
Karena sudah jam sembilan akhirnya aku dan Dinda kembali ke kamar sedangkan Gretta dan Grey juga sama, ayah menuntun ibu masuk kedalam kamar sehingga kami masuk kedalam kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh ini.
Setelah sampai di dalam kamar aku menyuruh Dinda istirahat duluan saja karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, besok akan sibuk berkumpul dengan keluarga jadi tidak sempat lagi untuk menyelesaikannya. Lebih baik sekarang saja walaupun tidurnya telat tidak masalah besok bangun juga telat hehehe.
"Sayang kamu duluan tidur ya, soalnya mas masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan malam ini, kalau di tunda sampai besok tidak mungkin karena besok juga sibuk." ujarku.
"Pekerjaan apa mas? Memangnya tidak bisa di tunda besok aja mas, besok juga kan weekend bisa di kerjakan besok, mas tidak capek apa sudah seharian nemani Dinda di kantor." tanya Dinda.
"Tidak bisa sayang besok memang weekend tapi kita ada acara sore sayang dan pagi kita harus ajarin anak-anak latihan jadi tidak ada waktu sayang, tidak apa-apa kan? Kamu tidur duluan mas tinggal sebentar " ujarku.
"Mau di temani tidak mas? Biar Dinda temani mas dari pada mas sendirian di dalam ruangan padahal sudah seharian nemani Dinda di kantor, mas pasti cape dan ngantuk Dinda bantu periksa filenya." Ujar Dinda, sebenarnya bagus juga kalau Dinda bantu memeriksa file bjsa cepat selesai tapi aku kasian sama istriku sudah sangat cape jadi biar aja aku sendiri yang menyelesaikan semua, ini baru jam sembilan juga palingan jam dua belas udah selesai.
"Tidak perlu sayang, kamu istirahat ya mas bisa sendiri kok tenang aja, pak Erik dan sekretaris Dani palingan kirim file hanya beberapa saja jadi tidak lama" ujarku, aku berpikir kalau filenya pasti sedikit.
Setelah aku membujuk Dinda akhirnya Dinda menurut dan membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya, aku mengecup keningnya, aku bangkit dari dudukku dan langsung gegas ke ruanganku. Aku harus mrnyelesaikan semua pekerjaan ini karena file ini sangat penting semoga sedikit filenya.
Aku membuka leptop dan mengencek semua file yang masuk, kenapa banyak sekali file yang di kirim sekretaris Dani dan pak Erik, masa aku harus menyelesaikan semua malam ini bisa tidak tidur aku semalaman gila banget kedua orang ini ingin menghukum ku agar tidak istirahat malam ini.
Karena aku tidak terimah file begitu banyak aku ambil hp dan langsung hubungi pak Erik dan sekretaris Dani kurang ajar kedua orang orang ini.
"Hallo....!"
"Hallo....!Tuan muda ada yang bisa saya bantu" tanya pak Erik.
"Pak Erik kenapa banyak sekali file ini, apa aja sampai begini banyak, nih lagi sekretaris Dani banyak sekali filenya apa pak Erik dan sekretaris Dani ingin ngerjain aku "? tanyaku.
"Tuan maaf...saya tidak mungkin ngerjain Tuan muda, tapi cobak lihat dengan teliti semua file itu adalah berkas penting yang akan kita kirim ke perusahaan Ananda Grup, sebenarnya tadi siang Tuan muda harus periksa dan tanda tangan berkas itu tapi karena Tuan muda ke perusahaan nona muda, sehingga saya kirim lewat file aja" Jelas pak Erik.
__ADS_1
"Iya tapi jangan sebanyak ini juga kali pak Erik" ujar ku karena kesal aku langsung matikan telponku dan kembali menghubungi sekretaris yang satu ini lagi.
Tukkkkkk....tukkkkkk.!
"Hallo Tuan muda ada yang bisa saya bantu"?
"Sekretaris Dani, file apa aja yang kamu kirim sampai sebanyak ini" Tanyaku.
"Maaf Tuan muda itu laporan keuangan dari tender proyek yang ada di sumatra, jadi saya mau kirim berkas ke sana tapi Tuan muda belum tanda tangan sehingga saya kirim ke gmail Tuan, bagaimana Tuan sangat banyak ya hehehe selamat bekerja ya Tuan, karena saya juga malam ini lembur banyak sekali yang harus saya selesaikan, oh ya Tuan besok saya akan antar berkas ke rumah ada beberapa berkas yang harus di tanda tangan" ujar sekretaris Dani.
Sue deh punya sekretaris kok gini amat ya, suka ngerjain Tuan nya. Dia tidak tahu mata ku sudah mau lima what pada hal bari jam sembilan lewat berapa menit.
"Ya sudah besok antar saja ke rumah tapi pagi ya jangan siang atau sore" ujarku.
Setelah aku selesai telpon dengan kedua orang tersebut aku mulai buka file satu persatu, seandainya aku tidak kasian melihat istri ku cape, mungkin dia bisa bantu aku memeriksa sebagian file ini, jadi cepat selesai tunggal tanda tangan aja nanti tapi sudahlah ini resiko kalau sudah punya banyak bisni, file sebanyak ini hanya dari perusaha-an belum lagi laporan bilanan dari beberapa restoran, hotel dan apertement, kalau sekali masuk filenya aku bisa gila.
sekita jam sepuluh lewat sudah msu setengah sebelum aku baru selesai beberapa file punya sekretaris Dani karena file ini lebih penting msu segerah di kirim, sebenarnya sama-sama penting tapi file ini besok harus di kirim, sedangka file yang di kirim pak Erik belum tersentu sama sekali.
