
Sesampai di butik, ternyata ibu dan ayah sudah menunggu aku dan Dinda disana , bahkan ibu sudah memilih beberapa gaun untuk Dinda. Seperti yang ibu janjikan waktu masih di rumah, kalau nanti ibu yang akan memilih gaun untuk Dinda.
"Ibu maaf, kami baru sampai soalnya baru selesai sidang, ibu dengan ayah sudah lama menunggu?" ujar Dinda.
"Tidak masalah sayang, ini ada beberapa gaun yang sudah ibu pilih untuk kamu, tapi ini hanya pilihan ibu kamu boleh memilih yang lain siapa tahu pilihan ibu tidak sesuai dengan keinginan kamu sayang. Masih banyak gaun cantik disana hanya saja ibu sesuaikan dengan postur tubuh kamu nak makanya ibu memilih yang ini" Ujar ibu.
"Tidak masalah ibu, semua pilihan ibu paling terbaik Dinda pilih dua gaun di antara beberapa yang sudah ibu pilih, satu untuk Dinda satu untuk Ririn nanti bu soalnya Ririn belum punya gaun pasti, terus punya ibu mana?" Tanya Dinda.
"Kalau punya ibu jangan kuatir nak, karena punya ibu sudah ibu siapkan jadi sekarang tinggal punya kamu dan Ririn aja mana yang mau kamu pilih? Kalau menurut ibu semuanya bagus kalau kamu mau bawah saja nanti sampai di rumah baru pilih salah satu" Ujar ibu.
"Jangan bu, biar Dinda pilih dua di antara semua gaun ini jangan bawah semua nanti butik ibu bisa mengalami kerugian berat gara-gara Dinda hahah" ujar Dinda.
Akhirnya Dinda menjatuhkan pilihan di dua gaun yang menurut aku sangat mewah dan elegan. Kalau di pakek sama Dinda sangat cantik, setelah selesai memilih akhirnya kami pulang ke rumah karena harus istirahat malam harus pergi ke acara penting, jadi Dinda harus banyak istirahat.
"Sayang kalau sudah selesai memilih gaun yuk kita pulang ke rumah untuk istirahat." ajak ku.
"Terus ibu dan ayah belum pulang? Atau masih mau singah kemana lagi, kalau sudah selesai kita pulang aja bu." tanya Dinda.
"Maaf nak, ibu dan ayah masih mau mampir ke suatu tempat, jadi kalian duluan pulang saja dulu ke rumah nanti baru ayah dan ibu nyusul, kamu harus banyak istirahat ya jangan sampai kamu kecapean." Ujar ibu membuat Dinda tersenyum.
"Baik bu, kalau begitu Dinda dan mas Dava duluan pulang ya bu, tapi ibu juga harus banyak istirahat Dinda tidak mau kalau ibu sakit, Dinda mau ibu tetap sehat-sehat aja karena sebentar lagi Dinda akan melahirkan" ujar Dinda.
__ADS_1
"Iya putry ibu, ibu pasti jaga kesehatan sekarang pulanglah untuk istirahat. Nanti sampai dirumah baru kita bicarakan yang lain, ibu juga sebenarnya pengen nanya soal putusan sidsng hari ini tapi nanti saja masih banyak waktu" ujar ibu.
Akhirnya aku dan Dinda pamit pulang tinggalkan ibu dan ayah masih di butik, kata ibu mereka masih singah ke perusahaan dulu baru mall mungkin ada yang ingin ibu beli.
Aku menuntun Dinda masuk kedalam mobil dan kami berlalu pergi meninggalkan butik, selama dalam perjalanan Dinda hanya diam saja sepertinya ada yang di pikirkan oleh istriku, pasti Dinda kembali memikirkan Lexza dan juga Emelia.
"Sayang, kenapa dari tadi mas lihat kamu sering kali melamun ada apa? Apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan mas, kalau ada jangan diam saja"? Tanya ku.
