Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
188


__ADS_3

Setelah aku menutup lepto gegas aku masuk kamar mandi karena kebelet, namun saat aku keluar ternyata ada telpon dari Ogen kenapa ya bukannya dia bilang kalau malam ini gak bisa karena ada acara, aku sengerah mengambil hp dan mengangkat telponnya.


"Hallo, sayang maaf ya tadi telpon aku masih ada tamu soalnya jadi tidak fokus bicara sama kamu, tadi kamu bilang apa mau kesini? jam berapa datang sayang"?tanyanya jelas aku jawab dengan suara manja.


"Rencana sekitar jam enam sayang biar aku tidak kemalaman pulang, takutnya nanti anak-anak curiga aku kemana"


"Kenapa harus malam sayang, sekarang juga bisa lagian kita di di rumah bukan di jalan rayakan? jadi banyak orang melihat kita"


Seketika senyum mengenbang di bibir ini, benar juga biar nanti setelah aku pulang dari sana sekitar jam enam atau jam tujuh bisa aku kembali bicara dengan Lexza, Dea dan Lya. Rasanya aku gak yakin Lexza dan Dea yang menaruh barang itu, tapi ah nanti saja dulu pikirkan itu saat ini aku mau bersenang-senang dengan kekasihku."


"Hallo sayang, kenapa diam, mau datang tidak kalau tidak mas mau keluar, tapi kalau datang biar mas tungguh tapi tidak perlu ke hotel ya, kita di rumah saja rumah juga lebih enak dan nyaman dari pada hotel. Atau mau aku kesana saja biar kita di kamar utama kamu sayang, aku juga pengen jadi seperti mantan suami kamu bagaimana rasanya tidur diranjang kamu dan mantan suami pasti nikmat"


"Jangan sayang sabar dulu, lagian secepatnya juga mas akan mengantikan posisinya ya sudah kalau begitu aku langsung kesana ya mas tunggu" aku tidak keberatan juga kalau di rumah karena di rumah mas ogen hanya tiga pengawal, dua pelayan dan dua satpam di tambah dengan satu kebersihan taman karena rumah mas Ogen gak kalah besar dari rumah ini.


"Oke hati-hati di jalan sayang, awalnya aku lemas karena teror tadi seketika semangat bangkir kembali padahal seharian aku tidak masuk kantor. Karena aku akan ketemu dengan kekasihku aku langsung mengambil tas dan gegas turun ke bawah karena tadi aku juga sudah mandi.


Ternyata dibawah sangat sepih bangus lah kalau tidak ada orang jadi tidak ada penghalang, sejujurnya badanku masih sakit dan memar di pipi dan bibir tapi aku akalin dengan mengakali dengan memakai foundation lebih tebal sedikit biar tidak kelihatan takutnya nanti ditanya lagi. Kenapa dengan wajah dan pipihku makin ribet.


Aku langsung keluar dari rumah dan gegas aku kehalaman rumah namun mata ini tidak sengaja menangkap sosok seseorang yang pakai topi hitam dan masker jadi wajahnya itu tidak kelihatan, sedang ngintip lewat gerbang samping yang menjulang tinggi karena gerbang itu tidak sekalipun di buka hanya satu pintu akses saja keluar jadi di gerbang itu tidak ada pengawal saat aku melihatnya dia menatap tajam kearahku.

__ADS_1


Namun sedetik berikutnya saat aku lirik lagi ternyata sudah tidak ada, aku tidak ambil pusing karena menurut aku orang itu mungkin hanya sekedar lewat saja bisa jadi, aku langsung masuk kedalam mobil, tapi kali ini aku tidak mau di kawal karena kalau aku sama pengawal takutnya ketahuan aku ketemu dengan Ogen.


Hampir satu jam perjalanan akhirnya sampai juga."


Tok tok tok!


Creekkk.


"Sayang sudah sampai cepat kali kirain masih di rumah, kangen ya makanya datang secepat kita tidak pakek menunggu lama."


"Mas aku mumet di rumah tahu kangen aku sama mas" aku buat suaraku semanja mungkin karena mas Ogen memang begitu, dia juga suka caraku manja dia tidak mau tunggu lama-lama lagi dia langsung mengendongku kedalam kamar yang luas dan mewah, mas Ogen juga kebiasaan sama seperti aku karena di lantai dua jadi dia tidak menutup jendela dan gorden dia biarka terbuka disitu.


