
Setelah semuanya selesai makan sekarang acara bebas sehingga siapa aja boleh dansa Ririn dan Rafa juga tidak mau kalah, sehingga mereka juga ikut berdansa, Dinda keasyikan ngobrol dengan Tasya dan Sabrina mereka ngobrol panjang lebar dan kembali mengenang masa-masa dulu sebelum mereka berpisah dan sekarang bertemu lagi tapi sudah sama-sama menikah dan sudah pisah negara.
Memang aku banyak tahu tentang hubungan mereka bertiga karena Dinda yang cerita semuanya, bahwa dulu Tasya dan Sabrina sering ke rumah walaupun bu Anjani tidak suka, tapi Dinda tidak peduli karena gara-gara sikap bu Anjani Dinda jarang punya teman, sama juga kayak kakak Dea dan Lexza.
"Din...selama ini kamu kemana aja si kok langsung hilang kabar semenjak kita berpisah? bersamaan hp aku hilang jadi semua nomor juga ikut hilang, selama ini aku cari nomor kamu tahu tidak? tapi sayangnya aku tidak menemukan justru aku tahu dari Sabrina katanya kalian ketemu di paris, awalnya aku pengen hubungi tapi sibuk banget.
Tahunya tiba-tiba pangeran tanpan kamu hubungi aku meminta aku untuk datang menghadiri acara kamu, aku bilang aja kalau aku datang semua fasilitas kamu yang siapkan padahal aku hanya bercanda, namun pangeran tanpan kamu tidak tangung-tangung menyetujuinya, katanya tidak masalah jika aku di fasilitasi karena suami kamu yang minta aku datang kesini, ngakak dong tapi ada bahagianya juga dapat gratisan kan hahaha, sebenarnya aku sangat bahagia keaini Din apalagi kita bertiga ketemu sekalian reunian., nanti sebelum kita berdua balik bagaimana kalau kita shoping bareng?" ujar Tasya.
"Ya begitu lah Tas kamu tahu sendiri kehidupan aku dulu seperti apa selalu disetir oleh ibuku dulu kayak di penjara, apalagi waktu setelah selesai kulia dan mau kerja semua harus di turuti tidak ada kebebasan sama sekali, keluar untuk ketemu dengan teman-teman saja ada waktunya ada pengawalnya walaupun pengawal bayangan hehehe. Aku juga mencari kamu tapi tidak tahu kamu dimana, sampai aku ketdmu Sabrina di paris baru dia cerita kalau kamu setelah selesai menikah langsung pindah dan tidak pernah ketemu lagi, dan ide kamu bagus nanti kita shoping" Ujar Dinda
"Yes aku sangat setujuh, ini kesempatan kapan laga kita ketemu coba untung kamu ulang tahun dan di hubungi oleh suami kamu Din kalau tidak aku juga belum tentu datang, dan dan mamang kamu beruntung juga dalam bulan ini suamiku tidak perjalanan bisnis keluar kota kalau tidak aku tidak akan datang karena selalu menemani suami bepergian." ujar Tasya
"Oh ya Din boleh tak aku tanya sesuatu? Tapi jangam tersinggung ya, aku hanya penasaran aja kita sahabat dari dulu jadi kamu tahu sifat kami berdua dari dulu sampai sekarang tidak perna berubah." ujar Sabrina.
"Mau tanya apa Sab, tanya aja kamu kayak orang lain aja aku percaya kok sama kamu. Apa pun pertanyaan kamu pasti aku jawab" ujar Dinda
"Sepertinya aku tidak melihat ibu dan kakak kamu Lexza disini mereka kemana? dan bukankah itu ayah kamu, Tuan Winata? Siapa perempuan itu Din...."?Tanya Sabrina kerena memang dulu Sabrina dan Tasya kenal dekat dengan ayah mertua dan bu Anjani, begitu juga Lexza dan kakak Dea, aku tahu dari Dinda waktu ketemu Sabrina di paris. Mendengar perkataan Sabrina, Dinda senyum aku pikir istri ku tidak akan cerita tapi ternyata Dinda ceritakan semuanya.
Dinda dengan kedua sahabatnya sudah sama kayak kakal adik jadi tidak ada yang tersembunyi di antara mereka bertiga, Dinda juga orangnya tidak suka bohong jadi dia jujur aja.
__ADS_1
"Hahaha....oh itu, apakah kalian berdua serius nanya dan serius mau mendengar semuanya, kalau kalian berdua mau mendengar aku akan beritahu mau mulai dari mana"? Tanya Dinda terkekeh.
"Ya serius dong Din kami tanya, pokoknya dari mana aja asal benar penjelasannya,"
"Wanita yang ada sama ayah ku adalah ibu sambung aku dan kakak Dea, sedangkan pria yang sedang dansa dengan gadis itu adalah kakak sambung ku, ayah ku menikah lagi Tas, Sab. Sedangkan ibu ku masuk penjara dan Lexza sudah meninggal dengan suaminya. Apakah kalian berdua masih mau mendengar motifnya atau tidak perlu" jelas Dinda membuat Tasya dam Sabrina terkejut.
"Apa....meninggal? Sejak kapan Din dan kenapa Din terus kok bisa ibu kandung kamu yang gaya selangit itu bisa masuk penjarah.? Maaf ya Din kami berdua kepo tapi jujur aku benar-benar kaget mendengar semuanya" tanya Tasya dengan Sabrina barengan.
