Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
301


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu semenhak kejadian itu, ayah mertua memenuhi janjinya dan besoknya ayah mertua langsung melaporkan Ogen dan bu Anjani ke polisi. Sendanngkan Usma setelah audit ternyata Usaman dan dua karyawan yang kerha di bagian keuangan dan salah satu tim audit mereka kerja sama sehingga mereka mengelapkan danah perusahaan sebayak lima miliyar gila benar deh, akhirnya mereka dilaporkan ke kantor polisi dan sekarang lagi proses, kalau bu Anjani dengan Ogen hari katanya sindang perdana bagi mereka setelah semua berkas di lengkapi jadi nanti rencana aku dan Dinda akan datang kesana untuk menyaksikan sidang bu Anjani.


Aku agak sedikit bernapas lega sekarang masalah tentang bu Anjani dan Ogen sudah menujuh titik penyelesaian, tapi masih ada satu yang aku pikirkan sekarang Lexza dan Kenedi aku belum tahu dimana rimbah mereka apakah mereka sudah tahu kalau ayah mertua masih hidup, dan yang paling parah apakah selama ini mereka tidak mencari bu Anjani padahal bu Anjani sudah satu minggu lebih tidak pulang ke penginapan mereka.


Aku perna menyuruh asisten Arfan untuk cari tahu soal tempat tinggal Kenedi dan Lexza, jadi katanya mereka tinggal di kontrakan ukuran dua kali tiga miris kali hidup mereka. namun setelah hari itu asisten Arfan kembali melaporkan kalau mereka sudah tidak tinggal lagi di kontrakan itu bahkan tidak ada yang tahu mereka pindah kemana.


"Sayang cepat bersiap ya, jam sembilan sidang bu Anjani dan Ogen mulai mau bagaimana pun kita harus datang biar tahu perkembangan sidangnya sampai dimana, tidak mungkin hari ini juga langsung ada putusan dari hakim sepertinya hari ini baru pemeriksaan bukti dan para saksi"


"Iya mas, kakak Dea juga ada kirim pesan katanya sebentar mereka juga ikut biarlah tapi mas sih Lexza apakah dia tidak tahu kalau ibunya masuk penjara? dan kira-kira dia sudah tahu belum ya kalau ayah masih hidup jujur Dinda penasaran. Kita harus hati-hati karena takutnya dia tidak menunjukan dirinya tapi diam-diam dia sudah tahu semua dan merencanakan sesuatu untuk mencelakai kita mas, mas tahu sendiri seperti apa kelicikan Lexza tidak bedah jauh sifatnya dengan kedua orang tuanya."


"Iya kamu benar sayang, tapi jangan marah-marah nanti bayinya juga ikut marah, kayak ibunya, semoga nanti kalau anak-anak kita sudah besar jangan ikut jejak kakek dan maminya soalnya sangat sadis. Kalau menyiksa orang tidak ada kata ampun bagi penjahat hal itu membuat mas saja merasa ngeri." ujarku Dinda hanya terkekeh.

__ADS_1


Aku langsung mengendong Dinda ala bridal style dan membawahnya kekamar mandi, ternyata istriku semakin hari semakin berat mungkin karena setiap hari perut Dinda makin tambah besar dan bayinya juga bertumbuh didalam perutnya sehingga berat badannya makin naik.


"Mas, Dinda makin berat ya, soalnya kemarin waktu di rumah sakit mas lihat sendirikan timbangan Dinda naik berapa kilo, jadi mulai sekarang mas tidak perlu gendong Dinda lagi karena Dinda sudah berat takutnya mas menjatuhkan Dinda lagi hehehe" ujar Dinda


Tidak mungkin aku jatuhkan istri tercintaku, seberat apapun dia aku berusaha mengendongnya berikan dia semangat dan aku harus manjain dia.


