Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
203


__ADS_3

Haha...aku hanya tertawa membaca pesan dari bu Anjani, awalnya aku ingin balas tapi aku jadi berpikir jangan karena hp milik istriku biarkan saja itu urusan dia selagi masih bisa dia atasi kalau sudah tidak bisa baru aku bisa membantunya.


Aku simpan kembali hpnya karena aku juga sudah sangat kelelahan jadi aku membaringkan tubuh ini disamping istriku sambil memeluknya akhirnya kami tertidur nyenyak dalam pelukan istriku.


******


Sinar mata hari sudah mulai bersinar. Memberikan semangat baru untuku menjalani hari-hari.


Rasa tubuhku sudah mulai ringan rencana pagi ini aku dan istriku pergi jalan-jalan.


Ternyata Istriku sudah bangun dan bersiap-siap, seharusnya Arfan sudah mengantar bajunya pagi ini tapi belum ada pergerakan.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Tanyaku pada istriku.


"Sudah dong mas, kalau belum mana mungkin Dinda duduk disini sambil sisir rambut dan menjawab setiap pertanyaan mas" benar juga apa yang di katakan istriku kalau dia belum bangun mana mungkin dia menjawab aku.


"Ya, sudah mas mandi dulu ya, sayang tunggu disini" ujar ku berbalik badan dan hendak masuk kedalam kamar mandi, namun urun saat mendengar bel berbunyi berarti ada orang di luar pasti itu asisten Arfan pikirku.


Aku langsung membuka pintu dan benar saja di balik pintu ada Arfan dan beberapa pengawal sudah pada rapi semua berarti hanya aku yang belum.


"Maaf Tuan muda sarapan sudah siap di hidangkan dan ini pakian ganti nona muda dan Tuan muda."


"Baik silahkan masuk, eh...kamu mau kemana tidak perlu masuk istri saya ada di situ nanti kamu lihat" enak aja Sih Arfan mau masuk Dinda duduk santai di meja riasnnya ini main masuk saja.

__ADS_1


"Astaga Tuan muda, saya hanya lihat kedalam untuk pastikan mereka menyediahkan sarapan dengan baik dan benar bukan mau lihat nona mudah, tapi memang iya juga sih, siapa yang tidak melirik nona muda cobak cantik banget" ujar Arfan...


Asisten paling berani memuji Dinda di depanku.


"Tutup mata kamu Arfan kalau tidak mau aku cungkil buji matamu."


"Astaga Tuan sadis sekali...kalau saya buta bagaimana tuan, saya yakin Tuan tidak akan dapan asisten setanpan seorang Arfan Tuan"


Humm sudah habis kata-kataku asli asistenku membuat darahku mendidih tapi dalam hati aku senang karena dia orangnya humoris, setelah semua staf restoran menyiapkam sarapan pagi aku langsung kembali menutup pintu dan gegas mendekati Dinda dan memeluknya dari belakang.


"Sayang tunggu mas mandi dulu ya baru kita sarapan ini pakian yang di berikan oleh Arfan semoga kamu suka sayang"


Dinda langsung membuka paper bagnya, Dinda membukanya sambil tersenyum senang berarti dia suka pikirku aku langsung masuk kedalam kamar mandi dan merendam tubuh didalam bathtub....karena semalam badan terasa berat namun tadi aku bangun badan terasa enak dan ringan.


"Kamu suka sayang bajunya?" Tanyaku.


"Suka dong mas..bajunya bagus banget bahannya juga lembut"


"Baguslah sayang kalau begitu tunggu mas ganti dulu nanti baru sarapan", aku langsung ambil paper bag dan membukannya tenyata Afan membelikan aku Jaket atau blazer panjang bahan bagus banget sama parsis kayak punya Dinda baguslah kapelan sama istri. Aku segera memakainya dan gegas ke meja makan untuk sarapan.


Akhirnya-akhir ini Dinda tidak seperti biasanya sangat manja sekali...dia makan juga harus duduk di pangkuanku sambil menyuapinya karena jujur aku juga sangat menyukai manja'annya, aku suapin dia setelah itu baru aku makan.


Namun saat kami berdua makan baru aku ingat kalau dari semalam hpku tidak ada sangking asyiknya dengan istriku bercinta sampai lupa kalau barangku ada yang tidak ada.

__ADS_1


"Sayang kamu lihat hp mas tidak..kok hp mas tidak tahu naruh dimana. Mas juga lupa kalau ada bawah hp."


"Hehehe....maaf mas..waktu di pesawat Dinda simpan hp mas kedalan tas Dinda mas, karena ada pesan masuk dari seorang perempuan tidak tahu siapa itu dia manggil sayang sama mas...ya karena Dinda emosi, Dinda langsung blokir nomornya terus hp mas Dinda sita didalam tas Dinda jangan cobak-coba menyentuh hp itu sebelum Dinda periksa semuanya"


Aku menelan luda dengan kasar...sangat menyeramkan kalau harimau betina ngamuk lebih baik diam dan nurut saja lagian tidak ada apa-apa didalam juga paling Gama dan yang lain hubungi nanya sudah sampai belum.


"Tidak sayang mas tidak minta hanya saja mas binggung karena dari kemarin hp mas tidak kelihatan mas pikir tinggal di pesawat, tidak mungkin Arfan tidak tahu ternyata istri cantik mas sudah sita toh hehehe...memang siapa sih yang kirim pesan sayang mungkin orang hanya iseng sayang jangan percaya begitu. Nanti sayang buka ya hp mas siapa tahu ada telfon dari ibu"


"Iya mas tenang saja nanti Dinda buka hpnya..tapi setelah kita pulang jalan-jalan dulu ok"


"Baik nyonya Dava siap laksanakan"


Setelah selesai sarapan saatnya kami berangkat ke kedua tempat yang sudah di pilih oleh Dinda yaitu ke museum dan pont Alexsadre lll.


Kami keluar dari kamar hotel ternyata semua sudah menunggu di depan pintu untuk berangkat, aku mengandeng tangan istri cantikku dan masuk kedalam lift dan langsung turun kebawah. Ternyata semua mobil sudah tersedia kami tinggal berangkat saja..rencana kami akan duluan ke museum setelah dari museum baru ke pont Alexsandre lll...


Aku sudah perna kesini tapi aku belun keliling semua tempat wisata yang harus di kunjung, sehinga ini kebetulan aku datang dengan istri jadi kami mau bersenang-senang. Aku melihat Dinda tersenyum bahagia mungkin karena hari ini baru lepas dari kandangnya kali makanya dia bahagia.


"Sayang kamu kelihatan bahagia sekali, sesederhana itukah kebahagiaan kamu sayang hanya keluar untuk jalan-jalan saja kamu sangat bahagia"


"Mas selama kita disini puaskan dan buat diri kita sebahagia mungkin aggap saja kita tidak punya beban sama sekali karena nanti setelah kita pulang disitu banyak beban yang akan kita pikul, jadi sekarang mas lupakan masalah yang ada di tanah air karena hari ini hari kita untuk bersenang-senang mas."


Benar juga kata istriku memang harus bersenang-senang karena setelah pulang dari sini ada misi besar yang harus kami jalani, yang jelas tanpa pengetahuan istriku. Jadi aku buat dia senyaman mungkin biar dia bisa merasakan kebahagiaan di tempat ini karena kalau kami sudah pulang banyak sekali cobaan dari mana-mana.

__ADS_1


__ADS_2