Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
127


__ADS_3

Aku perhatikam Ririn sangat senang dengan pilihanku, aku pikir dia tidak suka ternyata seleranya dengan seleraku sama baguslah kalau dia suka pilihanku.


Aku tanya sekali lagi aku pastikan dia benaran suka gak dengan warna tasnya ternyata katanya dia memang benar-benar suka.


"Rin benaran kamu suka dengan pilihanku jangan kamu ikuti Rin kalau kamu suka warna lain nanti kamu tidak pakek karena gak suka tapi karena tidak enak sama aku makanya kamu nuruf saja."


"Hahaha....aduh...kakak iparku yang paling mengemaskan ini sudah Ririn bilang selera kakak itu sama parsis kayak selera aku memang benar warnanya terang dan kelihatan mewah kalau ini pucat warnanya aku benaran suka kakak justru tas ini akan jadi tas kesayangan aku karena kakak yang memilih tas ini"


"Hahah kamu itu yang mengemaskan Rin karena memang kamu itu imuts dan sangat lucu."


Setelah kami berdua selesai dari butik tas kami langsung pergi mencri baju dan sepatu karena aku rencana beli sepatu padahal sudah banyak sekali sepatu di lemari tapi pengen saja. Dari pada gak beli apa-apa padahal sudah sampai di mall. Aku dan Ririn pindah lagi ke butik pakian karena Ririn mau beli baju biasalah anak gadis banyak permintaan dan pilihan jadi kita harus maklum dan sabar menunggu.


Hampir tiga puluh menit aku dan Ririn di butik baju akhirnya Ririn menjatuhkan pilihannya sekarang tinggal sepatu karena sudah siang juga jadi rencana setelah selesai belanja aku dan Ririn makan dulu baru pulang.


Sekarang kami menuju ke tempat sepatu karena memang hanya sepatu yang ingin aku belih tapi dari tadi aku dengan Ririn mondar-mandir kayak ada yang memperhatikan kami berdua, siapa ya sebenarnya orang ini mengsnggu kosenteasi saja. Setelah kami berdua selesai belanja barulah kami berdua merasa lapar akhirnya kami berdua bergegas ke restoran yang ada dimall untuk mengisi perut sebelum pulang.


Aku dan Ririn masuk kedalam restoran dan mencari tempat yanh agak nyaman duduknya setelah kami berdua mendapatkan tempat duduk kami langsung pesan makanan di restoran, memang lumayan banyak pengunjung juga mungkin karena kayak aku dan Ririn juga setelah selesai belanja pas lapar dan langsung makan, sambil menunggu makan datang aku dan Ririn Asyik main hp aku duduk membelakangi beberapa orang yang juga ikut makan bersama aku tahu ada seseorang yang ingin menyerangku.


Tidak mungkin dia mau menyerang Ririn karena Ririn tidak tahu apa-apa dari tadi aku sudah siap jika terjadi sesuatu orang yang aku lindungi adalah Ririn dan orang-orang yang ada disini, karena mereka tidak tahu apa-apa.


Karena tadi sebenarnya ada pengawal hanya saja aku menyuruh mereka tunggu di bawah saja pikirku kalau penjahat berani masuk kedalam mall itu artinya dia benar-benar mau cari mati.


Tidak lama kemudian pesanan kami berdua datang dan kami bersiap mau makan namun tiba-tiba ada seorang pria lewat samping kami sambil memengang minuman dan saat sampai di meja kami tiba-tiba minuman yang ada di mapan itu jatuh dan mengenai baju aku, mau gak mau aku harus ke kamar mandi untuk membersihkan minuman itu.

__ADS_1


"Maaf...nona saya tidak sengaja maafkan saya" ujar pelayan itu.


"Oh tidak apa-apa kamu boleh kembali bekerja"


Saat aku bangkit dari duduknya dan hendak gegas pergi pria itu justru menghadangku sambil tersenyum sinis dari walaupun dia pakek masker aku tahu seperti apa gerakan alisnya.


Saya perhatikan wajahnya tapi karena dia pakek masker jadi gak kelihatan, aku menyuruh dia untuk membuka maskernya.karena aku merasa ada yang tidak beres dengan pelayan ini.