Jelas mereka terkejut mendengar penjelasan dari Dinda bahwa Lexza sudah meninggal bersama suaminya. Aku hanya diam menyimak setiap pembicaraan mereka saja, Sabrina dan Tasya juga menegor ayah dan kakak Dea akhirnya kakak Dea juga ikut ngobrol bersama mereka.
"Ibuku selingkuh dan merencanakan pembunuhan terhadap ayah, begitu juga Lexza dan suaminya mereka menyiksa aku saat aku masih tinggal di rumah. Dan setelah aku pindah rumah terus ibu masuk penjara mereka berdua balas dendam terhadap aku, sebenarnya Lexza bukan kakak kandung aku dan kakak Dea Tas, Sab. Dia itu saudara tiri yang si bawah oleh ibu saat dia menikah dengan ayah ternyata sudah hamil di luar nikah."
"Astaga kalian berdua benar-benar kompak banget kalau soal teriak dari dulu tidak perna hilang, teliga ku tidak budek kali, pelan sedikit napa kita jadi perhatian orang jadi ngerumpi kita kan ah udah deh aku malas bahas nanti saja hehehe" ujar Dinda membuat kedua temannya dia.
"Iya maaf" hummm kompak lagi mereka, membuat Dinda hanya geleng kepala saja.
"Mas...Dinda penasaran hadia dari ayah berdua, Dinda pengen lihat hadia apa sih yang di kasih ayah, batu kali ini Dinda mendapatkan hadia dari orang-orang tersayang Dinda jadi penasaran" ujar Dinda, sebenarnya aku juga penasaran hadia apa yang di berikan ayah mertua dan ayah Adinata.
"Hehehe sama sayang, mas juga penasaran tapi bagaimana kalau kita sampai di rumah saja baru buka semua kado itu, jangan disini soalnya banyak orang m" ujarku.
__ADS_1
"Iya deh mas nanti sampai di rumah saja" ujar Dinda
Malam ini kami semua lalui dengan penuh kebahagiaan karena bisa merayakan ulang tahun istri tercintaku, dia juga merasakan kebahagiaan yang tidak perna dia rasakan sebelumnya, hal itu membuatnya sangat terharuh di tambah lagi yang datang malam hari ini adalah orang-orang yang dia kasihi.
"Tas kamu sama Sabrina kenapa datang kesini tidak dengan anak kalian si, biar kenalin sama kedua anak ku siapa tahu jodoh walaupun anak ku masih kecil, tapi tidak masalah juga kan jika mereka bertemu masih kecil jadi setelah mereka besar nanti mereka punya cerita bahwa waktu masih kecil sudah perna ketemu. Aku si tidak perna membatasi kedua anak ku untuk berteman dengan siapapun, asal mereka bahagia dan memiliki kebebasan yang cukup, dan masih bisa mereka jaga diri tidak masalah"
"Maaf ya Din bukannya aku tidak mau datang bawah anak ku, hanya saja anak pertama sudah playgroup dan anak kedua masih kecil sih hanya takutnya kalau aku bawah sangat merepotkan, nanti kapan-kapan kalau ada waktu aku datang lagi sekalian bawah mereka berdua." ujar Sabrina.
"Kalau aku anak ku lebih dekat dengan ayahnya jadi kalau aku kemana dia tidak punya, niat mau ikut tapi coba ayahnya mau pergi dia yang duluan bersiap, itu yang membuat kami kemana ayahnya pergi kami juga harus ikut serta kalau tidak dia bisa sakit, soalnya perna begitu ayahnya pergk terus kami tinggal selama ayahnya pergi dia sakit, setelah ayahnya pulang dan di gendong sama ayahnya panasnya langaung turun bayangkan saja" ujar Tasya.
"Wala kalau begitu susa juga ya, bawah mereka kesini tapi bisalah kapan-kapan kita ketemu lagi kalau kalian tidak bisa kesini kami bisa kok kesana berlibur. Lagian kami juga berencara semua keluarga besar akan pergi berlibur tapi belum tahu waktu yang pas, ayah dan mas Dava sibuk banyak sekali proyek yang harus di urus jadi tidak punya waktu" ujar Dinda terkekeh.
Aku tahu istriku juga pengen berlibur hanya karena waktu yang belum pas, tapi aku janji akan menyelesaikan semua proyek ini agar bisa berlibur bareng keluarga. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah jam sepuluh kami disini saatnya kami bersiap untuk pulang, Sabrina dan Tasya kembali ke hotel karena sudah janjian mereka akan shopping nanti, aku tidak masalah kalau istriku pergi shopping lagian dia juga bosan dirumah terus kalau Grey dan Gretta sudah besar baru Dinda kembali bekerja.
"Baiklah karena sudah malam jadi pertemuan kita cukup sampai disini nanti kita lanjutkan lagi jika ada waktu, makasih ya Tas, dan Sab sudah jauh-jauh kesini hanya karena ulang tahun istriku" ujarku mengucapkan terimah kasih.
"Makasih Tuan muda Dava hahaha......Ya tidak masalah Dav aku bersyukur loh datang dan ketemu dengan sahabat terbaik yang sudah lama hilang kabar dengan momen yang pas seperti ini, sebelumnya kami berdua kasih tahu memang kalau beberapa hari kedepan istri Tuan muda Dava kami sewa dulu hehehe sewa memang barang"
Ada-ada aja tingkah kedua sahabat istriku ini.
__ADS_1