
Setelah selesai aku bicara dengan temanku itu, aku pamit kembali ke atas panggung karena sudah dari tadi aku tinggalkan dia disana.
Aku melangkah kedepan dengan tergesah-gesah dan tidak sengaja aku menabrak seseorang entah dari mana tiba-tiba muncul dihadapan ku ane sekali. Saat aku melihatnya ternyata dia berpakaian sama parsis seperti pengawal tapi kenapa aku tidak mengenalnya ya.
"Maaf pak, saya tidak sengaja. Hendak berlalu pergi namun justru dia tertawa dan mengeluarkan kata yang menurutku tidak pantas didengar." ujarku tapi saat aku bicara begitu justru di seringai licik aku dengan dia agak berjarak baru saja aku mau kembali melangkah, dia dengan cepat mendekatiku dan hampir saja menusuk ku dengan belati yang ada ditangan tapi untung aku menghindar akhirnya tidak mengenai dadaku karena aku yakin sasaran dia adalah dadaku.
Untung saat ini tamu undangan sudah pada pulang jadi tidak menjadi tontonan tamu
"Hahaha....akhirnya waktunya tiba juga, kau harus mati malam ini karena bos saya menyuruh saya untuk membunuh kamu yang menjadi penghalang untuk dia memiliki kekayaan itu."
Melihat itu Rafa, Gama, mas Tahir dan yang lain lari mendekatiku untuk menghajar belut kecil ini.
"Dav biarkan saja aku yang menanganinya kamu pergi saja kesana untuk menemani istrimu,"
Pengawal juga sudah siap menyerang, tapi aku tidak mau karena ini adalah bentuk dari latihanku untuk mengadapi langsung dengan musu lebih seru.
"Tidak perlu biar aku yang menghabisi dia, siapa suruh dia datang menyerahkan nyawahnya, tadi kamu bilang apa? kamu harus membunuh ku biar bos kamu bisa mengambil kekayaanku, silahkan saja dan buktikan siapa yang menang aku atau kamu tidak akan ketemu dengan bos dan keluarga kamu selamanya
"Kurang ajar."
Bukkk..bukkkk!
Brakkkk......bumkkkkk!
"Argar..."
__ADS_1
Oalah baru satu putaran saja langsung makan tanah.
Burukkk
Tidak lama aku melumpuhkan belut kecil ini, berani sekali dia datang menyerang aku dia pikir dia siapa satu kali tendangan pas di kepalanya langsung tersungkur kebawah belati yang ada di tangan menusuk di dadanya dan mati di tempat.
"Tuan muda tidak apa-apa?"
"Tidak masalah pak Erik tapi bagaimana dengan keamana sampai penyusup masuk berapa kali kedalam sini? bukankah kata pak Erik semua aman? Ingat pak Erik Rio ada dirumah sakit kita belum tahu kondisinya nanti kita harus pergi cek"
"Maaf Tuan muda, ternyata ada seseorang yang sengaja memalsukan undangan kita dari kita jadi dia memberikan undangan itu kepada penyusut itu sehingga dengan modal undangan itu mereka bisa masuk Tuan. Saya dapat kabar dari pihak kepolisian Tuan yang mengatakan seperti itu tapi mereka tidak mau membuka siapa yang menyebarkan undangan palsu yang sama parsis seperti undangan resepsi Tuan muda"
"Kurang ajar berani macam-macam saya habisi mereka. Sekarang pak Erik bereskan semua kekacauan ini karena saya mau kembali ke hotel, urus cecunut itu."
"Wah....kamu hebat banget Dav baru kali ini loh aku lihat kamu bertarung ternyata sekarang belah diri kamu tidak bisa di ragukan lagi" ujar Rafa menuji namun Gama langsung nimbrung.
