Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
189


__ADS_3

Pov Author


"Bagaimana? Apakah sudah kamu lakukan apa yang aku perintahkan kepadamu," tanya seorang pria memakai topi dan masker.


"Sudah Tuan dan perempuan itu juga sudah melihatnya dia sampai gemetaran, sepertirnya memang dia pelakunya Tuan" jawab orang di hadapannya.


"Baiklah dengarkan aku baik-baik buat perempuan itu dan putri nya salah paham seolah putri nya pelaku peneror itu. Dan ini kamu pastikan dia menemukannya taru di tempat yang mudah di temukan, pergilah sebelum pengawal menyadari kita disini, karena tadi saya sempat di lihat oleh perempuan itu memang saya sengaja memperlihatkan diriku biar dia lihat. Hati-hati manjat temboknya jangan sampai ketahuan. Dan satu lagi kamu harus buat perempuan itu ketakutan sehingga hari-hari hidupnya seperti halusinasi."


"Baik Tuan saya laksanakan perinta Tuan semua aman"


Setelah pertemua kedua orang misterius itu kedua orang itu berpisah dan yang satu dengan lihai memanjat tembok rumah dan kembali masuk kedalam rumah sedangkan yang satu lagi langsung pergi.


"Kamu akan tahu akibatnya perempuan hina, berani macam-macam berani juga tanggung jawab". orang misterius itu dari dalam maskernya tersenyum sarkas.


Sedangkan di tempat lain pada saat ini bu Anjani dan Ogen bercinta di dalam kamarnya, tidak menyadari ada bahaya di depan mata tapi karena mereka berdua merasa bahwa dunia ini milik berdua yang lain hanya kontrak jadi tidak peduli.


Setelah puas dengan permainan yang dilakukan oleh Ogen, bu Anjani langsung pamit pulang karena sekarang sudah jam enam jadi bu Anjani harus pulang supaya bisa bertemu dengan Lexza dan yang lain.


"Mas, aku pulang dulu ya makasih kasih sudah berikan kepuasan kepadaku," celetuk bu Anjani aduh katanya perempuan terhormat tapi sorong diri kemana-mana.


"Hati-hati sayang jangan lupa apa yang mas minta ya, segerah transfer


Bu Anjani akhirnya pulang, sekarang tinggal Ogen, dan penghuni rumah itu tanpa bu Anjani tahu Ogen menyembunyikan calon istrinya di kamar yang ada di lantai bawah.


Tanpa Ogen menyadari bahaya sudah mengintip di depannya, seorang pria dengan gagahnya membawah senjatahnya menuju ke sebuah rumah yang sudah di sewah sesuai dengan Dena yang di berikan.


Saat sampai di atas rumah itu sih pria duduk dan mengeluarkan satu batang tokok dan mengisapnya sebelum melakukan aksihnya karena target belum terlihat.


"Jangan-jangan dia pergi kali ya dangan perempuan itu, tapi tidak mungkin tadi aku lihat hanya perempuan tua itu yang masuk kedalam mobil sepertinya dia belum naik keatas biar aku cari dimana pria itu berada." Pria itu mengambil teropongnya dan ia melihat kalau target saat ini ada di kamar lantai satu. Dan ternyata dia tidak sendirian Ogen bersama seorang perempuan muda dan sangat cantik mereka kembali berbagi pelu.

__ADS_1


"Mas...memangnya kamu belum puas dengan wanita tua itu sehingga kamu masih mau denganku, apa sih yang mau kamu pertahankan dari perempusn tua itu, dari segi kecantikan masih muda aku yang paling terbaik memang kamu tidak jijik sama dia sudah tua begitu."


"Hahaha....sayang dengarin mas...hanya kamu yang mas cintai dan sayangi karena kamu yang akan menjadi istri mas bukan dia, kamu mau tahu kenapa mas masih bertahan dengannya karena mas mengincar hartanya, kamu dengar sendirikan tadi mas minta uang dua miliyar saja dia tidak bisa membantah justru dia dengan suka rela memberikan tubuh secara gratis dasar perempuan tua bodoh.


Suaminya baik dia suruh membunuhnya. Dia pikir aku mencintainya padahal aku hanya memanfaatkannya lagian selama ini mobil dan rumah mewah yang mas belikan untuk kamu itu kalau bukan uang dari dia terus dari siapa"?