"Mas tolong buka masker kamu kalau kamu tidak mau saya panggil manajer kamu kesini," ujar ku kelihatan sekali dia langsung ketakutan.


" Ma..maaf nona saya tidak bisa membuka masker karena saya lagi batuk pilex" ujarnya.


"Sekarang kamu mau buka atau aku habisi kamu sekarang juga, jangan kamu macam-macam sama saya karena saya tidak takut dengan anak ingusan seperti kamu."


Dia bukannya takut justru dengan berani dia mengeluarkan pisau dari dalam cemelek dan secepat kilat hampir saja ia menikam di tanganku, tapi dia kalah cepat aku yang sudah mengetahui geraknya dari tadi aku langsung menangkis tangannya dengan singap aku langsung lompat ke atas meja kosong yang ada disamping aku berikan satu tendangan pas di dadanya, membuat dia terhenyak kebelakang Ririn begitu terkejut melihat aksi kami berdua sedangkan pengunjung yang ada di restoran sudah berhamburan tapi justru mereka gak keluar mala nonton.


Karena aku sudah geram sekali dengan aksi orang ini sekali aku berikan tinju tepat di dadanya membuat dia sesak napas belum sampai disitu aku kembali melayangkan tendangan tepat di kepalanya akhirnya tersungkur di lantai.


Aku yang hendak kembali melayangkan tendangan ke orang itu aku di kangetkan dengan teriakan Ririn.


"Kakak awas......" teriaknya ternyata ada seseorang menyerang aku dari belakang dari tadi aku sudah mengawasinya.


Aku menoleh ke arah belakang ternyata aku diserang dari belakang di tangannya ada sebuat pisau sama parsis seperti punyaku. Sebelum aku mendekati pria itu aku bilang sama Ririn untuk tenang.

__ADS_1


"Ririn kamu tenang jagan takut ok,"


Setelah aku bicara dengan Ririn aku membalikan baban dan gegas mendekati orang yang mendekat untuk menyerang aku karena yang satu sudah tidak berwayag di lantai anak ingusan mau datang melawan.


"Hahaha....mau apa kamu datang menyerangku...apakah kita perna ketemu jika kamu tidak mau mati sia-sia sama seperti teman kamu itu karena kebodohanya lebih baik kamu pulang sebelum kamu nyusul dia!" aku sengaja nunjut temannya.


"Cuihhhh....dasar perempuan lemah seperti kamu mau melawan saya...kamu pikir saya takut justru hari ini saya yang akan menghabisi kamu dan juga nyawa kamu, karena kamu sudah ikut campur dengan urusan saya. Enyahlah kau perempuan sinting"


"Baiklah kamu yang memulai aku yang akan meladeni kamu jangan salahkan aku untuk menghabisimu."


Bukkkkkk....plakkkkk......


"Arg........"


Aku tidak bisa tunggu lama lagi langsung berlari mendekatinya dan memberikan satu tendangan dia langsung oleng, aku kembali berputar badan baru sekali ku layangkan tinju tepat di pipinya sampai dia tersungkur ke lantai dan merengang kesakitan.


"Aku sudah bilang sama kamu dari awal jangan main-manu sama saya karena saya juga bisa mematahkan gigi dan leher orang."


"Ap...ampuni aku nona ....ampun..."


"Aku sudah memberikan pilihan untuk kamu tadi sebelum kita mulai tapi kamu justru merendahkan saya dan kamu bilang menghabisi saya jadi sekarang tidak ada ampun untuk orang seperti kamu sekarang pergilah ke neraka.


"Jleppppl....." aku ambil pisau yang ada di tangannya dan aku langsung menikamnya didadanya akhirnya meninggal.

__ADS_1


Semua pengunjung yang hadir menatapku dengan tatapan kagum tapi juga takut.


Aku berjalan mendekatinya dan aku menginjakan kakiku di lehernya sampai meminta ampun tapi sudah terlambat karena tadi aku sudah berikan kesempatan untuknya namun dia tidak mau mengindahkannya.


__ADS_2