Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
179


__ADS_3

Aku terenyuh dan merasa sesak di dada ini kenapa semua ini terjadi di kehidupan rumah tangan dan keluargaku! Sebenarnya semua itu salah aku karena selama ini aku lebih sibuk dengan pekerjan, urus perusahaan sampai mengabaikan kewajiban sebagai seorang ayah dan susmi, coba dulu aku tidak lemah dan lebih tegas kepada Anjani mungkin sekarang kami masih bersama dan hidup kami harmonis, tapi aku selalu menuruti semua kemauan Anjani selama ini jadi seperti ini.


"Nak, apa yang ini kamu sampaikan ke Ayah! Gak mungkin tidak ada hal penting kamu sampai datang kesini, terus mana Tahir bukannya kalian nginap di hotel? Kamu kesini sama siapa."?


"Aku datang kesini sendirian ayah, karena mas Tahir harus masuk kantor jadi kesempatan aku dari hotel langsung kesini sekalian kasih ini titipan dari Dinda untuk ayah karena aku kasih tahu kalau aku mau kesini, seandainya mas Tahir tadi tidak masuk kantor mungkin aku gak bisa kesini ayah karena mas Tahir belum tahu kalau ayah masih hidup."


"Wah...apa ini nak...seharusnya tidak perlu repot-repot bawah ini tapi makasih banyak karena kamu dan adikmu selalu memperhatikan ayah" dengan senang hati aku menerima dua paper bag besar yang satu cake kesukaan ku dan satu lagi banyak makanan didalam, membuat aku binggung kenapa banyak sekali makanan memang sih aku belum makan siang, jadi pas juga dengan kedatangan putry ku.


"Loh nak kok banyak sekali makanan ini untuk siapa sebayak ini" tanyaku binggung tapi filingku Dinda pasti berikan bukan untukku saja tapi untuk Reno dan pengawal lainnya.


"Ayah kayak gak tahu aja putry bungsu ayah seperti apa hatinya selembut sultra...dan seluas samudera heheh...Dinda berikan itu bukan untuk ayah saja, tapi untuk pak Reno dan pengawal yang ada di luar, katanya biar mereka semangat menjaga ayah."


Aku melirik Reno yang duduk tidak jauh dari kami dan aku melihatnya tersenyum simpul, aku tahu apa yang ada didalam pikiran Reno karena dia sangat mencintai Dinda.


Tapi dia pria dewasa jadi dia iklas nenerima kenyataan kalau Dinda bukan jodohnya, tapi jika ada sesuatu hal yang menyangkut Dinda dia selalu tersenyum.


"Ren siapkan semua di meja nanti panggil semua pengawal kita makan bersama karena ini kiriman dan putry ku" Reno yang sudah bersiap hendak bangun, di tahan oleh Dea dan meminta Reno untuk tidak perlu repot karena hari ini Dea mau menyiapkan makanan untukku.


"Pak, tidak perlu biar aku saja yang menyiapkan semua makanan ini tinggal panggilkan semua pengawal saja biar makan, Ayah ada hal yang ingin Dea sampaikan! tapi lebih baik ayah makan saja dulu takutnya makanan dingin gak enak sudah dikirim oleh putry bungsu ayah masa gak dimakan. Lagian masalah ini gak terlalu penting juga."

__ADS_1


"Ya, sudah kalau begitu kamu ikut makan nak nanti kalau kamu tunggu disini lama loh gak bosan"


"Gak ayah aku sudah kenyang tadi kesini baru selesai makan. Jadi lebih baik ayah makan sana biar aku yang jagain pintu kalau datang musu aku teriak haha".


Ada-ada saja putry ku ini, kadang ngeselin tapi kadang lucu, aku dan semua pengawal makan bersama ini kali pertama kami semua makan bersama di meja, biasanya hanya aku dan Reno tapi karena ini makanan kiriman dari Dinda jadi kami makan bersama.


Ternyata makanan yang dikirim Dinda sangat enak, sampai pengawal banyak makan tapi aku senang semua makanan yang di kirim putry bungsuku habis, itu tandanya semua pengawal juga menyukai makanan ini.


"Ren banyak makan kalian habiskan semua makanan ini ya, jangan sampai ada yang tersisa" ujarku membuat mereka senyum tanpa suara.


"Siap Tuan, makasih untuk nona Dinda yang sudah mengirimkan makanan, dan makasih juga untuk nona Dea yang sudah mengantar dan menyiapkan makanan ini" ujar mereka semua.


"Sama-sama nona Dinda dan Nona Dea dan bahkan saya sendiri tidak mengangap kalian orang lain! tapi kita adalah keluarga, selama ini kalian sudah mengabdi dengan saya jadi saya juga berterimah kasih sama kalian"


Setelah kami selesai makan. Aku kembali menemui Dea yang masih santai di sofa sambil main hp dengan sangat serius.


"Kamu lihat apa nak serius banget muka kamu"


"Ini ayah aku dapata kiriman video dari Dinda katanya dari pak Erik, sangat seru pergulatan bibi Lya dengan ibu, sampai ibu babak belur gini, tapi bagus juga sih itu belum seberapa. Ayah sudah lihat belum videonya"

__ADS_1


"Sudah nak, ayah sudah tahu video itu, oh, ya. Apa yang mau kamu bicarakan dengan ayah, sehingga kamu sampai datang kesini, gak cuma karena kangen sama ayah kan."


"Iya, ayah.. aku kesini mau tanya kapan ayah menyuruh dari pihak bank mengusir orang itu dari rumah, rasanya Dea sudah tidak sanggup lagi ayah tinggal di situ. Dan harapan Dinda dan Dea ayah segerah memberikan surat cerai kepada perempuan itu dan ayah cari ibu baru. Kalau ayah tidak menemukan perempuan sepadan dengan ayah, jangan takut Dinda dan Dea punya pilihan."


Astaga bisa-bisanya kedua putryku mencarikan aku jodoh memangnya mereka pikir aku tidak bisa mencari perempuan, aku ini masih tanpan dan kaut jadi bisa aja aku dapat wanita yang lebih baik dari pada perempuan ular itu, hanya saja semua masalah belum selesai makanya aku belum memikirkan.


"Nak, sabar dulu ya, saat ini ayah belum memikirkan itu tunggu nanti semua masalah sudah selesai barulah terserah kalian berdua mau carikan ayah, ibu sambung kalian seperti apa ayah terimah."


"Ayah tahu perasaanmu nak, sabar ya, sampai masalah ini selesai". Aku juga pengen kedepannya jika Tuhan masih mengijinkan aku untuk mendapatkan pasangan hidup aku, biarlah aku hidup bahagia dan selalu memprioritaskan keluarga itu yang terutama sekarang. Aku tidak mau gagal lagi karena dengan kegagalan pertama mengajarkan kepadaku untuk selalu memperhatikan keluarga.


"Ayah tolong pikirkan semuanya, Dea juga berharap secepatnya berikan pelajaran untuk perempuan itu ayah, pasti dimana sudah ketakutan karena tahu Dava putra dari Tuan Adinata"


"Iya nak ayah akan pikirkan, terus nanti kalau kamu pulang kemana balik kerumah?"


"Iya ayah rencana Dea mau balik kerumah tapi sebelumnya Dea mau singah sebentar dulu di restoran untuk cek perkembangannya, karena tiga hari ini Dea gak datang cek karena urus persiapan adik ayah."


"Ya sudah kalau kamu pulang hati-hati yah nak jangan ngebut kalau bawah mobil."


Aku selalu menasihati putryku kalau mengemudi mobil tidak perlu ngebut.

__ADS_1


__ADS_2