"Iya, ya, mas. Aku baru ingat ya sudah terserah mas saja tapi jangan sampai jatuh cinta dengannya"


"Amit-amit jambang bayi, siap juga yang mau nikahi nenek tua mendingan nikah dengan kamu sayang masih muda dan cantik." ujar Ogen.


Mereka berdua kembali melepaskan hasrat mereka, sampai sih perempuan dan laki-laki mengeram kenikmatan.


"Ah...mas kamu sangat hebat benar-benar nikmat padahal tadi mas sudah berapa kali dengan perempuan tua itu" tanya pacar sih Ogen.


"Tiga kali sayang...walaupun dia sudah tua tapi masih sangat kuat dia "


"Apa....tiga kali? Hebat kali kamu mas tadi aja kita berapa kali gila...., oh, ya. Mas sudah bersihkan ini"


Setelah mereka berdua selesai perempuan itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kalau Ogen tidak ikut mandi bersama tumben.


Sedangkan pria yang ada di atas atap rumah itu sudah menghabiskan rokoknya dan membuang puntungnya karena saatnya untuk melaksanakan tugas sebagai penembak jitu.


"Tidak masalah dia di kamar bawah justru lebih gampang dari pada di kamar atas seperti yang aku dan Tuan prediksi"


Pria penembak jitu mulai mengeluarkan senjatahnya dan kembali mengecek apakah sudah siap di pake, karena pria penembak jitu harus melakukan secepatnya sebelum perempuan itu keluar dari kamar mandi. Takutnya nanti justru salah sasaran bisa bahaya.


Sedangkan sih Ogen sedang berdiri menghadap keluar jendela menikmati suasana malam, dan karena dia sangat tinggi jadi seluruh tubuhnya kelihatan kalau dilihat dari luar namun tiba-tiba.....


Doooorrrrrrrr.......dorrrrrrr!

__ADS_1


"Auhhhh!" pekik Ogen langsung


"Brukkkkkk!"


Ogen jatuh tergeletak di lantai dengsn tubuh bersimbah darah, setelah selesai melakukan tugasnya Jaston menyimpan kembali senjatanya kedalam tempatnya dan turun dari rumah itu dan gegas pergi sebelum ada orang yang menyadari.


Kali ini senjata yang di pakai oleh Jaston adalah senjata tidak mengeluarkan bunyi, jadi tidak ada yang menyadari jika ada seseorang yang mendapatkan tembahkan.


Pacarnya Ogen keluar dari kamar mandi dengan pakai kimono dan handuk kecil di kepalanya karena baru selesai kramas.


Saat kaki hendak masuk kekamar perempuan itu mendadak berdiri saat melihat Ogen yang tergeletak di lantai dengan sekujur tubunya bersimbah darah, perempuan itu sampai gemetaran dan membungkam mulutnya dengan kedua tangannya


"Mas....." pekik perempuan itu berlari menghampiri Ogen yang tergeletak di lantai tak bergerak, dengan cepat perempuan itu menyambar hpnya dan menelpon ambulance untuk mengantarkan Ogen kerumah sakit.


"Mas...bagun mas.. Apa yang terjadi ya Tuhan kenapa jadi begini siapa yang melakukan ini." perempuan itu berteriak sambil memanggil nama Ogen, memang perempuan itu nampak sekali dia mencintai Ogen walaupun baru selesai mandi dia tidak peduli darah mengalir di lantai tapi dengan sigap perempuan itu mengangkat kepala Ogen dan memangkunya.


"Bibi...tolong bi...tolong...." teriak perempuan itu.


Bibi lari tergopo-gopo mendatangi perempuan itu.


"Ada apa Non memanggil bibi" tanya bibi belum menyadari kalau Tuannya mengalami tembakan.


"Bi..tolong panggilkan keempat pengawal dan satpam kesini cepat bi"


Sih bibi langsung dengan lari maraton keluarga dan memanggil satpam dan pengawal yang ada di depan, tidak lama mereka datang terkejut melihat Ogen sudah terjadj lemas di lantai


Bibi baru juga sampai didepan pintu, karena syok akhirnya pingsan saat melihat darah astaga bukanya membantu pakek pingsan segalah.


enam pria itu dengan sigap mengangkat tubuh Ogen kebawah, sedangkan perempuan itu dengan cepat menganti pakiannya dan menyusul mereka untung di rumah itu ada dua orang pelayan jadi satu ikut satu tinggal .

__ADS_1


Tidak lama mobil ambulance datang dan Ogen di larikan ke rumah sakit.


__ADS_2