karena jalan yang akan kita lalui juga tidak kalah seram dari hutan rimbah." ujarku.
"Baik Tuan muda kami tidak bisa menahan Tuan muda lebih lama disini karena ini sudah sore jadi Tuan muda boleh pergi" ujar Ketua Heri.
Kami tidak bisa lama-lama lagi, aku langsung mengajak semua pengawal yang aku pilih sedangkan sengan perjanjian bahwa satu minggu lagi pengawal yang di mutasi akan di kirim ke markas, karena harus menunggu dulu untuk adaptasi dengan yang lain.
__ADS_1
"Saya akan kirim kelima belas pengawal itu kesini satu minggu lagi ketua Heri karena kelima belaa pengawal ini harus adap tasi dulu, aku juga mau melihat bagaimana cara mereka kerja barulah aku kirim yang di mutasi itu takutnya, yang aku pilih tidak sesuai dengan ekspetasi bahaya." ujarku.
Ketua Heri juga setujuh dengan perkataan ku, akhirnya kami bersiap dan pulang ke rumah. Kami keluar dari aulah dan menujuh ke luar markas karena semua mobil di sana, kami di antar oleh ketua Heri dan anak buah kepercayaannya dan beberapa anak buah lainnya.
"Ketua Heri makasih karena sudah menyambut kami dengan baik, sekarang kami harus pulang sampai ketemu lagi dan tolong persiapkan semuanya." ujarku.
" Tuan muda jangan kuatir saya akan berlatih lebih giat lagi agar kita bisa memenangkan pertempuran saat kita melawan kecoak kecil itu"
Kami langsung masuk kedalam mobil masing-masing kelima belas pengawal itu punya mobil sendiri jadi mereka dengan mobil sedangkan aku dengan Asisten Arfan dan Gama satu mobil, kenapa dari tadi Gama tidak ikut masuk kaedalam ruang bawah tanah karena. Memang waktu datang aku sudah menyuruh Gama untuk memeriksa ruanga lain, karena aku ingin memeriksa semua markas tapi karena waktu sudah tidak mendukung akhirnya aku menyuruh Gama yang memeriksa lainnya.
Setelah kami sampai di mobil baru Gama ceritakan apa yang Gama lihat, semua Gama cerita tidak ada yang tersisah dam tersembunyikan.
"Kakak Dava, tadi waktu Gama memeriksa ruangan, Gama melihat suatu ruangan rahasia yang tidak bisa di masuki oleh siapapun karena karena Gama penasaran Gama ngintip dam seorang pengawal datang dan mengatakan jika pengawal, Ketua Heri sering masuk kedalam ruangan itu tanpa pengetahuan siapapun, sepertinya itu ruangan rahasia tapi ruangannya tidak punya lampuh justru gelap gulita." ujar Gama membuat kedua aliaku bertaut.
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana ruang rahasia letaknya di bagian mana kakak tidak tahu nanti lah baru kakak cek kalau sudaj kembail ke sini" ujarku.