Saat aku asyik memeriksa file, aku di kejutkan dengan pintu rusnganku terbuka, aku membuang pandanganku ke arah pintu, ternyata yang datang istriku. Ditangannya ada sebuah nampan setelah di letakan di meja ternyata ada minuman dan cemilan, astaga istriku tidur tapi ingat minuman untukku.
"Sayang kok kamu bangun lagi bukannya sudah tidur,? tapi makasih ya sayang sudah antarkan minuman untuk mas" ujarku.
"Iya mas tadi Dinda sudah tapi saat kaget ternyata mas belum ada makanya Dinda inisiatif untuk membawakan minuman untuk mas, sekslian membantu mas untuk menyelesaikan pekerjaan mas, mana filenya mas kirim ke sini biar Dinda bantu periksa soalnya kalau Dinda sudah bagun begini Dinda susa tidur" ujar Dinda.
Ya Tuhan dari tadi aku mengeluh dengan adanya banyak file sehingga engkau mengirimkan malaikat penyelamatku, aku langsung kirim file ke leptop Dinda jadi file yang di kirim oleh pak Erik aku kirim sebagian saja biar yang sisa aku aja yang ngerjain semuanya, tadi aku lemas dan ngantuk setelah istriku datang mataku langsung terang dan aku semangat mengerjakan semuanya.
File yang aku kirim belum sampai setengah jam sudah selesai di periksa oleh Dinda astaga kikat sekali diperiksanya. Aku kembali mengirim sebagian lagi, sampai akhirnya selesai juga semua file yang di kirim itu aku lihat jam sudah jam dua belas lewat dua puluh satu menit astaga lama juga, tapi untuk Dinda datang kalau tidak aku bisa sampai besok pagi.
__ADS_1
"Sayang makasih banyak ya, padahal kamu juga cape seharian kerja di kantor tapi kamu masih mau membantu mas disini, untung kamu datang bantu mas kalau tidak bisa sampai besok pagi mas disini, tapi kok cepat kali kamu periksa betkas itu sayang"?
"Sama-sama mas, mas juga seharian kerja di kantor sama seperti Dinda sama-sama cape kita mas tapi mas aja masih bisa memeriksa file disini kenapa Dinda tidak bisa, kalau Dinda bisa membantu Dinda akan lakukan sebagai suami istri harus saling membantu, lagian selama ini mas juga sering membantu Dinda mengerjakan pekerjaan yang Dinda bawah dari kantor jadi impas"
Luar bisa istriku ini, kalau istri lain mungkin dia sudah capek jadi tidak peduli suaminya lagi bekerja yang penting dia istirahat, tapi bedah dengan istriku ini walaupun dia capek masih mau ikut bagadang untuk membantu suaminya.
Aku mengecup keningnya karena aku tidak tahu mau jawab apa lagi sangking terharu dengan jawaban istriku, aku memeluknya dan kami keluar dari ruang kerja dan masuk kedalam kamar untuk istirahat, Dinda langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan aku juga nyusul, karena sudah sangat ngantuk tidak lama kemudian kami berdua tidur nyenyak.
*******
Matahari pagi begitu dengan malu-malu mulai memancarkan cahaya untuk menerangi seluruh bumi, makluk hidup di bumi mulai melakukan aktifitas masing-masing, Aku mengeliat dari tidurku ternyata Dinda juga masih tidur di sampingku kira-kira sudah jam berapa ya, aku bangkit dari tidurku dan langsung melihat jam ternyata sudah jam tujuh berarti keluarga semua sudah sarapan, karena jam tujuh adalah jam sarapan, Dinda belum bangun sedangkan janjian dengan Gretta dan Grey jam delapan latihan lebih baik aku mandi saja biarkan Dinda istirahat.
Aku bangun dari tidurku dan gegas ke kamar mandi rencana untuk membersihkan diri, aku membuka semua pakian yang ada di badanku dan tidak tinggal sehelai benang pun, aku langsung masuk kedalam bathtub dan merendam diri ini sambil menutup mata, namun tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka ternyata istri ku sudah bangun.
"Sayang, kamu sudah bangun?" tanyaku.
"Sudah lah mas kalau Dinda masih tidur tidak mungkin berdiro dk hadapan mu mas, pikir Dinda hantu jadi tubuhnya di sana tapi arwanya disini hehehe" ujar Dinda membuat aku juga terkekeh.
"Ya siapa tahu aja memang begitu hanya bayangan sayang aja disini, yuk mandi soalnya sudah jam tujuh jadi pasti semua sudah sarapan, nanti setelah sarapan kita pergi mengajari Grey dan Gretta mungkin mereka berdau sudah di area sama pak Erik dan asisten Arfan"
Dinda masuk kedalam bathtub dan kami berdua mandi bersama, setelah selesai mandi aku mengangkat tubuh Dinda dan membawah kedalam kamar langsung mendudukan di atas kursi.
Aku juga langsung ganti pakian karena Dinda sudah menyiapkan pakian ku, saat kami asyik berganti pakian pintu kamar di ketuk dari luar aku gegas membuka pintu ternyata ada dua orang pelayan mengantarkan sarapan pagi pasti ini kerja ibu, ibu selalu ingatkan kami berdua agar tidak telat makan.
"Maaf Tuan muda, nyonya besar menyuruh bibi untuk mengantarkan sarapan pagi ke kamar karena semua keluarga sudah selesai sarapan termasuk Den Grey dan nona Gretta" ujar bibi.
"Baik bi, taru aja di situ" ujarku.
__ADS_1
Kedua pelayan itu menyiapkan makanan dan setelah itu mereka keluar.