Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
400


__ADS_3

Aku antar Dinda pulang ke rumah sementara aku menitipkan ayah kepada Rafa dan Gama, aku bersyukur karena pada akhirnya ayah kembali sehat walaupun harus pemulihan dulu tidak masalah, setidaknya aku sudah melihat senyuman terpancar di wajah ayah itu lebih dari cukup. Karena selama ayah sakit jangankan lihat kedua anak ku pulang sekedar tidur di rumah aja tidak bisa karena aku tidak ingin ayah sendirisn walaupun ada pengawal dan suster.


"Mas akhirnya ayah bisa tersenyum lagi Dinda takut banget kemarin waktu ayah masih kritis mas kalau ayah kenapa-kenapa, mas pasti ibu senang kalau mendengar ayah sudah sadar. Lantaran dari kemarin Dinda lihat ibu seperti menyimpan beban berat di pikirannya " Ujar Dinda.


"Iya sayang, mas juga sangat senang karena ayah sudah melewati masa kritisnya, sayang jangan beritahu ibu dulu ya soal ayah takutnya nanti ibu maksa ke rumah sakit ini sudah malam besok aja sayang ngajak ibu ke rumaj sakit. Karena mas tidak ingin ibu kembali masuk rumah sakit semoga setelah selesai masalah ini tidak timbul lagi masalah yang lain ya sayang"


" Astaga mas, ibu itu bukan anak kecil mas, Dinda yakin biarpun ibu tahu kalau ayah sudah sadar palingan ibu merasa senang dan bahagia karena ayah akhirnya kembali sehat. Tapi kalau soal ibu memaksa untuk ikut ke rumah sakit Dinda rasa tidak mungkin karena ibu tahu kondisinya saat ini, sebenarnya kondisi ibu belum sepenuhnya puli tapi ibu sengaja untuk pulang ke rumah karens ibu cemas dengan kondisi ayah." Ada benarnya juga istriku ini bah...


Setelah semua penjahat terbunuh kehidupan ku agak lebih baik hanya saja sekarang ini yang aku pikirkan dimana bu Anjani berada , kenapa lama sekali ditangkap oleh pihsk kepolisian. Sekarang aku fokus dulu sama kesehatan ayah nanti kalau ayah sudah keluar dari rumah sakit baru lah aku kembali memikirkan bagaimana caranya untuk mencari bu Anjani. Aku rasa perempuan tua itu tidak pergi jauh dari sini kemana lagi dia pergi keluarganya juga belum tentu menerimahnya lantaran dulu di jahat sama keluarganya.


"Iya sayang mas hanya kuatir aja kalau seandainya ibu memaksa ikut tapi kalau benar seperti yang sayang katakan bagus juga. Biarkan ibu istirahat saja nanti kalau kita sampai di rumah langsung ke kamar saja tidak perlu menemui ibu, palingan jam segini ibu sudah istirahat apalagi tidak ada ayah"


Saat aku dengan Dinda asyik ngobrol tiba-tiba hp ku berdering dan ternyata itu telpon dari pak Erik kebetulan tadi pak Erik minta ijin untuk berangkat ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis mewakili perusahaan. Karena memang selama ini aku tidak perna keluar negeri, jadi tadi siang aku dapat telpon dari pak Erik jika pak Erik harus ke luar negeri. Dan sekarang pak Erik tiba-tiba hubungi kira-kira ada apa ya.?


"Hello pak Erik ada apa"? Tanyaku.

__ADS_1


"Hallo Tuan muda maaf saya kalau lancang, saya hanya mau infokan kalau besok ternyata perusahaan kita yang bekerja sama dengan perusahaan dari landen itu akan datang ke tanah air, perkiraan Tuan Adrak sampai bamdara dengan jet pribadi sekitar pukul sembilan pagi untuk melakukan survei langsung. Dan ternyata ada permintaan dari sana kalau Tuan muda sendiri yang akan mereka jumpai, Tuan Adrak tidak ingin menjumpai siapa pun selain Tuan muda, karena proyek kali ini bukan proyek kecil sehingga Tuan Adrak ingin ketemu langsung dengan Tusn muda, bagaimana Tuan muda besok bisa ke kantor"?


Tanya pak Erik, memang besok aku harus ke kantor karena selain pertemuan dengan Tuan Adrak ada juga meeting dengan direksi aku sengaja melakukannya, dan ada juga beberapa berkas yang harus aku periksa dan tanda tangan.


