Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
264


__ADS_3

Pov Author.


Tepat jam delapan bu Anjani sudah siap untuk berangkat ke perusahaan, karena sejauh ini bu Anjani masih berusaha untuk cari investor yang terbaik agar perusahaan bisa kembali normal. Sebenarnya bu Anjani sudah dapat dua investor dari luar negeri dan berjanji dua hari lagi mereka akan datang untuk menemui bu Anjani untuk menyuntik dana ke perusahaan, tapi sayangnya sebelum mereka datang video skandal bu Anjani tersebar sehingga kedua investor itu tahu dan mereka membantalkan untuk membantu perusahaan bu Anjani hal itu membuat bu Anjani kembali frustasi.


Bu Anjani tidak peduli dengan skandal videonya itu justru bu Anjani nekat untuk kembali datang ke perusahaan Dava kalau berani Dava tidak mau membantunya, bu Anjani akan membuat kekacauan disana karena bu Anjani tidak tahu minta tolong sama siapa lagi kalau ujung-ujungnya harus kembali ke perusahaan Adinata.


"Aku harus mendapatkan investor dalam dua hari ini kalau tidak perusahaan benar-benar tidak bisa di selamatkan, aku tidak mau perusahaan bangkrut begitu saja aku sudah berjuang untuk mendapatkan semua ini masa perusahaan hancur di tanganku jangan sampai itu terjadi. Aku tidak mau kinerjaku di remehkan oleh semua orang termasuk kedua anak itu.


Aku akan tunjukan kepada mereka semua kalau aku bisa memimpin perusahaan dengan baik tanpa mas Evan.


Tidak masalah aku datang untuk minta bantuan masa Dava tidak bisa bantu perusahaan mertuanya, perusahaan Winata sebenarnya perusahaan milik Dinda tapi mana mau aku kasih enak saja mau ambil perusahaan aku istrinya mas Evan. Awas saja kalau Dava tidak mau bantu aku bikin kekacauan di kantor.


Sih anak kurang ajar itu dengan suàmi kemana lagi sampai jam begini belum pulang mereka pergi kelayapan dari semalam sampai sekarang tidak pulang, tidak ada pengertian sedikit pun sudah tahu keluarga ini makin kacau mereka justru pergi bersenang-senang tidak ada rasa impati sedikutpun juga.


Oh ya, bagaimana kalau aku pergi minjam uang ke bank saja uang itu untuk masukan ke perusahaan nanti setiap bulan cicil tapi jaminannya apa? sedangkan semua sertifikan hilang tidak tahu kemana, kalau aku minta sertifikat rumah dan hotel yang sudah aku belikan untuk mas Ogen takutnya dia marah dan memutuskan hubungan lagi denganku aku tidak mau itu terjadi."

__ADS_1


Bu Anjani turun dari lantai dua dengan langkah santai bu Anjani menuruni anak tangah satu persatu dan turun ke bawah rencana mau sarapan dulu baru berangkat ke perusahaan.


Baru saja kaki bu Anjani menginjak lantai dasar, seorang pengawal dengan tergesah-gesah datang dan menyampaikan jika ada empat orang dari pihak bank ingin bertemu dengan bu Anjani.


"Maaf nyonya ada empat orang pria memaksa masuk kedalam ingin menemui nyonya" ujar pengawal tersebut.


"Empat orang pria? siapa merekasampai mereka ingin masuk menemui aku?, dari mana mereka kalau mereka datang minta sumbangan usir saja mereka buang-buang waktu ku saja" gerutu bu Anjani.


"Bu...bukan pengemis nyonya tapi katanya dari pihak bank" ujar pengawal.


Bu Anjani duduk di ruang tengah sambil menungguh keempat orang pria yang di ceritakan oleh pengawal tadi, dengan sopan keempat pria itu menyapa bu Anjani tapi justru wajah bu Anjani tidak bersahabat menyambut mereka itu yang membuat keempat pria itu memandang rendah bu Anjani.


"Selamat pagi nyonya, apakah ini dengan nyonya Winata"? Tanya salah satu dari pria itu."


"Iya ini dengan saya sendiri anda siapa dan tujuan apa datang kesini? sekarang tidak perlu bas-basi karena saya mau pergi ada keperluan penting jadi jangan karena kedatangan kalian menghambat waktuku." Keempat pria itu tersenyum saja yang jelas salah satu dari keempat pria itu adalah pak Sammy.

__ADS_1


"Oh maaf nyonya kalau begitu kami juga langsung saja karena kami juga tidak mau lama-lama disini, kami ini dari pihak bank datang kesini untuk menyampaikan bahwa semua aset yang nyonya miliki berupa apertemen, restoran hotel dan aset lainnya termasuk rumah ini dan mobil yang nyonya pakek dari pihak bank sita semua termasuk perusahaan, kalau nyonya tidak bisa melunasi hutang yang ada di bank sebesar lima belas trilium" ujar pak Sammy dengan lancang.


"Apa....!.jangan gila kalian ya enak saja kalian mau sita rumah dan semua aset milik saya , jangan harap saya kasih karena selama ini saya tidak perna meminjam uang ke bank apalagi dengan nominal begitu besar, saya tidak akan keluar dari sini dan jangan harap saya berikan semua aset berharga saya" bentak bu Anjani awal nya bu Anjani duduk sekarang justru bangkit berdiri dengan emosi mengebuh-gebuh.


"Maaf nyonya ini adalah aturan dari bank jadi nyonya tidak bisa begitu, apapun nyonya katakan kami tidak akan mengikuti perkataan nyonya karena semua aset ini sudah menjadi milik bank bahkan mobil nyonya sendiri akan kami sita, boleh semua aset ini tidak akan disitu kecuwali dalam tiga hari nyonya melunasi hutang sebesar yang sudah saya sebutkan tadi, kalau nyonya mengikuti saran kami dan melunasi semua hutang itu dalam jangkah waktu tiga hari berarti semua kembali menjadi milik anda nyonya." ujar pak Sammy sambil tersenyum.


"He....enak banget ya kamu bicara begitu dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu dalam tiga hari jangan ngaur kamu kalau bicara, kamu pikir uang itu kertas jadi tinggal kumpulkan saja untuk membayar. Dan supaya kalian berempat tahu saya Anjani Winata tidak akan keluar dari rumah ini apalagi menyerahkan semua aset ku dasar pecundang kalian semua."


Saat mereka sedang asyik dengan perdebatan tiba-tiba kakak Dea dan mas Tahir pulang nembuat keempat pria itu tersenyum, kakak Dea dan mas Tahir masuk dan langsung menghampiri ke lima orang itu kalau kakak Dea dan mas Tahir sudah tahu jadi mereka hanya pura-pura dan memanas- manasi.


"Wah....ada tamu terhormat rupanya selamat pagi Tuan-Tuan semua ada gerangan apa ya masih pagi-pagi seperti ini, sudah menjadi tamu istimewah ibu saya, apakah ada keperluan penting dengan ibu saya Tuan" ujar kakak Dea.


" Oh iya nona kami dari pihak bank datang kesini untuk menyita semua fasilitas dari keluarga Wibata karena hutang di bank sangat besar jadi kalau tidak bayar dalam tiga haru berarti semua aset inu di sita oleh bank dan menjadi milik bank, apakah nona punya uang nominal seperti yang saya beritahukan kalau ada secepatnya nona melunasi hutang itu dan semua aset kamu kembalikan tidak jadi kamu sita"


Mendengar itu bukannya marah seperti bu Anjani justru kakak Dea tertawa terbahak-bahak membuat bu Anjani emosi.

__ADS_1


__ADS_2