Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
246


__ADS_3

Pengawal itu dengan tergesah-gesah menyampaikan kalau banyak wartawan datang berkerumun diluar ingin bertemu dengan nyonya, dari tadi kami sudah melarang tapi meraka justru memaksa tolong nyonya temui mereka takutnya mereka bisa merusak gerbang karena bukan hanya wartawan banyak warga juga berdatangan kesin.


Bu Anjani terkejut bukan kepalang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan baru saja kena tampar dari paman Gibran. Sekarang datang wartawa menyerbuh rumahnya.


Bu Anjani bingung sekarang harus menghadapi wartawan. Atau kabur namun walaupun kabur lewat mana?.


"Aku tidak mau bertemu dengan mereka biarkan saja disitu nanti Kenedy dan Lexza datang beru ketemu dengan mereka" ujar bu Anjani


"Kenapa Anjani kamu malu makanya tidak mau bertemu dengan wartawan untuk memberikan klarifikasih jangan mau enaknya saja, tapi harus terima resikonya jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu ternyata saya juga baru lihat video kamu pernah menampar Dava di depan perusahaan sampai kamu menghinanya ya, bahkan kamu juga di siram pakek air comberan oleh karyawan perusahaan Adinata grup betapa memalukan dirimu Anjani....lihat tuh buka mata kamu lebar-lebar dan dengarkan baik-baik klarifikasih dari Dinda dan keluarga suaminya siap-siap saja kalian bertiga masuk penjara.


Sadis banget kamu ternyata loh, saya saja kanget dengan semua berita ini kalau berita ini tidak viral mungkin kami tidak ada yang tahu. Tapi kira-kira siapa yang lakukan ini ya, dan mereka dapat video sebanyak itu dari mana? Saya sih santai saja kalau memang nanti Dinda mengkasuskan masalah ini, terus aku juga ikut masuk penjara tidak masalah saya terimah dengan iklas karena saya juga bersalah dalam kasus ini jadi cepatlah kesana untuk mempertanggung jawabkan semua ini. Jangan kamu sembunyi di dalam rumah dulu kamu ganas sekali kenapa sekarang kamu justru takut."


"He...bisa tidak kamu tidak perlu ceramahi aku, aku mau ketemu sama mereka atau tidaknya urusan aku." bentak bu Anjani.


Sedangkan di tempat lain Lexza dan Kenedy syok saat mengetahui video yang sudah beredar dimana-mana, banyak relawan dan wartawan yang mendatangi Kenedy dan meminta klarifikasih soal video itu, agar Kenedy bisa menghapus nama baiknya apalagi masih jam sembilan jadi jika Kenedy klarifikasih secepatnya bisa mengembalikan peroleh suaranya.


"Pak maaf sepertinya pak harus lakukan jumpa pers pak agar nama baik bapak bisa kembali, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat karena jam segini masih sedikit yang baru memilih, kalau jam sepuluh keatas pasti semua berbondong-bondong datang untuk memberikan suara. Jadi saya sarangkan sebelum terlambat lakukan lah pak" ujar salah satu relawan.


Karena Kenedy juga panik akhirnya Kenedy ikuti apa kata relawan saat itu juga Kenedy lakukan jumpa pers.

__ADS_1


"Assalamualaikum bapak, ibu maaf jika saya melakukan jumpa pers dengan situasi seperti ini, saya hanya mau bentah soal video yang lagi viral memang video itu asli dan benar adanya, saya perna memukul adik ipar saya tapi saya lakukan secara terpaksa dan penuh tekanan, karena saya di psksa oleh ibu mertua saya nyonya Winata untuk menyiksa putrynya, jika dengan adanya video ini merugikan banyak pihak saya minta maaf"


Setelah berkata demikian Kenedy langsung memberikan hak suaranya dengan Lexza dan setelah selesai mereka langsung pulang. Tapi tidak pulang kerumah mereka pergi berkunjung ke tps lain


"Mas kenapa semua bisa hancur begini sih dan kenapa mas seoalah menjadikan ibu kambing hitam padahal waktu itu mas sendiri yang memukul bukannya di paksakan, lagian siapa sih yang berani menviralkan semua itu pas hari H sepertinya orang itu sengaja melakukan deh."


