
Sekarang Lexza benar-benar dapat karma ternyata pria itu sama sekali tidak ada rasa iba sama sekali dengan kondisi Lexza yang sudah berantakan, walaupun tadi pria itu sudah hajar Lexza tapi dia tidak mau lepaskan Lexza begitu saja, aku pikir dia akan meminta Lexza untuk membayar biaya rumah sakit karena istrinya di bawah ke rumah sakit namun justru reaksi pria itu membuat aku dan yang lain tercengang.
"He...kamu jangan mentang-mentang aku tidak sengaja melempar cangkir kena kepala istri kamu jadi kamu semena-mena sama aku, kamu mau berapa biar aku bayar lagian luka istri kamu juga tidak begitu parah buktinya dia tenang saat di bawah kerumah sakit kamu sengaja ya bawah istti kamu kerumah sakit untuk memeras aku. Dasar miskin kamu mau memeras aku jangan harap aku tidak akan berikan"
Plakkk!
"He wanita sialan, siapa yang mau memeras kamu, kamu pikir aku tidak ada uang ya, aku juga tidak sudih meminta uang dari kamu karena aku masih sanggup untuk membayar pengobatan istriku, jadi jangan sok-sok an. Hanya satu syarat yang aku berikan untukmu agar masalah kita selesai yaitu kamu berlutut di hadapan adik kamu dan minta maaf di saksikan oleh semua pengunjung disini. Sekarang kamu pilih mana berlutut dan minta maaf atau kamu saya masukan ke penjara" ujar pria itu menyuruh Lexza untuk minta maaf kepada Dinda.
Dinda yang mendengar langsung berkata lirih" pak makasih tapi aku tidak butuh kata maaf darinya, jadi kalau pak mau penjarakan dia tidak masalah penjarakan saja karena aku yakin pak, dia tidak akan mau meminta maaf aku sangat mengenalnya jadi jangan harap dia mau"
Pria itu tersenyum sembari berkata" nona muda anda baik sekali sudah di sakiti pun kamu masih berbaik hati, mungkin anda lupa sama aku nona muda Dinda tapi aku sangat mengenal nona muda, dulu kita perna bersama bahkan nona muda tidak mau lepas dariku saat aku pindah keluar negeri dan minta pamit nona menangis dan tidak mau aku pergi, kita ketemu karena ayah kita temanan semoga nona muda titak perna lupa , sebenarnya saya kenal siapa perempuan ini tapi saya pura-pura saja tidak kenal, Nona muda Dinda jika nona muda masih ingat dengan anak kecil yang dulu waktu kita masih sekolah SD sampai SMP kelas dua yang bernama Felix itu aku nona muda, maaf tadi aku lihat nona muda tapi aku tidak berani menyapa" ujar Felix.
__ADS_1
Wah...jadi ternyata pria ini teman Dinda waktu SD-SMP pantas saja dia ngotot menyuruh Lexza meminta maaf kepada Dinda, karena ternyata dia kenal Dinda, Dinda juga terlihat terkejut dengan perkataan pria itu tapi setelah itu Dinda tersenyum dan bertanya kepada pria itu, bohong kalau aku bilang tidak cemburu selain tanpan pria itu juga ramah sekali kepada Dinda.
"Benarkah kamu kakak Felix yang dulu selalu menolongku disaat aku di bully, sama teman-teman yang lain karena mereka pikir aku tidak punya ibu? Kalau benar sejak kapan kakak Felix balik ke tanah air bukankah kakak diluar negeri" tanya Dinda tetsenyum.
"Iya benaran ini aku Felix orang tua punya bisnis disini jadi aku harus kembali untuk melanjutkan bisnis itu dan pada saat aku pulang aku cari nona muda kemana-mana tapi tidak ketemu, saat nona muda melakukan resepsi dan viral dimana-mana baru aku tahu kalau ternyata nona mudah sudah menikah, aku kenal nona muda dari nama panjang kalau wajah benar-benar lupa karena sudah lama sekali kita berpisah selamat bahagia ya, semoga kedepan kita punya waktu untuk makan bersama dengan pasangan kita masing-masing" ujar pria itu.
