
Pak Sammy sudah kesal dengan tingkah bu Anjani, sehingga pak Sammy menyuruh kedua temannya untuk menyeret bu Anjani dan Lexza keluar dari rumah itu tanpa membawah apapun hal itu membuat bu Anjani marah dan mengancam pak Sammy dan temannya.
"Pak seret mereka keluar dari sini memghabiskan waktu kita saja, sudah diberikan tiga hari untuk melunasi bukannya lakukannya untuk bisa tetap disini justru anda ngatot dan pikir kami main-main cepat seret mereka." Ujar pak Sammy
" Bagus pak usir mereka keluar dari sini sekarang juga karena mereka sudah tidak punya hak tinggal disini, kami semua keluar dari sini pak tenang saja tapi lebih baik kedua perempuan ini dan suaminya seret mereka terlebih dulu dari sini apalagi perempuan egois ini yang merasa selalu benar, sudah miskin masih songong lagi,," ujar bibi Lya.
"Kamu bisa diam tidak Lya!...siapa yang mengijinkan kamu bicara disini dasar mandul tidak tahu malu, kamu bicara begitu padahal kamu juga tinggal disini kalau kamu mau keluar silahkan saja tapi aku tidak mau keluar dari sini jangan harap ini harta suamiku." Bentak bu Anjani.
"He..perempuan ular lebih baik aku tidak punya anak tapi aku menyayangi anak-anak kamu, dari pada kamu punya anak tapi dinadikan tumbal keegoisan kamu"!
"Bu! Terimah nasib aja tidak perlu lebay dan memperkeruh keadaan, bukankah masih ada rumah selingkuhan ibu, yang ibu beli pakek uang dari perusahaan juga jadi kalau ibu keluar dari sini juga masih ada tempat perteduhan ibu yang paling aman itupun kalau tidak disitu oleh bank, lebih baik ibu intropeksi diri dari semua masalah ini karena ini belum berakhir dari penderitaan ibu masih ada kejutan besar untuk ibu nanti.
Kata ibu apa yang bukan menjadi hak milik kita jangan menahan apalagi mengambil dan mempertahankannya, sekarang ibu tahu semua fasilitas ini adalah milik bank iklaskan bu, Dea tahu saat ini tidak ada lagi harga diri ibu di mata semua orang dari pengawal, pelayan, keluarga bahkan tetangga kita.
Cobak ibu lihat keluar di gerbang banyak sekali tetangga berdatangan, ibu tidak malu nanti diseret dari sini lebih baik ibu keluar dengan cara baik-baik nanti jalan kaki sambil tenteng tas sampai di jalan raya baru cari taksi kemana ibu dan putry kesayangan ibu pergi, oh ya. Satu lagi bu kalau ibu tidak punya ongkos biar Dea berikan mau bagaimana pun Dea masih punya hati nurani bukan kayak ibu memiliki hati iblis."
__ADS_1
Plakkkk!..." satu tamparan melayang di pipi Dea tapi kali ini Dea tidak merasa sakit sedikitpun justru Dea tersenyum menatap bu Anjani.
"Dasar anak tidak berguna nyesal ibu melahirkan kamu kedunia ini jadi anak durhaka sama ibu kandung sendiri, kamu tidak pantas bicara begitu sama ibu kandung kamu ya, kamu dengan adik durhaka kamu itu sama, sama-sama jahat sama ibu kamu tahu rumah ini adalah peninggalan ayah kamu tapi kamu dengan tidak punya hatinya kamu menyuruh pihak bankmenyitahnya dimana letak hati nuranimu"
"Hey...ibu! Jangan bicara soal hati nurani dan kejahatan disini karena yang jahat disini adalah bu yang tidak punya hati nurani, ibu kandung macam apa yang ingin membunuh anaknya sendiri karena ingin menguasai semua harta milik mantan suaminya, dan ingin menikmati bersama pasangan haramnya sangat menjijikan sekali, buka matamu lebar-lebar bu dan sadar lah sebelum semuanya terlambat. Jangan ibu seolah meresa paling baik dan paling tersakiti disini, padahal ibu dalang dari semua ini.
