
Sedangkan di tempat lain saat ini bu Anjani sudah sampai di rumah ternyata semua para asisten dan pengawal yang menjaga rumah menyambutnya dengan bahagia, tapi sayangnya tidak ada senyum sedikitpun terpancar dari wajahnya bu Anjani hanya memasang wajah datar dan kelihatan sekali songongnya. Pantas saja banyak orang tidak menyukainya orang dia sangat sombong.
"Selamat datang kembaali nyonya kami semua bahagia karena akhirnya nyonya sudah sehat dan pulang je rumah" ujar para asisten dan pengawal.
"Makasih ya semuanya sudah menyambut ibu pulang ke rumah" jawab Dea ramah karena melihat bu Anjani sama sekali tidak mengindahkan sambutan dari para asisten.
"Makasi nona" ujar mereka lagi.
Akhirnya para asisten dan pengawal kembali bekerja.
Bu Anjani langsung duduk di sofa dan memerintahkan Lexza untuk mengambil hpnya yang tertinggal di kamar. Enak ya kalau jasi nyonya tinggal duduk manis dan berikan perintah.
"Lexza tolong ambilkan hp ibu di kamar ibu mau melihat berita apa yang trending selama ibu sakit. Ibu juga mau mengecek file dari sekretaris ibu soal laporan selama ibusakit semoga perusahaan lancar-lacar saja." ujar bu Anjani
Karena Lexza sudah cape dan tidak mau ribut dengan bu Anjani akhirnya Lexza gegas kekamar untuk mengambil hp, Lexza ingin menenangkan dirinya dulu sebelum menanyakan soal siapa dirinya.
Saat sampai di kamar Lexza asal mencari karena ia juga malas buka setiap laci yang ada jadi setelah gak di temukan hpnya Lexza kembali turun kebawah dengan wajah cemberut.
"Bu hp ibu gak tahu dimana aku sudah cape mencarinya tapi tidak ketemu juga ibu saja gih sana cari"
Ucapan Lexza berhasil mengundang emosi bu Anjani menurut bu Anjani Lexza mulai kurang ajar suka melawan.
"He Lexza kamu ini ya makin hari makin kurang ajar sama orang tua berani sekali bicara begitu kalau kamu malas tidak perlu pergi mengambil" bentak bu Anjani
__ADS_1
"Ya itukan ajaran dan didikan kamu loh kakak ipar, bukankah kakak ipar juga sangat egois" ujar paman Gibran disambut tawa oleh bibik Lya.
"Iya bu tolong ya bu biarpun ibu yang melahirkan istri saya tapi sekarang ibu itu sudah tidak berhak lagi atas hidip istri saya karena Lexza sudah menikah kami tinggal disini karena atas permintaan ibu," ujar Kenedy tidak mau kalah juga kalau Tahir dan Dea masih diam.
"Oh...jadi sekarang kalian semua mau menyerang aku iya dasar menantu tidak punya etika sama juga kayak adik itu hanya numpang disini saja balagu gilirang nanti aku mengusir kalian dari sini baru jadi gembel"
"Hahah bukankah kakak ipar yang akan segerah angkat kaki dari sini ingat kakak ipar semua harta kekayaan yang ada sekarang ini dari keluargaku jika kakak ipar lupa dari mana asal kakak ipar biar aku ingatkan lagi"
Dea yang sudah pusing dengan perdebatan sang ibu dan yang lain memilih menengahi mereka agar mereka diam.
"Aduh....sudah dong pusing hanya perkara hp biar aku yang mencarinya jadi berhenti berdebat deh gak ada hari tanpa berdebat ibu juga baru sembuh juga bukannya istirahat saja dulu mala cari ribut terus"
Setelah selesai bicara demikian Dea gegas pergi tanpa menunggu jawaban dari sang ibu Karena Dea tahu pasti ibu Anjani akan memarahinya lagi kalau dia lama-lama disitu.
Dea yang hendak bergegas keluar tiba-tiba.
Drerrrttttt....drerrrrrrtttt.
Ada panggilan masuk ke hp bu Anjani Dea urunkan niatnya untuk turun Dea melihat kontak masuk atas nama Ogen.
"Ogen.....sepertinya nama ini tidak asing aku perna mendengar nama ini disebut oleh ibu saat di telpon ya aku perna mendengar nama ini, siapa orang ini apa aku angkat saja biar aku tahu siapa dia apa tujuannya dia menelpon ibu sebanyak ini dan banyak juga pesan darinya"
"Angkat gak ya.....angkat gak ya takutnya ibu marah lagi....angkat aja deh dari pada penasara."
