Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
151


__ADS_3

Aldo yang mendengar aku pesan banyak makan jusyru tertawa heheh...dia gak tahu kalau aku lagi lapar walaupun ujung-ujungnya memang gak habis.


" Wah...banyak sekali kakak makan haaha....ok deh kakak tunggu...pelayan siapkan pesanannya ya" Aldo membuang pandangan mencari pelayan dan memanggil salah satu dari pelayan.


Aku dan Aldo banyak bercerita tapi karena waktu yang tidak mendukung jadi aku berjanji akan ketemu lagi nanti, dia juga tukar nomor hp denganku memang Aldo dari dulu dia pria yang baik, sopan dan ramah. Dia juga selalu memanggil aku dengan sebutan kakak karena memang umur ku lebih tua satu tahun darinya.


Tidak lama kemudian makanan datang aku langsung makan tidak pake menunggu lama lagi karena waktu sudah banyak terbuang nanti Dinda dan Dava lama menunggu.


"Al maaf ya aku buru- buru jadi aku langsung makan ya nanti kalau ada waktu aku mampir kesini lagi kalau sekarang kita tidak bisa banyak ngobrol karena kamu juga sepertinya sibuk, banyak sekali pengunjung yang datang." ujarku


"Iya tidak masalah kakak lain kali kalau kesini dengan suami kakak dong biar Aldo kenal..kakak sudah menikah kan?"


" Iya sudah Al nanti kalau ada waktu ya aku ajak kesini dengan adikku juga"


Aku makan terburu-buru. Setelah selesai makan saat aku mau bayar Aldo gak mau katanya tidak perlu karena rumah makan ini adalah rumah makan miliknya, jadi biar kali ini aku di kasih makan gratis ya ampun anak ini dari dulu tidak perna beruba sikap baiknya itu. Aku hanya mengucapkan terimah kasih dan akhirnya aku pergi.


"Al terimah kasih banyak ya kamu sudah memberikan aku makan gratis nanti kamu mampirlah kerestoranku ok, kalau siang aku ada di restoran maaf ya aku tidak bisa lama disini karena aku sudah janji ketemuan dengan adikku. Tapi masih ada waktu nanti kapan-kapan kita ketemu."


Aldo tersenyum aku langsung gegas keluar dari rumah makan Aldo dan segera masuk kedalam mobil aku langsung hidupkan mesin mobilnya dan melaju pergi.


Aku harus cepat karena pasti terlambat ini sudah setengah sembilan sedangkan dari sini masih jauh.

__ADS_1


Apalagi jam segini ini masih rawan macet cari jalan pintas juga susa.


Aku baru setengah jalan hpku kembali berdering dan aku melihat ternyata dari Dinda humm pasti mereka sudah sampai makanya di telpon karena aku tidak ada di restoran.


"Hallo dik..kalian sudah sampai ya direstoran tunggu sebentar ya kakak masih di jalan soalnya menuju kesana macet lagi disini"


" Hehehe...justru Dinda yang mau tanya kakak sudah sampai belum karena kami juga terjebak macet tapi ini memang sudah dekat sih sepuluh menit lagi sudah sampai."


" Ya sudah dik tunggu kakak ya mungkin dua puluh menit lagi kakak sampai disana"


Aku langsung matikan telpon dan melanjutkan perjalanan, akhirnya sampai juga di tempat tujuan ternyata saat turun dari mobil Dava dan Dinda sudah menunggu.


" Maaf loh aku terlambat soalnya harus singah dulu ke apertemen terus dalam perjalanan menuju kesini justru perut merasa lapar jadi singah makan, ditambah macet makanya lama. Kita langsung pergi aja atau bagaimana mau periksa barang-barangnya dulu" tanyaku


******


Setelah aku dan Dinda sampai di restoran ternyata kakak Dea belum sampai kakak Dea sudah telpon dengan Dinda katanya lagi terjebak macet jadi disuruh kami tunggu, apalagi kakak Dea bawah semua harta benda dari rumahnya jadi harus waspada, ini juga momen yang tepat karena bertepatan dengan aku yang mau mengajak mereka berdua pergi ketemu dengan ayah mertua.


Nanti setelah ketemu dengan ayah mertua baru kami buka dan lihat bersama apa yang di bawah oleh kakak Dea, semoga mereka berdua bahagia ya Tuhan aku tahu ini kebahagiaan terpendam untuk mereka berdua.


Aku menyuruh kakak Dea dan Dinda masuk duluan ke mobil setelah itu baru aku nyusul dari belakang aku mau memastikan kalau pengawal masih berada di belakang kami.

__ADS_1


Setelah aku merasa sudah cukup aman aku masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesinnya, kami keluar dari restoran tinggalkan mobil kakak Dea disana aku sudah titip mobilnya ke manajer untuk di jaga memang sering sekali titip mobil di restoran selalu aman tapi harus waspada juga takutnya hilang.


Setelah kami keluar dari restoran aku melirik kakak Dea yang duduk dikursi penumpang wajahnya sangat teduh, dulu aku agak membencinya tapi setelah aku mengetahui fakta kalau kakak Dea lakukan semua itu karena terpaksa, dan tidak mau Dinda istriku lebih menderita lagi membuatku merasa kasian dengannya pengen sekali aku menolong mereka untuk keluar dari rumah itu tapi tunggulah setelah semua publik tahu kalau aku ini pewaris Adinata grup.


"Kakak Dea...aku harap kakak dan Dinda tidak membenci aku setelah kita sampai di lokasih aku bukannya tidak mau jujur dengan kakak dan Dinda tapi belum ada waktu yang tepat. Aku juga belum berani untuk mengatakan apapun, aku harap apapun yang terjadi nanti dan kenyataan yang kakak dengan Dinda ketahui nantinya kakak dan Dinda tetatp tenang."


Aku melihat kedua perempuan cantik bersama dengan aku satu istri yang sangat aku cintai satu lagi adalah kakak iparku.


Saat mereka berdua mendengar penuturanku mereka berdua justru saling tatap padahal kakak Dea duduk di belakang sedangkan Dinda duduk disampingku tapi bisa juga mereka berdua menoleh.


Dinda menyipitkan matanya begitu juga kakak Dea menanikan kedua bahunya tanda tidak mengerti.


" Maksud mas apa, apakah ada sesutau yang terjadi tapi mas sembunyikan dari aku dan kakak Dea..kalau memang itu yang terbaik menurut mas kenapa kami harus membenci mas kami harus berterimah kasih sama mas karena sudah melakukan hal yang baik dan mau molong kami berdua."


" Iya sayang makanya tunggu lah kita sampai di sana ya jangan penasaran siapkan tenaga kalian dan juga mental kalian berdua heheheh...mas takut kamu dan kakak Dea syok setelah tahu kenyataan ini."


Aku sengaja bicara begitu agar Dinda dan kakak Dea bisa mempersiapkan diri sebelum bertemu dengan ayah mertua karena aku yakin akan terjadi pertumpahan air mata nanti di tempat ayah mertua.


Aku melaju mobilnya dengan kecepatan sedang karena aku tidak mau kena amukan dari kedua perempuan cantik ini.


Mungkin karena kakak Dea belum puas dengan perkataan ku tadi sehingga kakak Dea kembali bertanya, sebenarnya aku mau bawah mereka kemana.

__ADS_1


"Dav sebenarnya kamu mau membawah aku dan Dinda kemana. Apakah ini sangat rahasia jadi kamu sama sekali tidak mau memberitahu aku dan Dinda"


Heheh kakak Dea lucu mungkin kakak Dea takut kali aku bernuat jahat dengan mereka berdu.


__ADS_2