Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
76:76


__ADS_3

Sih bajingan ini mau apalagi ya mungkin cari masalah belum kapok juga dia ini masih berani juga menahan tanganku. Sepertinya memang buat dia langsung masuk IGD baru dia bisa diam.


Aku dan Dinda yang mau gegas pergi harus urunkan niat kami, karena lenganku sudah di tahan oleh Kenedy aku menepis tangannya sampai terlepas dari lengan ku apa maksudnya menahan aku dan Dinda.


Aku berbalik badan dan menatapnya aku mau tahu apa yang akan dia lakukan lagi terhadap ku.


"Mau apalagi kamu Kenedy mau cari perkara aku dan istriku tidak akan lari dari seekor semut seperti kamu, hanya saja kami mau jengguk temanku di lantai atas atau kamu mau ikut masuk ke IGD nyusul ibu mertua tinggal kasih tahu saja, jangan lama-lama buang-buang waktu ku saja. Ingat ya kamu dan istri kamu yang memulai duluan jadi jangan salahkan aku untuk bertindak tegas sama kamu, aku sudah ingatkan kamu ok."


"Manusia miskin seperti kamu dan istri kamu ini bisa apa, kalau nanti aku sudah jadi Presiden kalian tenang saja aku akan memberikan bantuan kepada kamu untuk bisa bertahan hidup asal kamu harus melakukan satu hal dan aku tidak takut dengan ancaman kamu jangan sampai aku yang akan mengirim kamu ke IGD."


"Hahaha...maaf ya..mau kamu berikan seluruh negara ini kepadaku tidak akan aku lakukan perinta murahanmu itu memangnya kamu siapa ha, gak usa sombong kampanye aja harus minta pinjam uang ke perusahaan Adinata grup kok sombong."


" Tiga miliyar itu cukup gak kalau gak cukup boleh kok ngajuain dua miliyar lagi saya yakin pasti di tolak. ingat ya kalau hidupmu masih bergantung di bawah ketiak orang tidak perlu sombong, dan aku tidak butuh bantuan dari kamu juga aku dan istriku hidup sampai sekarang."


"Kamu gak takutnya dengan kesombongan kamu seperti ini akan membawah kamu kepada kehancuran, awas loh kalau kamu tidak sanggup membayar uang tiga Miliyar itu nanti kamu dibuang kayak sampah ke penjara sana"


"Deg......"

__ADS_1


"Kenapa bajingan ini bisa tahu sih kalau aku minta bantuan ke Tuan Adinata, dari mana dia tahu sedangkan tidak ada seorangpun yang tahu selain keluarga Winata apa jangan-jangan ada yang memberitahukan kepada mereka. Tapi siapa yang berani lakukan itu jangan-jangan Dea lagi yang beritahu kepada mereka berdua" gumam Kenedy dalam hati.


Kenedy melirik ke arah Dea yang tidak menatapnya Kenedy mau bertanya namun kakak Dea cuek saja sedangkan aku yang sudah tahu apa yang mau Kenedy lakukan aku langsung bicara.


"Pasti kamu binggung kan siapa yang memberitahukan hal itu kepada aku dan Dinda gak usa berpikir yang ane-ane deh....kamu pikir kakak Dea yang beritahu aku dan Dinda begitu. Haahha selama ini aku belum perna ketemu dengan kakak Dea jadi jangan kamu memandangnya seperti itu karena bukan dia. Berita apa yang gak aku tahu dari keluarga Winata semua aku tahu"


Sekarang aku hanya mau bilang sama kamu urus istri kamu ini kalau kamu mau tes DNA tapi tidak punya dana boleh kamu bilang sama istriku soalnya uang istriku tidak akan habis tuju turunan mau satu miliyar atau lima miliyar pun dia bisa kasih gratis.


Tapi apakah orang seperti kamu ini mendapatkan itu enak aja. Aku tidak sudih memberikan sesuatu kepada kamu dengan cuma-cuma harus ada bayaran.