"Oh...tidak masalah pak Erik karena memang aku juga ingin bertemu langsung dengan Tuan Adrak, karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya, jadi tolong sampaikan ke sekretaris untuk menyiapkan semua berkas dan presentasi besok, aku yang akan turun tangan untuk menangani proyek besar ini. Karena kalau kita berhasil mendapatkan proyek ini aku yakin kita bakal mendapatkan keberuntungan milyaran. Dan tolong sampaikan ke pada semua direksi untuk melakukan meeting besok ada yang ingin aku bahas." Ujar ku.


"Baik Tuan muda saya mengerti semoga tender proyek besar kita kali ini perusahaan Adinata menang, saya tahu kenapa Tuan Adrak hanya ingin bertemu dengan Tuan muda dan yidak mau di wakilkan karena Tusn Adrak mungkin sudah sangat yakin untuk memberikan proyek itu kepada perusahaan Adinata. Dan kalau saya juga menang tender yang ada di luar negeri berarti gaji saya tambah kan Tuan muda hehehe" ujar pak Erik.


Tumben batu es satu ini cair, susa sekali membuat pak Erik ini tertawah tumben banget terkekeh apa yang sudah masuk ke tubuhnya, Dasar pak Erik hanya memikirkan kenaikan gajinya saja, tapi memang rencana beberapa karyawan akan di naikan gajinya sesuai kualitas kerja.


Aku dan pak Erik memgakhiri sambungan telpon, dan aku kembali fokus ke jalan mengemudikan mobil membala kesuyian jalan raya, karena sudah malam jadi jalan raya sudah mulai sunyi memang masih ada kendaraan tapi tidak sepadat sore hari jadi perjalanan kami lancar sampai di rumah.


Setelah kami sampai di rumah sebelum melihat sih kembar aku dan Dinda mau bersihkan tubuh dulu baru mandi.


"Mas Dinda mandi dulu ya, mas mau mandi tidak biar bareng aja" ujar Dinda tiba- tiba tangannya tidak sengaja menyengol sih joni saat hendak menyimpan tasnya di aja meja.

__ADS_1


"Ha...apa itu mas, tangan Dinda kena apa tadi hahaah, kok keras banget mas kayak kayi kering" tanya Dinda justru ngakak aku tahu Dinda sengaja bertanya untuk mengodah ku, hmmm ada kesempatan ni tidak masalah kalau aku sampai di rumah sakit agak sedikit telat karena beberapa hari ini sih joni mulut kering karena aku yang sibuk nginap di rumah sakit tambaj lagi pulang kerja sudah cape jadi sih joni sudah mulai bereaksi.


" Sayang harus tahu bertanggung jawab karena sudah menyengol sih joni, sayang tahu bukan? kalau sih joni sudah bangun begini harus ada pawangnya kalau tidak mas bisa menderita sayang mau ya boleh tidak. Pokoknya sayang harus bertanggung jawab deh."?


Perkataan ku justru mengundang tawa Dinda renya banget mala, Dinda mendekatiku dan sengaja menyentuh sih joni membuat sih joni makin tengang, panas dingin jadinya aku di buat sih joni bah.


"Memangnya mas tidak lelah, kita baru pulang dari rumah sakit tidak lelah memangnya mas, kalau mas saja sanggup kenapa Dinda tidak, Dinda masih sangup tiga kali bercinta hahaha".


Ha.....badas kali istriku sekarang tidak ada sungkan-sungkannya astaga makin genit istriku ini tidak kaya dulu.


Aku tidak banyak bicara lagi kalau menyangkut kebutuhan sih joni tidak bisa di tunda kalau tidak aku yang me derita, aku langsung mengendong istriku ala bridal style dan membawahnya ke atas ranjang rencana satu kali dulu di atas ranjang baru ke kamar mandi sekalian bersihkan diri.


Aku langsung melucuti semua pakian istriku sampai tidak tersisa sehelai benang pun di tubuhnya, begitu juga aku karena sih joni makin tidak bisa di kontrol aku langsung mencelupkan sih joni kedalam gua singa yang sementara mengagah menghadap ke arahku. Rasanya sangat nikmat saat sih joni sudah di celupkan.


Sekarang aku merasakan berada di alam surga dunia hanya kenikmatan yang ku rasakan saat ini begitu juga Dinda makin mengilah sudah mulai keluar erengan-erengan halus dari mulut Dinda aku tahu Dinda juga merasakan kenikmatan yang luar biasanya, karena mungkin Dinda belum puas sehingga Dinda membalikan posisi sebagai pengemudi sedangkan aku hanya menjadi penumpang kemana Dinda mengarahakan ku kesitu aku pergi.

__ADS_1


__ADS_2