"Mau bagaimana lagi kalau mas bilang mas pukul karena kemauan mas, makin hancur lah sayang kamu tahu sendiri kondisi makin kacau sekarang"


Dreeettt. Dreerrrtttt.!


Ternyata Kenedy dapat telpon dari seorang pengawal menyampaikan kalau di rumah ada banyak wartawan dan warga.


"Ha...hallo Tuan"


"Gawat Tuan dirumah banyak wartawan dan warga ingin bertemu dengan Tuan dan nyonya, jam berapa Tuan pulang karena nyonya tidak mau bertemu dengan wartawan, nyonya Justru menyuruh wartawan untuk ketemu dengan Tuan saja bagaimana ini Tuan"


"Saya belum pulang jadi tolong sampaiksn ke nyonya untuk menemui wartawan"


Setelah selesai bicara Kenedy mematikan hpnya.

__ADS_1


"Kenapa Dinda juga pakek wawancara segalah tadi memperjelas semuanya jadi hancur, mas yakin suara mas pindah semu ke lawan mas, kalau mas tidak menang bagaimana sayang."


"Aku juga binggung mas tapi aku rasa sih Dinda sengaja lakukan itu mas agar reputasi mas buruk dimata masyarakan, lagian bukan hanya video mas itu yang membuat buruk keadaan tapi video ibu yang bermain dengan pria itu, dan video yang ibu berani merendahkan Dava didepan perusahaannya waktu Dava masih nyamar jadi ob waktu itu, kalau video mas tentang penganiyayan itu masih bisa di atasi dan masih mengembalikan kepercayaan masyarakat tapi video ibu yang menjadi penyebab kekalahan kamu mas."


Kenedy dan Lexza benar-benar syok mereka tidak menyangka mengalami hal seburuk itu, padahal selama ini Kenedy sangat yakin kalau dirinya lah yang menang dalam pilpres ini.


Kembali ke kediaman wartawan makin mendesak untuk masuk kedalam, sehingga mau tidak mau bu Anjani keluar tapi pintu gerbang tidak di buka jadi wartawan di luar sedangkan bu Anjani didalam.


"Nyonya tolong berikan tanggapan mengenai video anda di hotel itu, apakah video itu memang benar dan siapa pria itu nyonya, bukankah suami nyonya baru meninggal."


"Hallo semuanya harap tenang saya akan menjawab pertanyaan kalian, kalau soal video itu bukan video asli itu hanya video sditan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab, mereka sengaja mekakukan itu untuk menjatuhkan saya, saya ini perempuan yang terhormat dan terpandang mana ada saya melakukan hal rendahan seperti itu, itu bukan tipe saya."


"Hummm...dasar perempuan rendahan sudah viral juga tidak mau ngaku jelas-jelas itu video asli , dan memang itu wajah aslinya tapi masih saja bohong tidak mau ngaku lagi dasar perempuan rendahan" ujar warga.


"Tapi nyonya kelihatnya video itu bukan editan tapi asli dan apa benar nyonya jug perna menampar Tuan muda Dava di depan perisaahnya sendiri? karena nyonya pikir Tuan muda Dava seorang rakyat miskin bahkan didalam video itu dengan jelas nyonya mengatakan kalau nona Dinda adalah pembantu anda bukan putry anda."


Kali ini Anjani tidak bisa menjawab karena dia tidak tahu alasan apa lagi yang akan ia berikan kepada wartawan, masa dia bohong lagi kalau Dava lapor kepolisi bagaimana.


"Nyonya dalam wawancara nona Dinda mengatakan jika nyonya adalah wanita yang kejam aoakah itu betul?"

__ADS_1


"Iya nyonya didalam video itu anda juga turut menyiksa putry anda apa sebabnya anda mrlskukan itu"


Karena banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan oleh wartawan sehingga Anjani tidak bisa menjawab, apalagi disorakin oleh warga karena selama ini warga sudah geram dengan sikap sombongnya jadi ini kesempatan untuk mereka membalas.


__ADS_2