
Betapa terkejutnya Ogen saat melihat ayah mertua keluar dari kamar, awalnya dia sombong dan masih memberontak sekarang dia tidak berkutik sama sekali. Kelihatan sekali dia mulai ketakutan
"Tu....Tuan!...mana bisa Tuan masih hidup bukannya saya sudah menabrak Tuan dan sudah meninggal bahkan sudah di kuburkan, kok bisa anda masih hidup, terus siapa yang di dalam makam itu"? Tanya Ogen.
"Kenapa, kamu terkejut karena aku masih hidup dan sekarang aku ada didepan mata kamu, kamu itu baru anak kemarin sore kamu satu langkah saya sudah lima langkah didepan kamu. Memang sekarang saya masih hidup dan kamu mau tahu sebentar lagi kamu akan mengisi kuburan kosong itu yang kamu ngali untukku, tapi nanti aku akan hadiakan untukmu dan pelacur kamu itu paham hahaah" ujar ayah mertua
Aduh seram banget lihat cara tertawa ayah mertua sangat menyeramkan, ternyata seperti ini emosi seorang pendiam dan baik sekali marah hancur semua.
"Saya sudah mengetahui hubungan gelap kamu dengan perempuan itu tapi saya pura-pura bodoh selagi kalian tidak menganggu kehidupan saya, namun ternyata kalian berdua belum puas dengan apa yang sudah kalian lakukan sehingga kalian mau melenyapkan aku. Tapi tidak semuda itu saya meninggal karena nyawah saya sepuluh jadi sebelum saya meninggal saya terlebih dahulu mengirim kalian berdua ke neraka "
Bukkkkk....bukkkkkk!
Dua kali tinju mengenai perut Ogen dan langsung meringis kesakitan, Ogen menatap ayah mertua dengan tajam san membuang ludah, akhirnya keluar juga aslinya."
"Cuihhhh....dasar tua bangka memang anda pantas di bunuh, karena Anjani adalah simpanan saya, dan kalau memang anda masih menginginkan dia ambil kembali karena saya juga sudah jijik dengannya, saya kerja sama dengan dia dan selingkuhi dengannya karena hanya mengiginkan uangnya, bukan mencintainya hahaha...." ujar Ogen
Plak....plak....!
Dua tamparan keras mengenai pipinya sampai keluar darah dari bibirnya, ayah mertua menyuruh pak Reno untuk videokan karena nanti akan di kirim ke bu Anjani.
"Kamu tahu saya jijik memunggut kembali sampah dijalanan jika saya sudah buang saya tidak sudih mengotori tangan saya dengan sampah menjijikan itu, karena sampah hanya cocok dengan sampah!...kamu tahu saat ini kamu menyengol siapa saya tahu siapa calon istri kamu sekarang dan saya bisa saja membawah dia kesini dan menyuruh pengawalku mengiringnya di depan kamu hahahaha..
__ADS_1
Sepertinya sangat seru kamu jangan macam-macam dengan saya,,karena saya tidak perna memberikan pengampunan kepada orang yang sudah berani menganggu ketenangan saya. Saya sudah punya calon istri yang sangat sempurna sudah cantik dan baik bukan seperti selingkuhan kamu itu sudah tua sangat licik lagi.
Ogen yang mendengar nama calon istrinya disebut tercengan mungkin dia tidak percaya kalau ternyata ayah mertua sudah tahu terntang kehidupannya, Ogen langsung emosi, ternyata kelemahannya saat ini adalah perempuan itu.
"Bajingan kamu tua bangkah...jangan coba-coba melakukan itu kepada calon istri saya kalau anda tidak mau putry anda dalam bahaya, saya akan membunuh mereka berdua...anda pikir saya takut sama anda saya tidak akan takut jadi jangan cobak-cobak menyentuh calon istri saya."
Aku yang mendengar perkataan bajingan itu dengan emosi aku mengeluarkan pistol dari pinggang ku dan tampa basa-basi.
Dorrrrrrrrr!...
Aku berikan satu tembakan tepat di kakinya biarkan dia merasakan kesakitan karena peluru bersarang di kakinya. Aku melangkah mendekatinya dan berikan satu tamparan mengenai wajahnya.
