Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
148


__ADS_3

Setelah sampai kami di meja makan kami langsung makan bersama dalam diam, karena memang sudah biasa begitu, ayah selalu bilang kalau tidak baik makan sambil ngobrol jadi nanti setelah selesai makan baru lanjut ngobrol lagi.


Kami semua makan dalam diam hanya bunyi piring sendok saja.


Hampir tiga puluh menit kami sekeluarga besar makan bersama akhirnya selesai juga, kami kembali pindah ke ruang tengah untuk lanjut ngobrol yang tertunda kali ini kami pisah dari orang tua aku Gama dan Rafa agak sedikit jauh duduk dari ayah dan yang lain.


"Dav kamu beruba banget loh aku sampai tidak mengenal kamu saat sampai didepan pintu penampilan kamu sekarang dengan dulu jauh sekali, dulu penampilan kamu agak sedikit berantakan tapi sekarang aku justru sangat salut sama kamu, sikap kamu sangat dewasa sekali tidak seperti dulu agak kenak-kanakan".


Memang sih apa yang di katakan Rafa ada benarnya sifatku dulu sangat bedah jauh sekali, karena dulu aku sendirian jadi agak dimanjain sama ibu itu yang membuatku tidak tahu diri tapi setelah aku pergi dari rumah disitu aku di ajarkan untuk menjadi seorang pria yang dewasa dan tetap berusaha beruba sikap.


"Kamu bilang itu benar Raf aku tidak menyangkal semua perkataan kamu karena itu fakta, asal kamu tahu aku beruba setelah keluar dari rumah besar ini dan belajar hidup susa diluar sana dan yang lebih membuat aku beruba lagi setelah aku menikah dengan istriku dan anak kami meninggal, disitu aku sangat terpukul Raf dan aku berjanji akan beruba semua kehidupanku yang dulu buruk harus aku perbaiki."


"Ha...kamu sudah punya anak Dav?"


"Iya Raf kalau tidak meninggal karena ulah mertua dan kakak iparku, tapi sudah lah Raf lupakan saja jangan sampai itu akan melukai hati istriku lagi kalau dia mendengar pembicaraan kita. Dia sudah sangat menderita Raf jadi aku tidak mau buat dia menderita lagi aku mau dia bahagia bersama aku dan dia nyaman tinggal disini."


Rafa yang mendengar perkataanku kelihatan sekali dia agak marah.


"Kenapa kamu tidak membalas perlakuan mereka terhadap kamu dan istri kamu Dav, kamu mau aku bantu gak kalau kamu mau aku siap"


"Hahaha kamu ini ya Raf lucu..balas perlahan tapi pasti Raf tunggu saja waktunya..oh, ya kamu masih mau kembali lagi gak keluar negeri"


"Ah gak lagi Dav karena kamu sudah kembali jadi aku disini saja kamu carikan dong aku seorang istri cantik kayak istri kamu"

__ADS_1


"Ada nih kamu mau bukan hanya cantik tapi baik pasti kamu mau cocoklah sama kamu"


"Siapa dan mana fotonya aku lihat cobak jangan kasih aku cewek gak jelas ya Dav, aku ini mau cari istri bukan cari sembarangan aku malas lama-lama pacaran Dav aku mau seperti kamu haahh..."


"Untuk apa kamu lihat fotonya aslinya saja kamu lihat tuh".aku sengaja menunjuk Ririn yang lagi santai di atas sofa tidak jaub dari kami.


Gama dan Rafa mengikuti arah pandangku seketika mereka berdua tertawa, membuat aku jadi binggung sendiri.


"Loh kenapa kalian tertawa bukankah Ririn cantik...dari pada kamu cari yang gak jelas lebih baik adikku saja...aku sangat setuju kamu dengannya"


"Kakak Rafa yakin mau nikah dengan Ririn anak itu agak sedikit rewel...tapi kalau kakak mencintainya aku juga setuju sih dia juga belum punya pacar jadi cocok" ujar Gama.


"Ya kalau suka sih aku memang suka cewek seperti dia tapi mau gak dia sama aku takutnya dia gak mau"


"Dav sudah berapa lama kamu mengenal aku..aku tidak perlu menjelaskan kepada kamu karena kamu tahu seperti apa aku orangnya."


"Iya aku percaya ya sudah nanti aku kasih nomor hpnya ke kamu ya biar kamu mendekati dia nanti aku dan Gama yang urus dia disini"


Aku akan menjodohkan Ririn dengan Rafa saja lagian Rafa juga belum punya pacar dia juga kelihatan menyukai Ririn dari pada Ririn dengan pria lain lebih baik sama Rafa yang jelas.


Kami keasyikan ngobrol jadi tidak terasa sudah jam sembilan akhirnya tante Siska dan Rafa pamit pulang tapi Rafa janji akan sering main kesini..memang dari dulu Rafa sering main kesini hanya saja setelah aku pergi baru dia gak perna datang lagi.


"Dav aku pulang dulu ya nanti aku sering kesini deh..ingat janji kamu dengam Gama ya awas kalau tidak berhasil aku tuntut kalian berdua tanggung jawab" pintanya.

__ADS_1


"Haha kamu tenang saja bro aku pasti berusaha sampai kalian menjadi pasangan suami istri haha yang penting jangan lupa bayaran untuk ku ya harus mahal bayarnya"


"Oalah kamu ini, apalagi yang masih kurang dari kamu Dav semua sudah ada masa minta bayaran"?


Rafa kocak juga masa aku harus minta bayaran kayak aku yang mau jual Ririn saja hehe.


"Nak Dava nanti salam ya buat nak Dinda tante pulang dulu mungkin Rafa yang sering-sering kesini untuk cari calon mantu tante jangan lupa bantuin Rafa ya nak"


Aku dan yang lain saling tatap berarti dari tadi tante iska mengamati kami bertiga makanya tante tahu kalau aku mau jodohlam Ririn dengan Rafa. Tapi baguslah kalau tante Riska sudah berikam lampu hijau itu artinya tante Riska setuju.


"Tante tenang saja itu aman"


Setelah selesai pamit kami antar tante Riska dan Rafa sampai di depan setelah mereka keluar dari gerbang barulah kami masuk aku langsung naik ke lantai atas aku cek dulu Dinda sudah bangun belum, kalau sudah biar makananya di antar ke atas namun saat aku sampai di atas justru aku mendapatinya masih tidur nyenyak.


Ya sudah biarkan saja kalau lapar nanti bagun kasian kalau bangunin.


Aku ikut berbaring disampingnya tapi aku belum tidur aku masih main hp karena masih jam sembilan juga takutnya setelah aku tidur justru Dinda bangun. Dan cari makan karena lapar.


Saat aku buka hp tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal aku sebenarnya malas buka pesan itu tapi aku juga penasaran. Akhirnya aku buka.


(" Selamat malam Dav apa kabar, kamu ada dimana sekarang aku rindu loh sama kamu")


Aku yang membaca pesan itu merasa jijik karena aku tahu siapa orang yang berani mengirim pesan itu ke aku tapi pertanyaannya dia tahu nomor aku dari mana.

__ADS_1


Aku tidak balas tapi aku blokir nomornya dan aku rencana besok aku ganti nomor aku alan kasih nomor ini ke Dinda biar Dinda hajar dia.


__ADS_2