__ADS_1
Dea yang ragu-ragu akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat telpon dari orang yang bernama Ogen, baru saja Dea angkat belum juga menyapa orang tersebut sudah di cerca dengan banyak pertanyaan, dan sapaan dari laki-laki itu membuat Dea terkejut bahkan merasa jijik.
"Hallo sayang..astaga kamu dari mana saja sih kenapa hampir satu minggu ini kamu tidak ada kabar membuat aku gelisa, hehehr maaf aku hanya bercabda sayang aku tahu kamu masuk rumah sakit tapi mau bagaimana lagi aku mau jenguk kamu juga takut sama anak-anak kamu sayang."
" Kamu tahu gak aku kangen banget sama kamu kapan kita berduaan lagi karena kamu sudah keluar dari rumah sakit jadi nanti kita ketemu dihotel aku aja ya, oh ya sayang aku minta uang dong satu miliyar saja, kemarin waktu pembayaran itu masih sisa loh kamu harus ingat baby kalau aku yang sudah melenyapkan mantan suami kamu karena itu permintaan kamu".
Dea yang mendengar perkataan pria itu terkejut dan menutup mulutnya tidak sadar bulir bening mengalir begitu saja.
"Sekarang kamu sudah sendiri jadi bergerak cepat ambil semua harta suami kamu dan mari kita nikah tidak usah mikiran anak-anak kamu itu, bawah saja Lexza karena dia bukan anak suami kamu yang sudah mati itu tapi usir saja Dea dari situ nanti menjadi penghalang kita atau kamu mau aku membunuhnya juga sama seperti ayahnya. Aku nagih penbayaran masih sisa itu sayang soalnya aku butuh kamu juga harus lenyapkan semua bukti yang ada di hp kamu itu ya sayang takutnya ada yang lihat."
"Deg....." Dea yang mendengar semua perkataan orang yang bernama Ogen tubuhnya bergetar hebat bahkan air matanya mengalir tanpa suara tubuh Dea melorot ke lantai, namun seketika Dea kembali kuat ini saatnya bukan untuk menangis dia harus ambil semua bukti yang di katakan oleh orang itu sebelum dilenyapkan.
Untung tadi Dea pintar jadi pembicaraan orang itu sudah di rekam semua, Dea langsung matikan hpnya dan takut jika laki-laki itu curiga Dea sengaja mengirim pesan ke laki-laki itu seoalah-olah dia adalah bu Anjani.
(Sayang maaf ya badanku masih lemah jadi aku mau istirahat dulu nanti kita ketemu ya terus uangnya nanti saya transfer.)
Setelah selesai kirim pesan Dea langsung membuka hp bu Anjani bodohnya bu Anjani gak pakek password jadi gampang Dea buka.
"Aku harus cepat-cepat ambil semua bukti ini dan kirim ke hpku sebelum perempuan jahat ini menghilangkan semua bukti."
Dengan tangan gemetar Dea membuka hp bu Anjani Dea membuka pesan wa dan ternyata banyak pesan yang di kerim oleh pria itu, secepatnya Dea screenshot semua pesan itu dan kirim ke hpnya Dea juga membuka galeri dan betapa sakitnya Dea melihat banyak foto dan video sang ayab pada saat sebuah mobil menabrak sang ayah air mata Dea tidak berhenti mengalir , Dea tidak mau lama-lama nanti nonton lagi setelah semua bukti sudah ambil bukan hanya itu ada foto berupa Cek dan bukti transfer atas nama Ogen.
Dea merasakan sakit yang luar biasa hebatnya tapi Dea tahan Dea ingin saat ini juga Dea membongkar semua kebusukan sang ibu tapi karena Dea ingat kembali kata-kata laki-laki itu soal harta, jadi Dea masih menahan Dea ingin diam-diam mengambil semua sertifikat atas nama ayahnya dan mengubah namanya nama Dinda biar mereka bagi dua dengan harta yang masih ada.
__ADS_1
"Kamu harus kuat Dea kamu harus kuat jangan kamu sedih kamu harus bisa membalas semua perbuatan perempuan ini...aku harus minta tolong sama Dinda kami kerja sama untuk membalas perbuatan perempuan jahat ini."