Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
259


__ADS_3

Aku menangis meratapi nasibku kenapa nasibku bisa begini selalu mengalami penderitaan dan kesialan, aku dilahirkan tanpa ayah dan selalu dapat hinaan dari keluarga bahkan ibu kandung sendiri bisa berkata begitu sama aku. Untung saat kami pulang kami juga sudah makan sehingga aku tidak memikirkan makan lagi, aku juga malu keluar rumah karena dimana- mana selalu dapat hinaan dari orang-orang.


Apakah iya, aku pembawah sial tapi kalau benar kenapa selama ini aku selalu di bangakan karena selalu mengelolah bisnis dengan baik.


Aku menatap mas Kenedy yang duduk di atas sofa aku tahu dia juga banyak pikiran karena memang secara hitungan kotor mas Kenedy sudah tidak ada harapan.


"Mas bagaimana kalau kita keluar dari sini saja mas, kita cari kontrakan dimana gitu biar kita tidak perlu tinggal disini dan selalu dapat hinaan."


"Kalau kita keluar dari sini terus kita makan apa sayang, kamu pikir setelah kita keluar dari sini pengeluaran sedikit apalagi gaya kamu seperti ini mas yakin kamu tidak betah di luar sana" iya juga sih apa kata mas kenedy tapi kalau tetap disini justru aku yang sakit hati.


Dulu karena kesombongan jadi semua teman-teman pada menjauh dariku bahkan sekarang aku tidak punya teman sama sekali. Hanya dua sih teman ku salah satunya Sella apa aku telpon Sella aja kali ya biar sementara waktu kami numpang di tempatnya dia juga masih sendiri dan sering keluar negeri karena urusan pekerjaan, tapi apakah Sella mau? Lantaran sudah lama juga aku tidak hubungi dia dan kalau dia tahu soal video itu pasti dia juga tidak mau menolong aku.


Aku memberanikan diri dan menghubungi Sella...aku mencari nomornya dan setelah aku menemukan aku langsung telpon dia tapi telpon pertama tidak di angkat, aku tidak menyerah aku kembali menelpon dan pada akhirnya dia angkat tapi kedengaran dari suaranya seperti tidak bersahabat ketus banget tapi aku masih tetap tenang.

__ADS_1


"Hallo Sa ada apa sih telpon mulu, lagian tumben lo telpon gua baru ingat ya sama gua, makanya lo telpon setelah lo ada masalah tapi pas lo senang-senang lo lupa sama teman lo begitu kan? "


Sakit sih sebenarnya mendengar perkataan Sella tapi ya memang faktanya seperti itu, kalau selama ini aku cuek dan tidak peduli ternyata seperti ini kalau kita tidak peduli dengan orang lain, pada saat kita membutuhkan mereka disitu tidak ada yang mau membantu.


"Sell..maaf ya atas sikap gua selama ini sama lo, tapi gua bisa minta tolong ama lo gak Sell kali ini aja kok, gua benar-benar butuh bantuan lo " aku berusaha tenang.


"Lo mau minta tolong apa Sa, ngomong aja soalnya gua agak sibuk tapi gua tidak bisa janji lo ya, kslau gua bisa bantu" masa sibuk jam segini.


"Gua bisa minta tolong numpang tidur di apertemen lo tidak Sell, apertemen lo kan masih ada sisa kamar tuh gua mau sama suami gua bisa tidak nginap disana beberapa hari kedepan nanti baru kami cari tempat baru" ujarku.


"Deg...".lagi-lagi aku seperti kena tamparan keras di pipi ini jadi nyesal aku dulu sombong sama Sella, padahal dia gadis yang baik setiap kali dia ngajak aku ke apertemennya aku selalu menolak dan bilang kalau tempatnya tidak layak bagiku. Dan sekarang saat aku minta tolong dan sangat butuh tempat tinggal justru tidak ada yang mau menolong.


" Tidak apa-apa Sell mau ya gua beberapa hari aja kok nginap disitu." Ujarku memohon.

__ADS_1


"Aduh....maaf ya Sa bukannya gua tidak mau lo nginap disini tapi tempat gua tidak layak buat lo Sa jadi tolong cari tempat lain saja, udah ya Sa gua lagi sibuk" ujar Sella langsung di matikan tanpa menunggu aku menjawab.


Banyak orang menghubungi aku dan mas Kenedy tapi kami tidak menjawab satupun juga, bahkan karena masalah ini akun sosial mediaku di serbu oleh banyak orang dari yang berikan kekuatan namun tak sedikit yang sampai menghujat dan menghina karena aku tidak kuat menerima hina,an ini akhirnya aku tutup akun sementara waktu sampai masalah ini meredah.


Jujur karena masalah ini mental ku terguncang pasti dari kantorku juga akan memecatku, selama ini aku tidak kerja di perusahaan ayah aku mengelolah bisnis ayah sambil cari bekerja sampingan tapi karena kehidupan mewahku jadi aku tidak memiliki tabungan. Ada satu atm itu yang dibuka oleh ayah sebenarnya banyak uang didalam tapi itu uang hasil dari bisnis yang aku kelola kalau aku pakek tiba-tiba ibu minta bisa gawat.


"Sayang sudah tidak perlu memikirkan itu kita tetap tinggal disini, jangan kemana-mana nanti mas cari tempat untuk kita tinggal tapi tidak masalahkan sayang kita nanti tinggal di kontrakan kecil saja, mau bagaimana lagi sayang lihat kondisi kita dari kampanye kita habiskan uang berapa miliyar hampir sepuluh, gara-gara bayar orang dan membuat jalan untuk orang kampung ternyata tidak lolos juga sekarang uang yang mas tabung selama ini sudah tinggal seratus juta di atm sayang, serarus juta cukup apa."


Ya Tuhan! kalau seratus juta mah cukup apa cobak tidak cukup apa-apa bayar tempat saja sudah habis setengah mana lagi makan dan yang lain, aku menikirkan itu saja sudah pusing atau aku jual saja perhiasanku pasti lumayan dapatnya, tapi aku jangan bicarakan ini dulu sama mas Kenedy siapa tahu dia berusaha.


Sebenarnya keluar mas Kenedy ada tapi di kampung mana sudi aku kesana oga.


"Ya sudah mas kita sabar aja dulu besok aku pergi ke restoran dulu aku mau cek penghasilan bulan ini kalau lumayan biar aku ambil sebagian untuk kita pakek bodoh amat dengan omelan ibu."

__ADS_1


Karena aku sudah capek pikiran akhirnya aku memutuskan untuk tidur tapi mata ini tidak bisa terpejam aku heran sudah jam segini kok Dea dan Tahir belum pulang, kemana mereka ya, atau jangan-jamgan mereka menginap di luar, tapi tidak mungkin, selama ini mereka jarang tidur diluar lagian kalau mereka tidak tidur disini mereka tidur dimana Tahir juga sama gembel kayak kami mereka tidak punya tempat tinggal.


__ADS_2