Aku heran biasanya kalau aku datang pasti selalu di kamar bawah, tapi tumben mas Ogen membawah aku kesini sendangkan saat aku melirik pintu kamar yang di bawah tertutup.


"Mas bukannya biasa kita di bawah kenapa di atas di bawah kamar lebih mewah dan bagus memang sih ini juga mewah tapi aku mau di kamar bawah." pertanyaanku membuat mas Ogen gugup tapi aku tidak ambil pusing yang penting aku puas.


Aku yang disuruh periksa itu kesempatan untukku hajar. Apa lagi semenjak aku sakit kami belum ketemu ini baru pertama kali jadi semua sudah tertunda.


Aku yang masih berdiri mengangah sambil memperhatikan belut mas Ogen dia langsung melucuti semua pakianku. Dan aktifitas kami mulai aku benar-benar merasa seperti di surga mungkin karena sudah lama tidak dibelai jadi sekali di hajar rasanya nikmat. Apalagi mas Ogen pria sejati jadi dia tidak merasa lelah kadang bisa sampai dua dan tiga kali sekali kami ketemu entah saat ini berapa kali lihat saja nanti.

__ADS_1


Aku mengeram karena sangat nikmat sampai aku mencengkram seprei dengan kuat....namun aku dapat mencium parfum cewek di tubuh mas Ogen tapi karena sudah terlena dengan permainannya jadi aku bodoh amat.


"Sayang bagaimana nikmat gak" tanya mas Ogen aku malas menjawab jadi hanya ngangguk aja.


Jelas nikmat dong kata siapa tidak, mas Ogen benar-benar menghajar aku sampai habis-habisan jangan salah aku juga masih sangat kuat. Akhirnya satu putaran selesai kirain sudah tidak lanjut lagi ternyata kanget begitu mas Ogen sudah mulai kembali putaran kedua, aku sih siap saja yang penting sama-sama puas lagian kalau cuman satu kali aku juga belum puas.


"Sayang masih sangup tidak lihat ini belum tidur dia kamu yang harus bertanggung jawab sayang sampai dia tidur kalau tidak malam ini sayang tidak boleh pulang harus nginap disini ssmpai pagi."


Waduh bisa ngawat kalau aku tidur disini, jangan sampai harus tuntaskan. Belum puas di atas ranjang mas Ogen dengan sigap mengangkat tubuh ini ala bridal style dan membawah aku kedalam kamar mandi, dia langsung masukan aku kedalam bakhtub dan langsung di hajarnya aku, aku benar-benar mengeram ke nikmakmata.


Hampir satu jam kami didalam kamar mandi akhirnya sekalian mandi dan kembali keluar dari kamar mandi, aku langsung ganti pakian dan mengeringkan rambutku, sebenarnya tanpa mas Ogen dan semua isi rumah tahu aku juga sering melakukan hal ini dengan salah satu pengawal yang ada di rumah. Dia juga tidak kalah hebat dari pada mas Ogen jadi rencana tadi kalau benaran mas Ogen tidak bisa aku mau ajak dia pergi ke hotel agar bisa melepaskan hasratku ini.


Tidak masalah jika pengawal jadi juga teman tidur yang penting puas itu yang aku cari, awalnya dia tidak mau karena takut tapi karena aku kasih dia uang banyak akhirnya dia mau.


"Sayang bagaimana puas gak atau mau tambah lagi hehehe" tanya mas Ogen.


"Puas banget, mas sangat hebat tapi awas ya kalau mas pergi sama perempuan lain jangan hianati aku ya mas, kalau mas ingin tinggal hubungi saja jangam cari di tempat lain apalagk banyak anak gadis cantik di luar sana"


"Humm...Ti..tidak sayang mana berani mas hianati kamu, hanya kamu yang mas cintai dan sayangi jadi percaya sama mas ya"

__ADS_1


"Serius, mas? tidak bohong kan sama aku, mas tahu sendiri mantan suamiku sudah meninggal karena aku ingin menikahi mas" aku lihat ada perubahan di wajah mas Ogen sepertinya dia menyembunyikan sesuatu, tapi aku tidak peduli selagi dia masih menjadi milikku.


Setalah aku puas dengan mas Ogen karena sudah sore jam enam jadi aku pamit pulang, dan kami janji akan ketemu lagi nanti tapi mas Ogen minta aku uang satu miliyar jadi aku bilang nanti aku antarkan saja soalnya aku mau buka brangkas nanti ambil uang dan mau cek semua sertifikat masih ada gak.


__ADS_2