"Kalau memang benar ini kamu kakak Felix berarti kakak tahu nama panghilan sayang aku, dan kenapa waktu kakak pulang kakak tidak mencari Dinda kakak, Dinda pikir kakak sudah lupa sama Dinda" ujar Dinda ternyata Dinda memanggil Felix dengan sebutan kakak.
Dari sini baru aku menyadari kalau dulu Dinda di bully dan pria ini yang selalu ada untuknya pantas saja dia mati-matian menyuruh Lexza minta maaf bahkan ada panggil sayang dari peia ini untuk Dinda. Aku tersenyum dan mendekati Felix sepertinya umurnya dia masih di bawahku.
"Hay...bro sepertinya kita harus bicara tapi aku minta lebih baik bro nyusul ke rumah sakit untuk cek kondisi istrimu, nanti kita ketemu lagi boleh aku minta nomor telpon mu dan satu lagi jangan panggil aku Tuan muda kita teman panggil saja aku Dava, sekarang pergilah biarkan ini urusanku."
__ADS_1
"Iya benar ini aku pricess , maafin aku ya bukannya aku tidak mencari kamu tapi aku tidak tahu kamu tinggal dimana, karena saat aku datang mencari kamu ke rumah kata satpam kamu sudah tidak tinggal di rumah lagi dan om Winata juga sudah meninggal, maaf ya semoga kita ketemu lagi dan kenjadi teman baik aku harus segerah kerumah sakit sekarang , dan bro Dava maaf aku harus pergi karena istriku dirumah sakit.
Setelah Felix selesai memberikan nomor dia langsung bergegas pergi karena tadi dia sibuk menghajar Lexza, jadi entah itu temannya atau siapanya itu dengan pacarnya mereka yang mengantar istrinya kerumah sakit yang tidak jauh dari taman dimana maki berada.
Setelah kepergian Felix aku kembali mendekati Lexza yang masih terduduk di lantai dan berkata lirih" bertobatlah jika tidak kamu akan mendapatkan karma yang setimpalnya jadi orang itu jangan serakah takutnya setelah kamu meninggal tanah tidak menerima jazad mu, kamu sudah bayak yang melukai orang lain lebih baik kamu berubah sebelum kamu menyesal, karena ula kamu sekarang istri orang itu masuk rumah sakit kalau dia laporkan kamu kepolisi memang kamu bisa apa, untung dia juga tidak menuntut kamu untuk bayar biaya rumah sakit, karena aku yakin kamu tidak bisa membayarnya."
Setelah aku selesai bicara aku ajak Dinda pergi namun Lexza tidak mau biarkan kami pergi dia berteriak menyuruh kami berhenti tapi kami sama sekali tidak mengubrisnya bodoh amatlah biarkan dia berteriak disitu.
Banyak gunjingan yang menghujaninya semua pengunjungi disitu memandang rendah Lexza dan menghinanya, tapi Lexza memiliki banyak wajah jadi tidak perlu merasa malu sama sekali, justru diq menentang orang-orang yang mengunjingnya.
"Dinda.....jangan pergi dulu urusan kita belum selesai, kamu belum memberikan apa yang aku minta awas aja kamu ya aku akan membuat kamu menyesal." Ujar Lexza.
__ADS_1
"Woy...ternyata mbak ini belum kapok juga ya padahal sudah di hajar berulang kali sampai pipi lembab dan rambut berantakan juga masih berlagak sok kuat, mungkin dia mau di hajar lagi kali kakak Dava berikan dia satu tamparan lagi di pipinya biar dia sadar karena dari tadi belum sadar juga manusia satu ini mengeri juga kalau bicara dengan manusia tidak punya otak." ujar Ririn.