"Oh, ya.? Yang benar saja Dav kalau istri kamu sehebat itu"
"Kakak Rafa, tidak perlu tanya sama kakak Dava karena parcuma kakak Dava tidak akan beritahu karena malu kakak ipar lebih jago dari pada dirinya haaahha"
Kurang ajar nih Gama mempermalukan aku didepan Rafa tapi benar juga sih yang di katakan Gama, kalau istriku lebih hebat dari pada aku, tapi aku tidak suka istrkku di puji oleh cowok lain cukup aku saja.
"Kepo banget sih kamu Raf makanya cari istri biar jangan kepo dengan istri ku haah"
Karena sudah malam, dan para tamu undangan juga sudah pada pulang dan disini tinggal keluarga, akhirnya aku memutuskan bawah istriku kembali ke hotel soal kekacauan ini biar pak Erik dan yang lain yang bereskan semuannya.
__ADS_1
Aku menghampiri istriku yang sudah tegang karena menyaksikan aku melawan penjahat itu langsung dia periksa semua tubuhku.
"Mas gak apa-apakan? Kok bisa mereka masuk kesini mas, ini kan privat jadi kalau orang masuk kesini harus ada undangan dulu, kalau gak ada mana bisa masuk? diantara tamu undangan yang hadir disini memiliki rencana jahat terhadak kita mas."
"Sayang kalian berdua ngapain disini yuk kita kembali ke hotel ini sudah malam, kalian harus istirahat karena kalian nanti segerah pergi bula Madu." aku dengan Dinda yang lagi asyik tiba-tiba kami di kangetkan dengan suara ibu yang sudah disamping Dinda bukan hanya ibu kakak Dea dan yang lain juga sudah ada"
"Dik sekarang kita kembali ke hotel ya ini sudah malam biar kekacauan ini dibereskan oleh yang lain kamu harus istirahat karena sudah beberapa hari ini kamu kurang istirahat, oh ya Dav kamu tidak apa-apakan"
"Iya kakak aku tidak apa-apa mana mas Tahir kakak"?
"Itu mas Tahir sama yang lain bereskan mayat itu dan juga kekacauan yang lain kita duluan saja kedalam yuk."
Akhirnya aku mengikuti ajakan ibu dan kakak Dea, kami gegas masuk kedalam kedalam hotel untuk mengistirahatkan tubuh ini tapi sebelumnya aku mencari semua ponakan dan sepupuku yang cewek takutnya ada yang hilang haahha...ternyata semua masih lengkap.
"Kakak Dava kayak takut banget kita menghilang, kita ini sudah besar kakak jadi tidak mungkin kita lakukan sesuatu yang merugikan diri kita sendiri, kita tahu mana yang bisa kita lakukan dan mana yang gak, tapi gapapa juga sih aku senang karena kakak mencari kami itu artinya kakak ku yang tanpan dan ganteng ini sangat perhatian dan peduli sama kami."
"Nah itu kamu tahu dik."
"Tapi jujur ya kakak malam ini kakak tanpan sekali apalagi kakak ipar sangat cantik kayak bidadari sangat cantik pokoknya, sampai aku yang cewek aja pengen jadi cowok untuk mengantikan posisi kakak Dava hahaha"
"Pukk....bawel kali jadi orang kalau begitu kamu operasi kela**n aja biar kamu jadi seperti kakak Dava haahha"
"Oalah oga ah....masa aku sudah cantik kayak bidadari harus operasi sangat menjijik gila."
Setelah aku melihat semua lengkap, kami kembali melanjutkan langkah kaki kami kedalam hotel sebenarnya sangat lelah sekali tapi mau bagaimana lagi semua sudan berjalan dengan baik jadi patut mengucap syukur kepada Allah, karena semua acara malam hari ini bisa berjalan dengam baik walaupun ada beberapa insiden.
__ADS_1
Aku dan Dinda masuk keruang ganti dibantu oleh kakak Dea dan Ririn karena buka gaun Dinda butuh tenanga juga memang gaun tante Riska bukan gaun main-main memang sangat puas begitu juga stelan jas yang saya pake bagus banget.