Aku langsung berikan kode kepada wartawan agar jangan meluput kejadian tadi jadi memang mereka juga ikut saja. Tidak ada suara keluar dari mulut Kenedy bisa saja sudah mati mau cari masalah dari tadi aku sudah berikan peluang besar untuknya agar dia bisa tetap hidup ini justru mau buat keadaan makin rumit aja.


Semua panik melihat Kenedy sudah tidak bergerak akhirnya Lexza berteriak memanggil dokter aku santai saja.


Ternyata dokter yang datang itu adalah dokter yang menangani ibu waktu dirawat disini dan dokter sangat mengenal aku dan Dinda lantas dokter itu hampir saja memberi hormat kepada aku dan Dinda tapi aku langsung berikan kode dengan tanganku agar dokter tidak membongkar identitasku.


Aduh hampir sedikit dokter membuka rahasiaku untung dokter mengerti kode ku kalau gak bisa gawat, Kenedy langsung di bawah kedalam ruangan untuk di periksa sudah aku bilang berulang kali dari awal jangan cari masalah denganku kalau tidak masuk rumah sakit, justru semakin di bilang makin ngeyel sih makanya mampus.

__ADS_1


Sesudah Kenedy masuk kedalam ruangan pintu di tutup dan Lexza kembali datang menghampiriku tapi langsung dihadang oleh Dinda, Dinda tahu aku paling tidak suka memukul perempuan jadi dia yang menghadangnya.


"Mau apa kamu ha...salah suami kamu yang bodoh itu, sudah berapa kali suamiku menyuruhnya untuk berhenti bertindak bodoh tapi dia ngeyel jadi biar dia rasakan atau kamu juga mau aku masukan kedalam nyusul suami kamu mau kamu begitu. Kalau kamu mau begitu aku tidak keberatan"


Bibik Lya yang dari tadi hanya diam saja kali ini ia juga ikut angkat bicara, karena mungkin bibik Lya sudah geram juga dengan tingkah Lexza. Jangankan orang lain aku aja sudah pengen hajar dia kalau dia bukan persmpuan mungkin sudah dari tadi Lexza dapat hadia dariku.


"Lexza kamu kayak orang gila tahu gak dari awal kedatangan Dinda dan Dava bukankah kamu yang duluan buat ulah, bibik tidak membelah mereka tapi memang kamu dan Kenedy dari tadi tidak berhenti menghina mereka. Memang waktu Dinda dan Dava masih di rumah bibik juga pernah melakukan kesalahan."


"Tapi Dinda sekarang ini sudah tidak tinggal lagi sama kita dan dia sudah punya suami kamu juga harus tahu, kalau video kamu viral apakah kamu masih punya harga diri lagi. Bibik heran deh sama kamu sifat kamu makin hari makin bar-bar sama seperti ibu kamu." ujar bibik Lya tumben berpihak sama kami berdua apa yang masuk kedalam hati mereka hari ini.


Wah....makin seru bibik Lya sudah mulai panas dengan kelakuan Lexza, aku mau jadi penonton dulu ah mau aku lihat perang antara bibik lya dan Lexza karena aku sangat tahu sifat Lexza yang keras kepala jadi dia tidak akan tinggal diam apalagi sampai ada yang berani merendahkannya.


Lexza berbalik badan dan menatap nyalang ke bibik Lya begitu juga bibik Lya tidak mau kalah jadi mereka berdua saling menatap.


"He wanita tua kalau kamu sudah tua lebih baik tutup mulut sampah kamu itu ya, kalau hanya jadi benalu dan numpang di keluarga Winata harus tahu diri jangan ikut campur urusan aku dengan mereka kalau tidak mau di usir dari rumah seperti mereka"


Lexza nunjuk jarinya ke arah aku dan Dinda, Dinda yang hendak mau memukul tangannya langsung aku cegah biarkan saja dulu kita mau lihat drama selanjutnya sepertinya makin seru melihat bibik Lya dan Lexza berseteru

__ADS_1


__ADS_2