"Tidak ada apa-apa mas, Dinda hanya memikirkan tentang kehidupan kita kedepannya seperti apa, kalau Lexza dengan Emelia masih berkeliaran di luaran sana hidup kita tidak akan aman, karena banyak teror yang datang menghampiri Dinda mas dari teror melalui nomor asing. Bahkan kiriman paket tidak jelas."
Ya jadi Dinda selalu di teror melalui pesan singkat, bahkan perna sekali Dinda di kirim paket oleh seseorang. Dan setelah asisten Arfan cari tahu ternyata paket itu dikirim oleh Lexza tapi sayangnya Lexza pindah-pindah tempat terus.
"Sayang, sekarang kamu istirahat ya. Mas mau ke ruang kerja dulu karena ada file penting yang harus mas periksa, tadi pak Erik hubungi mas katanya mas harus memeriksa laporan yang sudah pak Erik kirim karena laporan itu sangat penting jadi sayang istirahat lah." ujarku.
"Ya sudah mas kalau begitu mas ke ruang kerja saja, Dinda mau istirahat tapi kalau sudah selesai periksa laporan mas kembali ya ke kamar biar mas juga harus istirahat." ujar Dinda.
"Iya sayang mas pasti selesaikan laporan secepat mungkin dan mas akan kembali ke kamar, lagian ruangan mas disebelah bukannya jauh dari sini"
Dinda akhirnya istirahat dan aku langsung masuk kedalam ruang kerjaku, aku harus menyelesaikan semua laporan ini karena laporan ini sangat penting.
Sangking sibuk dengan periksa laporan tidak sadar kalau ternyata sudah jam lima sore, bahkan saya tidak tahu kalau Dinda sudah bangun dan sudah mandi, untung Dinda masuk ke ruang kerja aku baru aky tahu kalau ternyata sudah sore.
__ADS_1
"Astaga mas, jadi dari tadi mas masih disini? Ini sudah jam lima sore loh mas, sebentar lagi kita bersiap untuk berangkat ke acara ulang tahun perusahaan, kalau belum selesai nanti besok aja mas biar sekarang mas mandi dan bersiap, karena sebentar lagi ayah dan ibu pasti menunggu kita di bawah."
"Maaf ya sayang, mas sibuk memeriksa laporan sampai tidak sadar kalau ternyata sudah sore tapi sayang tenang saja semua laporan sudah siap kok" ujarku.
Aku langsung menutup kembali leptop dan keluar dari ruanganku mengikuti istriku, aku masuk kedalam kamar dan langsung mandi karena ternyata istriku sudah mandi dan bahkan sudah cantik walaupun belum pake pakian pestanya.
Aku mandi di kamar mandi hampir setegah jam, setelah merasa puas barulah aku keluar dari kamar mandi dan mendapati istriku lagi duduk didepan meja rias dan make up wajahnya dengan make up sederhana tapi sangat cantik sesuai dengan gaun yang di pilihnya tadi.
Dinda juga sudah berikan gaun yang di pilih untuk Ririn tadi diberikan kepada pelayan untuk antarkan ke Ririn.
"Mas, jas dan baju sudah Dinda siapkan inu yang diberikan ibu tadi warnanya sama seperti gaun Dinda mas." ujar Dinda.
"Iya sayang biarkan saja disitu biar mas saja yang pakek yang penting sudah disiapkan mas sudah bahagia." ujarku.
Aku langsung ambil baju kemeja yang sudah disiapkan oleh Dinda.
Karena sudah jam enam sehingga Dinda juga langsung ganti gaunnya dan berisap untuk turun ke bawah.
"Sayang kita turun yuk, sepertinya ibu dan ayah sudah menunggu, malam ini kamu cantik sekali sayang kamu kayak bidadari baru turun dari langit, memang istri mas sangat cantik"
Aku memuji Dinda karena memang Dinda sangat cantik.
__ADS_1