Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
145


__ADS_3

Anjani menenangkan dirinya dan pergi meninggalkan ibu-ibu itu untuk memilih, namun semua orang yang ada didalam Tps juga sama seperti ibu-ibu diluar memandang rendah bu Anjani dengan tatapan merendahkan..


"Eh..bukankah ibu ini ya yang ada didalam video me**m itu masih punya muka juga ya datang kesini kasian, ya sama Tuan Winata memang sih Tuan Winata sudah meninggal tapi punya istrinya me**m dan rendahan. Bisa-bisanya dia berhubungan dengan pria yang bukan siapa-siapanya, dengan pedenya datang kesini lagi pantasan banyak yang tidak mau memilih menantunya karena selain menantunya jahat ternyata ibu mertuanya juga seorang wanita murahan"


"Deg.....Video? maksud mereka apa ya kok bisa mereka bicara begitu tidak ada sopan sama sekali sama aku mereka lupa siapa aku"


" Tahu tidak aku sangat jijik melihat videonya ganas banget di atas ranjang sama brondong, padahal selama ini dia selalu bilang kalau dia adalah wanita terhormat dan selalu memandang rendah kita sebagai tetangga. Katanya kita ini orang miskin dan rendahan nah sekarang video itu sudah viral dimana-mana hal itu membuat banyak masyarakat yang awalnya mau memilih menantunya jadi urun mereka berali memilih lawannya mampus. Tapi semoga menantunya tidak jadi terpilih kalau tidak masrayakat menderita"


Bu Anjani benar-benar terkejut sehingga ia langsung keluar dari Tps dan menghampiri ibu-ibu yang ada diluar, bu Anjani mau bertanya perihal soal Video yang mereka maksud ada juga beberap wartawan dari tadi berdiri dsitu memandang bu Anjani mereka mau wawancara soal video itu tapi masih di tahan oleh pengawal.


"Ibu-ibu maaf saya mau tanya dari tadi ibu-ibu pada bicara soal video maksudnya video apa ya? saya sama sekali tidak mengerti, boleh jelaskan ke saya" tanya bu Anjani bingung


"Oh jadi bu Anjani tidak tahu kalau dari jam tujuh pagi beredar beberapa video, entah siapa yang viralkan itu tapi sudah di bagi oleh ribuan orang dan beberapa stasiun tv besar, menyiarkan video tentang ibu dengan seorang pria brondong di sebuah hotel lagi me**m dan ada juga video beredar di masyarakat mengenai calon presiden nomor urut satu menaganiyaya adik iparnya, yang bernama Dinda dan anda juga salah satu pelakunya yang menyksa anak kandung anda." Ujar seorang ibu.


Seketika tubuh bu Anjani menengang dan sampai gemetaran, bu Anjani tidak percaya kalau videonya dengan Ogen bisa viral karena bu Anjani yakin banget video itu adalah dirinya bersama dengan Ogen, di hotel karena bu Anjani sengaja mengambil video itu sebagai koleksi namun bu Anjani tidak menyangkah ternyata videonya bisa tersebar kemana-mana dihari dimana pemilihan presiden.

__ADS_1


"Tidak jangan sampai Kenedy gagal jadi presiden karena video itu bagaimana caranya ya biar aku bisa mengatasinya aduh...bagaimana ini baru saja senang karena pikir Kenedy akan jadi presiden kenapa datang masalah ini, siapa yang berani melakukan ini apakah Ogen yang berani melakukan itu karena aku tidak jadi berikan semua setifikatnya, tapi tidak mungkin dia tidak perna marah soal hal itu, terus siapa." gumam bu Anjani dalam hati dian terpaku di tempat.


"Tidak perlu jelaskan bu Im, saya yakin bu Anjani sudah tahu semua itu tapi pura-pura tidak tahu, karena sudah terlanjur malu makanya bu Anjani sengaja begitu, dan satu lagi bu Anjani cobak kalau sampai di rumah buka tv biar bu Anjani lihat siapa yang berikan klarifikasih soal video itu saya yakin pasti bu Anjani akan terkejut."


Bu Anjani langsung menunduk kepala dan hendak masuk kedalam mobil tapi di kejar oleh wartawan.


"Nyonya Anjani bisakah anda berikan sedikit tanggapan anda mengenai video yang lagi viral itu."


Tidak ada jawaban sama sekali dari mulut Anjani dan langsung berlari masuk kedalam mobil tanpa mengeluarkan sepata katapun.


Tiba-tiba bibi Lya tertawa terbahak- bahak. Membuat yang lain saling pandang.


"Anjani...kenapa dengan mukamu kakak ipar? Kenapa di tekuk begitu apa karena malu di hujat sama warga karena video me**m kamu itu, aduh kasian ya dari semalam sudah ketawa-ketiwi dengan menantu dan putry kesayangan, membayangkan hari ini menantunya menang jadi presiden tapi sayangnya itu hanya haluan kalian saja, ternyata Tuhan itu maha baik dia tahu mana hari baik dan mana hari jahat.


"Kenarin-kemarin itu adalah hari baik untuk kamu, tapi hari ini bukan hari kamu, ingat jika ada tiga ratus enam puluh lima hari dalam satu tahun, tiga ratus enam puluh empat hari itu adalah hari kamu tapi satu hari itu bukan hari kamu, jadi Tuhan berikan waktu yang sangat panjang untuk kamu berubah tapi kamu tidak ada perubahan didalam dirimu makan satu hari kesialan itu datang untuk nenimpahmu yaitu hari ini hidup kamu hancur."

__ADS_1


"Aku juga dulu perna berkata kasar sama Dinda namun setelah dia keluar dari sini dan aku tahu kalau kamu adalah ibu kandung yang kejam, dan jahat aku menyesali semua perbuatanku itu dan aku berjanji aku akan mengubah hidupku menjadi lebih baik kamu tunggu saja seperti apa hasil pemilihan hari ini"


"Tutup mulut kamu Lya kalau kamu tidak tahu apa-apa soal video itu, karena video itu sebenarnya sudah lama dua tahun yang lalu mas Evan masih hidup"


Bu Anjani tanpa sadar membuka kedoknya sendiri kalau sebelum Tuan Evan meninggal bu Anjani sudah menyelingkuhi Tuan Evan.


Mendengar pengakuan dari mulut bu Anjani keempat orang itu saling pandang, seketika paman Gibran bangkit dari duduknya dan......


Plaakkkkkkk!


"Dasar perempuan sundal, jadi ternyata selama ini kamu sudah selingkuhi mas Evan sebelum meninggal, kamu benar-benar keterlaluan Anjani, aku yakin kamu juga yang membunuh mas Evan ternyata mas Evan menikahi perempuan licik sepertimu"


Jelas bu Anjani terkejut dong karena sebenarnya bu Anjani tidak sadar kalau dia bisa bicara begitu..


Bu Anjani melirikan matanya di tv yang masih menyala ia membulatkan matanya dengan sempurnya saat melihat videonya yang lagi di tanyang tanpa ada sensor sedikitpun, bahkan bu Anjani juga melihat video waktu mereka menyiksa Dinda sampai bu Anjani menutup mulutnya dan mundur kebelakang, bu Anjani benar-benar syok karena dari tadi hpnya berbunyi terus karana ada telpon dari nomor yang tidak di kenal.

__ADS_1


Mereka belum selesai terkejut dengan video itu tiba-tiba ada seorang pengawal lari masuk kedalam dan menyampaikan kalau banyak wartawan di luar memaksa masuk karena ingin bertemu dengan nyonya Anjani.


__ADS_2