Asal ibu tahu tamparan ibu tidak ada-apanya dibanding rasa sakit yang Dea rasakan di hati ini, saat Dea tahu ibu ingin menghabisi Dea dan Dinda saat itu juga Dea sangat membenci ibu sangat membenci" teriak Dea langsung menyerang bu Anjani dengan guci kecil yang ada di lemari hias sampai kepala bu Anjani berdarah.
Prakkkkk.....prakkkk...!
Dea hendak menyeret bu Anjani keluar dari rumah tapi baru sampai di depan pintu Lexza teriakan Dea untuk berhenti.
"Dea berhenti! Jangan kamu memperlakukan ibu begini ya kualat kamu nanti, menyiksa ibu kandung kamu sendiri sifat kamu kayak bi**ng aja memperlakukan ibu, jika kamu mau keluar dari sini silahkan pergi tapi jangan menyiksa ibu begini, biarpun ibu salah kamu sebagai anak tetap berbakti pada orang tua ingat surga di telapak kaki ibu, jauh sekali perubahan kamu Dea semenjak kamu lebih dekat dengan sih Dinda kamu sebenarnya ketularan apa sampai seperti ini.
Dan kamu Tahir! Kamu sebagai suami tidak berguna sama sekali sudah tahu istri tidak punyak akhlak, bukannya ajaran untuk berubah justru kamu juga mendukung untuk melawan orang tua dasar biadab kalian" maki Lexza.
__ADS_1
"Memangnya kakak Lexza punya adab tidak ada kali". Balas Tahir.
Walaupun Lexza sudah berteriak dan bicara panjang lebar Dea sama sekali tidak mengindahkan perkataannya, justru Dea makan menjadi dan Dea kembali mendekati Lexza dengan sati tangan masih memengang tangan bu Anjani dan satu tangan lagi langsung menarik rambut Lexza dan menyeret mereka keluar dari rumah"
Bukkkk! Dengan kuat Dea mendorong bu Anjani dan Lexza sampai tersungkur di pekarangan rumah sedangkan banyak orang berdiri di luar gerbang menonton aksi Dea.
"Hussss....mampus perempuan sombong akhirnya dapat karma juga, di usir dari rumahnya sendiri makanya jadi orang itu jangan songong angkuh tambah egois akhirnya jatuhkan, baguslah aku senang tidak punya tetangga jahat seperti ini"
"Iya aku juga jengah punya tetangga suka merendahkan orang kemarin aja waktu aku buat acara, padahal aku undang loh tapi sama sekali tidak datang justru aku dengar dia bilang kalau dia malas ikut acara rakyat jelata, sombong karena harta suami sekarang suami sudah meninggal semua hangus. Atau jangan-jangan harta suaminya habis karena di pakek untuk bayar brondong" ujar salah satu warga.
"Bisa jadi jeng miris banget ya, dia kalau keluar dari gerbang biarpun kita ketemu dengannya jangan harap kita di syapa gitu, justru dia buang muka dan sering dia membengkokan bibirnya pas lihat kita ngumpul di depan, ini karma buat orang jahat seperti dia karena sudah menyiksa putrynya sendiri. Menantunya kalah calonkan diri sekarang justru di usir karma itu memang istran ya bayar kontan"
Banyak sekali gunjing yang mulai di lontarkan ke bu Anjani dan tidak sedikit yang menghujat Lexza.
"Eh...sama sifatnya dengan sih Lexza itu kalian belum tahukan kenapa dulu sih Lexza tiba-tiba dinikahkan dengan suaminya karena terpaksa, mereka dapat tangkap berbuat zina di hotel waktu itu makanya Tuan Winata marah banget waktu itu akhirnya mereka menikah kalau tidak belum tentu mereka sudah menikah bisa jadi mereka berzina terus" ujar salah satu ibu-ibu.
__ADS_1
Benar kata orang-orang karma itu ada jadi jangan cobak-cobak bermain dengan karma.