"Tidak mungkin mas menjatuhkan kamu sayang, mas kuat kok jadi tenang saja tapi kalau perut kamu sudah masuk lima bulan ke enam bulan baru mas tidak akan gendong kamu lagi, mas juga tidak mau ambil resiko kalau kamu dan janin kenapa-kenapa ayah dan ibu bisa usir mas dari rumah. Kamu tahukan sayang? sekarang mas seperti anak tiri dirumah ini sedangkan kamu sudah kayak ratu di perlakukan oleh ibu dan ayah" ujar ku.


"I love you mas, kamu suami terbaik selalu mengerti kondisiku, entah kenapa kehamilan kedua ini bawaannya pengen di manja. Kalau kehamilan pertama justru memaksa Dinda untuk harus kuat dan sabar menghadapi segala cobaan dan siksaan, jangankan minta di manjain sekedar mendapatkan perlakuan yang baik dari orang-orang sekitar saja susa. Tapi Tuhan itu tidak tidur ya mas, Tuhan mendengar seruan hati Dinda sehingga dia memberikan kebahagiaan kepada Dinda melalui mas dan keluarga disini. Apalagi sebentar lagi perempuan itu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Semoga dia sadar ya sayang."


"I love you to sayang, kamu sengalanya bagi mas jangan mengingat kembali masa-masa sulit itu karena itu akan membuat kamu semakin membenci bu Anjani, sekarang kita fokus untuk sidangnya dan biar kita tahu hukuman seperti apa yang bu Anjani dapatkan semoga keputusan hakim sesuai dengan harapan kita." Dinda hanya mengangguk.

__ADS_1


Dengan lembut aku meletakan tubuh istriku kedalam bathtub karena sebelum kami masuk kamar mandi aku sudah siapkan air jadi tinggal mandi, setelah itu aku juga turut masuk kedalam bathtub dan kami berdua mandi bersama karena sudah lama kami tidak mandi bersama, istriku selalu cepat bangun jadi saat aku bangun justru Dinda sudah rapi.


Kami berdua dengan bahagia menikmati air senjuk yang menusuk disetiap pori-pori kami, aku sangat menikmatinya wangi sabun aroma terapi yang menyeruak di hidung ini membuat jiwa ini sangat tenang rasanya semua beban di pundak ini hilang seketika.


Walaupun bu Anjani dan Ogen sudah masuk penjara tapi entah kenapa aku belum tenang selagi Lexza masih berkeluyuran di luar sana, filingku dia sudah tahu kalau ayah mertua masih hidup dan dia juga sudah tahu kalau kami lah yang membunuh ayah kandungnya, kalau aku sih tidak masalah aku tidak kuatir dengan diriku hanya saja aku kuatir dengan Dinda yabg lagi hamil, aku tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan istriku cukup sudah penderitaannya.


Tapi aku yakin kalau Lexza berani macam-macam bisa jadi ayah mertua tidak sengan membunuhnya, seperti janji ayah mertua ya kita lihat saja nanti tapi aku sangat yakin dengan hilangnya Lexza dengan Kenedy aku yakin dia merencanakan sesuatu, selama satu minggu ini ayah mertua belum cerita apa-apa lagi sama aku, ayah mertua hanya membahas soal pekerjaan selain dari pada itu tidak ada bahkan soal Lexza dan yang lain tidak ada, tidak tahu kalau nanti sampai di pengadilan.


Hampir tiga puluh menit aku dan Dinda mandi kali ini tidak ada aktifitas lain selain mandi aku juga kasian sama istriku dia juga cape pikul perutnya yang sudah mulai membesar.


Aku memakaikan kimono di tubuh istriku setelah itu aku kembali mengendongnya dan kami keluar dari kamar mandi, aku mendudukan di depan meja rias dan langsung membantunya untuk mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Setelah rambutnya kering kami berdua ganti pakian dan turun kebawah untuk sarapan bersama dengan keluarga, kali ini aku yakin kami berdua yang duluan sampai di meja makan karena ini baru jam tujuh kurang, biasanya ayah dan ibu keluar dari kamar itu jam tujuh lewat seperempat.


__ADS_2