"Anda bilang apa tadi! Mau membunuh istri saya, bukankah anda memang sudah merencanakan pembunuhan terhadap istriku dan kakak Dea, karena kalian takut semua harta jatuh ke tangan kakak Dea dan istriku, kamu mau lihat siapa aku biar aku buka maskerku." Aku langsung menarik maskerku dan betapa terkejutnya dia saat melihat aku.
Awalnya dia ketakutan tiba-tiba justru dia tertawa terbahak-bahak sudah kayak orang kesetanan aku lihat.
"Memang iya saya mau meleyapkan istri kamu dan kakaknya karena mereka yang menjadi penghalang bagi kami!...lagian ibu mertua kamu yang tidak punya hati nurani selama ini dia yang membayar aku untuk memuaskan nafsunya di atas ranjang, tidak masalah jika saya tidak dapat harta lagi karena sekarang harta saya juga sudah banyak tabungan saya sudah full..."
"Oh, ya? kamu yakin tabungan itu masih menjadi milikmu, jangan harap karena semua yang kamu miliki sebentar lagi akan kembali menjadi milik istriku, dari rumah mewah yang kamu beli pakek uang hasil curian dari hasil keringat mertuaku paham kamu, sekarang hidup kamu menderita disini"
Dorrrrrrt!
__ADS_1
Ayah mertua kembali mengambil pistol dan menembak kakinya sebelah lagi jadi kedua kakinya tidak bisa jalan. Baguslah biar dia merasakan bagaimana rasanya disiksa.
"Argar...bajingan kalian semua bisa-bisanya kalian menyiksa saya lihat saja jika saya lolos dari sini saya akan membunuh kalian semua"
"Hubungi dong penyelamat kamu katanya dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan kamu, berarti dia juga bisa membayar nyawahnya demi kamu."ujarku
"Sekarang nyawah kamu ada di tanganku, jadi kalau kamu tidak mengindahkan peemintaan saya, makan bukan hanya nyawah kamu tapi nyawah calon istri kamu dan bahkan nyawah keluarga kamu dalam bahaya. Saya sudah mengirim orang untuk cari tahu tempat dimana keluarga kamu tinggal dan mereka sudah menemukan apakah kamu juga mau kedua orang tua kamu dan adi kamu aku habisi?." ujar Ayah mertua seketika mata Ogen merah merona karena menahan emosi.
"Jangan coba-coba menyentuh mereka karena mereka tidak tahu apa-apa kalau sampai anda berani menyentuh mereka anda tahu akibatnya. Aku yang melakukan kesalahan jadi jangan menyiksan keluarga ku"
"Baiklah kalau soal kamu jangan harap kamu bebas dari sini, karena setelah kamu bebas dari disini tempat mu langsung di penjara tapi sebelum itu kamu harus tanda tangan surat ini" Reno langsung menyodorkan surat kepada Ogen untuk menyitah semua aset yang dia miliki, karena dari rumah sampai apertemen itu di belikan oleh bu Anjani berarti uangnya ayah mertua.
"Apa ini!"? Tanta Ogen.
"Baca saja sendiri kamu bisa bacakan atau kamu tidak sekolah. Saya mau semua aset yang kamu miliki saat ini kembalikan sama saya karena itu adalah hak milik saya,...semua uang yang kamu dapat dari Anjani itu adalah hasil kerja kerja keras saya, mana bisa seenaknya kamu memakain barang yang bukan hasil keringat kamu sendiri."
Dengan kasar Ogen menghemparkan kertas perjanjian itu kebawah sambil tertawah.
"Ternyata seorang Tuan Winata sangat serahkan bagaimana aku harus kembalikan sedangkan aku mendapatkan semua itu dengan bayaran. Istri anda itu dengan suka rela memberikan dirinya kepada aku untuk berikan kepuasan kepadanya, dan dia membayar aku dengan semua itu kenapa anda bilang itu milik anda jangan harap saya akan berikan, karena sampai kapan pun semua aset itu tetap menjadi milikku dan aku tidak akan berikan buang kertas murahan itu saya tidak sudah menandatangani barang itu."
Kurang ajar sih Ogen setelah dia membuang kertas itu dia dengan tidak sopannya melidahi kertas itu sampai basah, hal itu justru membuat ayah mertua tertawa terbahak-bahak tapi kedengaran sangat mengerikan.
__ADS_1
Dari tadi ayah Adinata hanya diam kali ini ayah Adinata yang ikut bicara