
Ujar seorang tetangga yang sudah mulai menjelekan menantunya, padahal mendapatkan anak atau keturunan itu sebuah pemberian dari Allah.Jadi kalau belum di karuniai ya harus sabar. Ibu tersenyum mendengar perkataan tetangga kami ini. Kok bisa ada seorang mertua sejahat ini terhadap menantunya, padahal menantunya sudah banyak berkorban tapi masih juga di perlakukan seperti itu.
"Makasih jeng, tapi jeng jangan bicara begitu kita sebagai seorang ibu dan orang tua seharusnya kita memberikan semangat kepada anak kita terutamah mantu kita, karena kebahagiaan mantu kita letak pada pada sikap kita kepadanya.
Jangan selalu menuntut karena kalau jeng terus-terusan menuntut itu akan membuat menantu jeng tertekan dan akan berdampak ke depresi dan itu akan mempengaruhinya sehingga dia susa hamil karena banyak pikiran, lagian kita sebagai manusia tidak bisa lempaui kuasa Tuhan karena Tuhan yang memberikan kuasa itu kepada kita, jadi tetap memberikan ketenangan kepadanya saya yakin pasti dia akan hamil, lagian anak itu sebuah hadia dan anugra dari Tuhan hanya tambahan dalam kehidupan rumah tangga jadi mau punya anak atau tidaknya, tidak menjadi patokan untuk rumah tangga itu harmonis kalau tidakdidasari dengan cinta dan kepercayaan" ujar ibu
"Tapi Jeng...sudah lama sekali mereka menikah dan dia juga bukannya cape, menantuku hanya pergi kerja untuk membantu anakku dalam perekonomian pulang dari kantor mandi dan istirahat apalagi yang di lakukakan tidak ada, karena saya melihat tidak ada tanda-tanda hamil saya rencana menyuruh anak saya ceraikan dia dan menikah lagi dengan perempuan yang ingin secepatnya melahirkan, aku malu dengarkan perkataan orang lain dan teman-teman yang katanya memantu saya mandul dan tidak akan punya anak, memangsih kalau menantuku dia sangat baik menantu idaman juga hanya saja dia tidak punya anak untuk apa"
"Astaga jeng...jeng! kok bisa berpikir begitu, jadi orang tua itu jangan suka ikut campur urusan rumah tangga anak jeng itu tidak baik, lagian punya anak atau tidaknya kalau memang mereka bahagian dalam rumah tanggah mereka tidak masalah, jeng kita sebagai orang tua jangan egois dan jangan suka mengurusi kehidupan rumah tangga anak kita, karena dengan adanya campur tangan orang tua rumah tangga anak bisa hancur bahkan anak kita sendiri juga bisa ikut hancur, apakah putra jeng setujuh jika mereka bercerai dan menikah lagi dengan perempuan lain? Ingat jeng kita sama-sama seorang perempuan dan seorang ibu, pasti menantu jeng merasa tersakiti dengan setiap perkataan jeng.Tany ibu
__ADS_1
"Saya tidak ikut campur urusan rumah tanggah putra saya jeng, hanya saja saya tidak tahan dengan omongan orang makanya saya tekan menantu saya, bahkan saya selalu merendahkan dia, kalau soal putra saya setelah menikah dengan perempuan itu dia selalu membangkang dan dia tidak perna mau mengikuti saranku, katanya dia sangat mencintai perempuan itu jadi tidak punya anak juga tidak masalah, karena menantuku sangat baik, saya sih tidak perlu menantu baik yang penting punya anak, kalau punya anak juga akan berubah dia. " ujar tetangga kami itu.
Ibu tidak membalas lagi perkataan tetangga itu, ibu hanya mengelengkan kepala dan menuntun Dinda masuk kedalam rumah dengan kedua baby twins, karena sebentar lagi tamu undangan akan berdatangan jadi kita buat acara agak sore jam tiga karena kalau malam kasian Dinda dan kedua kembar, banyak sekali ucapan dan doa menyertai Dinda dan kedua kembar termasuk aku juga karena para tamu yang sudah datang juga mengucapkan selamat dan doa.
"Selamat Tuan muda, atas kelahiran nona muda tapi boleh tahu siapa nama kedua baby twins Tuan muda maaf saya hanya penasaran saja dan boleh saya melihat wajah kedua bayi kembar Tuan muda"? Pinta salah satu teman bisnis.
"Tidak masalah Tuan muda saya paham dengan keputusan anda karena jadi seorang pembisnis besar bukan hanya diri kita yang harus kita jaga tapi juga keluarga besar kita termasuk istri dan anak, maafkan kelancangan saya Tuan muda saya tidak bermaksud apa-apa, tapicara Tuan muda menyembunyikan inden titas tuan kecil dan nona kecil adalah cara yang tepat, karena kita sama-sama seorang pembisnis pesaing dan lawan kita dimana-mana jadi mereka merasa tidak samggup melawan kita justru merekan merencanakan kejahatan melalui istri dan anak kita" ujarnya
Setelah selesai berbincang dan Dinda sudah didalam rumah dengan sih kembar aku mendatangi para tamu yang sudah mulai berdatangan dan menyapah mereka, karena Dinda juga capek jadi dia tidak tahan lama berdiri, sehingga Dinda didalam sambil berbincang dengan keluarga dari luar kota dan tamu undangan lainnya.
__ADS_1
Papan bunga ucapan terhadap kelahiran kembar membanjiri halaman rumah dan luar gerbang, aku bersyukur banyak sekali doa yang di uncapkan oleh banyak orang terhadap Dinda dan kembar, namun fokus teralikan ke sebuah papan bunga yang di letakan tepat di tepan gerbang. Siapa yang berana mengirim papan bungan begini ya, apakah pengawal sebanyak ini tidak melihat papan bunga ini.
( Turut berduka cita atas meninggalnya nona muda Dinda dan kedua anak kembarnya)
Kurang ajar betul berani sekali siapa yang mengirim bunga ini, kenapa di letakan tepat di gerbang utama aku langsung menyuruh pengawal mengambil papan bunga itu dan membuangnya tidak perguna ucapan itu, aku bertanya kepada semua pengawal dan salah satu daru mereka mengatakan jika tadi ada seorang pria tua meletakan bunga itu katanya dia hanya mengituki setiap pembeli aja, jadi dia tidak tahu apa-apa benar juga sih yang dia bilang namanya cari uang jadi dia mengikuti pembeli aja, tapi aku harus cari tahu siapa yang pesan karangan bungan ini.
Setelah aku periksa semua beres aku gegas kedalam rumah, aku harus pastikan semua aman, sebelum semua parah tamu undangan datang aku harus mengamankan semuanya jangan sampai ada penyusup, aku langsung menemui Dinda ternyata Dinda lagi asyik ngobrol tapi saat Dinda melihat kedatanganku Dinda langsung bangkit berdiri dan mendekatiku.
"Mas...mas dari mana!? Dari tadi Dinda nungguin mas loh ternyata mas disini yuk kita pergi lihat kedua kembar dulu, soalnya tadi belum Dinda nyusui mereka takutnya mereka haus dan menangis kasian susternya, lagian acara juga belum mulai bukan? Atau sayang masih ingin ngobrol dengan teman bisnis mas silahkan saja, biar Dinda sendirian aja kalau tidak Dinda dengan Elsa disini" ujar Dinda .
__ADS_1